Terbaru

Mobil Terlempar, Kapal Terdampar, Jadi Saksi Bisu Tsunami Palu

Sebuah mobil yang terlempar dihempas tsunami. foto : detik.

KopiuOnline Jakarta,- Ada duka dan air mata di Donggala. Ada tangis dan Pilu di Kota Palu. Tsunami maha dahsyat itu menghantam dan memporakporandakan Kota Palu, Sulawesi Tengah. Selain merusak berbagai sarana dan prasarana, ratusan nyawa pun terenggut. Mobil dan sepeda motor pun menjadi saksi bisu gelombang tsunami.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB menyatakan korban tewas akibat gempa dan tsunami di Palu berjumlah 384 orang, 540 orang luka-luka, dan 29 orang dinyatakan hilang. Jumlah tersebut merupakan data sementara hingga pukul 13.00 WIB dan hanya berasal dari Kota Palu.

Wakil Presiden Jusuf Kalla malah menyebut korban tsunami di Donggala dan Palu mungkin saja akan bisa terus bertambah hingga ribuan, saat ini jumlahnya sudah mencapai 384 oran

Di Pantai Talise, kita bisa melihat mobil Kijang berwana hijau yang mendarat di bagian atap rumah. Hal ini bisa menggambarkan seberapa tinggi aliran tsunami.

Sementara di sudut yang lain, ada mobil yang sudah remuk disapu gelombang tsunami. Pantai Talise yang dahulunya menjadi tempat wisata favorit warga kini tampak porak-poranda.

Petugas masih berupaya melakukan proses evakuasi korban setelah gempa bermagnitudo 7,4. Namun proses evakuasi terkendala keterbatasan alat, aliran listrik yang terputus membuat petugas kesulitan menyisir korban gempa.

“Evakuasi mencari korban seperti ini tidak mudah. Pertama, kondisi kalau malam gelap gulita. Petugas banyak mendengar suara minta tolong tapi nggak bisa kita lakukan karena kondisi gelap,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

6 Atlet Paralayang Tertimbun

Sebanyak 6 atlet paralayang Indonesia dinyatakan hilang pasca tsunami dan gempa Palu, Sulawesi Selatan, Jumat (30/9/2018). Keenam atlet paralayang itu tertimbun di Hotel Roa Roa Kota Palu yang runtuh digoyang gempa 7,4 skala richter.

Keenam atlet paralayang itu tengah mengikuti kejuaraan Palu Nomoni 2018. Keenam atlet Indonesia tersebut yakni Reza Kambey, Ardi Kurniawan, Fahmi Malang, Glen Mononutu, Franky Kowas, dan Petra. Yudha mengatakan Reza Kambey dan Ardi Kurniawan adalah dua atlet yang ikut dalam Pelatnas Asian Games 2018.

“Informasi terbaru yang kami dapatkan, saat ini tim Basarnas sudah ada di lokasi hotel Roa-roa tempat atlet menginap, tetapi evakuasi masih menggunakan alat seadanya,” kata Ketua Paralayang Indonesia, Wahyu Yudha saat dihubungi, Minggu (30/09/2018).

Selain 6 atlet ini, ada tiga orang pendamping kegiatan yang juga belum ditemukan, diduga masih tertimbun reruntuhan hotel Roa-Roa Palu.

Yudha menjelaskan, pada tanggal 25 September, Paralang Indonesia mengadakan kegiatan lomba ‘cross country’ (Xc) atau lintas alam di Palu, yang berlangsung sampai tanggal 30 September ini. Total ada 30 peserta yang ikut, terdiri atas 27 orang dari Indonesia, tiga orang dari luar negeri yakni Singapura, Belgia dan Korea.

“Sebagian besar atlet dan pendukung acara menginap di hotel tersebut (Roa-Roa Palu),” katanya.

Menurutnya, perlombaan Paralayang Palu Nomoni telah berlangsung sejak tanggal 25 September. Pada hari Jumat (28/09/2018) para atlet telah menyelesaikan babak ketiga sebelum waktu Salat Jumat.

Setelah selesai seluruh atlet kembali ke penginapan. Sebelum gempa mengguncang Palu sekitar pukul 17.02 WIB, sebanyak 20 atlet ke luar mencari makan malam, sisanya peserta masih di hotel.

“Dua puluh orang yang k eluar hotel mencari makan ini Alhamdulillah selamat, tapi yang 10 orang masih berada di hotel Roa-roa ini tertibun di hotel,” katanya.

Yudha mengatakan informasi 6 orang atlet bersama tiga pendukung lainnya masih berada di dalam hotel yang ambruk usai diguncang gempa diketahui dari Viki, salah satu atlet yang berhasil selama ini. Sua/kop/dtk/ant.

Leave a comment