Terbaru

BPPT: Energi Gempa Donggala & Palu Setara 200 Kali Bom Hiroshima

KopiOnline Jakarta,– Gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter di Donggala, Sulawesi Tengah, energinya sekitar 2,5×10^20 Nm atau setara dengan 3×10^6 Ton-TNT. Atau juga setara 200 kali bom atom Hiroshima.

Hingga kini, dampak gempa dan tsunami di Palu serta Donggala, Sulawesi Tengah, menewaskan 384 dan lebih dari 500 orang luka-luka. Bagaimana dampak gempa dan tsunami di Palu dan Donggala secara ilmiah?

Mengalami deformasi

Deputi Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Wahyu W Pandoe mengatakan berdasar simulasi model analitik-numerik, Kota Palu dan Kabupaten Donggala serta daerah sekitarnya mengalami deformasi vertikal berkisar -1,5 hingga 0,50 meter akibat gempa.

Wahyu menyebutkan daratan di sepanjang pantai di Palu Utara, Towaeli, Sindue, Sirenja, Balaesang, diperkirakan mengalami penurunan 0,5-1 meter dan di Banawa mengalami kenaikan 0,3 cm.

Berpusat di darat

Gempa bumi ini berpusat di darat, dengan sekitar 50 persen proyeksi bidang patahannya berada di darat dan sisanya di laut.

“Komponen deformasi vertikal gempa bumi di laut ini yang berpotensi menimbulkan tsunami,” kata Wahyu dalam siaran pers di gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, seperti dilansir kantor berita Antara, Sabtu (29/09/2018).

Potensi gelombang tsunami

Berdasarkan model, kata Wahyu, tinggi tsunami di sepanjang pantai mencapai antara beberapa sentimeter hingga 2,50 meter.

Dia menjelaskan, bencana tsunami berpotensi lebih tinggi lagi karena efek turunnya daratan di sekitar pantai, dan amplifikasi gelombang akibat batimetri serta morfologi teluk.

“Masyarakat perlu waspada atas gempa bumi susulan dan potensi keruntuhan infrastruktur atau bangunan di sekitarnya, serta terus memantau dan mengikuti informasi dari otoritas resmi BMKG/BNPB/BPBD setempat,” kata Wahyu.

Ia menambahkan BPPT telah memiliki produk teknologi Sijagat untuk mengkaji keandalan gedung bertingkat terhadap ancaman gempa. BPPT juga telah merancang Rumah Komposit Polimer Tahan Gempa untuk daerah-daerah rawan bencana gempa.

Daftar Kerusakan Pascatsunami

Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 dan tsunami yang terjadi di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/09/2018), memakan korban jiwa. Menurut data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), selain 384 orang tercatat meninggal dunia dan 500-an luka-luka, terjadi berbagai kerusakan di wilayah tersebut, mulai dari kerusakan bangunan hingga fasilitas publik.

Gempa yang meluluhlantakkan Donggala dan Kota Palu. Foto : Ist.

Data kerusakan sementara di Kota Palu dan Donggala menurut data BNPB.

  1. Berbagai bangunan, mulai rumah, pusat perbelanjaan, hotel, rumah sakit, dan bangunan lainnya ambruk sebagian atau seluruhnya. Diperkirakan puluhan hingga ratusan orang belum dievakuasi dari reruntuhan bangunan.
  2. Pusat perbelanjaan atau mal terbesar di Kota Palu, Mal Tatura, ambruk.
  3. Hotel Roa-Roa berlantai delapan yang berada di Jalan Pattimura, Kota Palu, rata dengan tanah. Dilaporkan, di hotel yang memiliki 80 kamar itu terdapat 76 kamar yang sedang terisi oleh tamu hotel yang menginap.
  4. Arena Festival Pesona Palu Nomoni, puluhan hingga seratusan orang pengisi acara, sebagian merupakan para penari, belum diketahui nasibnya.
  5. Rumah Sakit Anutapura yang berlantai empat, di Jalan Kangkung, Kamonji, Kota Palu, roboh.
  6. Jembatan Ponulele yang menghubungkan antara Donggala Barat dan Donggala Timur, roboh. Jembatan berwarna kuning yang menjadi ikon wisata Kota Palu roboh setelah diterjang gelombang tsunami.
  7. Jalur trans Palu-Poso-Makassar tertutup longsor
  8. Tujuh gardu induk PLN padam usai gempa mengguncang Sulawesi Tengah, khususnya di Palu dan Donggala. Saat ini, baru dua gardu induk yang bisa dihidupkan kembali.
  9. Jaringan komunikasi di Donggala dan Palu terputus karena padamnya pasokan listrik PLN. Terdapat 276 base station yang tidak dapat dapat digunakan.
  10. Terjadi kerusakan di bangunan tower Bandara Mamuju, dan pergeseran tiang tower di Bandara Liwuk Bangai, namun masih berfungsi.
  11. Sejumlah pelabuhan mengalami kerusakan. Pelabuhan Pantoloan, Kota Palu, rusak paling parah. Quay crane atau kran peti kemas yang biasanya digunakan untuk bongkar muat peti kemas roboh. Di Pelabuhan Wani, bangunan dan dermaga mengalami kerusakan. KM Sabuk Nusantara 39 terempas tsunami ke daratan sejauh 70 meter dari dermaga.

Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho, jumlah korban maupun kerusakan masih akan terus bertambah.

“Kita bisa memperkirakan jumlah korban dan kerusakan masih akan terus bertambah,” ujar Sutopo di kantor BNPB, Utan Kayu, Jakarta Timur, Sabtu (29/09/2018). Sejak gempa mengguncang Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Jumat (28/09/2018) pukul 17.02, sejumlah gempa susulan terus terjadi di kawasan tersebut hingga Jumat malam. Tercatat setidaknya ada 13 gempa dengan kekuatan di atas magnitudo 5 sejak pukul 14.00 WIB hingga 21.26 WIB.

Sementara itu, BNPB belum bisa menyampaikan jumlah korban terdampak gempa dan tsunami di Kabupaten Donggala. Sebab, hingga saat ini listrik di wilayah tersebut masih padam sehingga menghambat komunikasi.

“Kondisi jembatan Ponulele di Kota Palu yang hancur akibat gempa 7,4 SR. Jembatan ini sebelumnya sebagai icon Kota Palu. Kondisinya hancur. Pascagempa tsunami menerjang pantai sekitarnya. Permukiman di bawah hancur dan terbawa tsunami,” tulis Sutopo dalam akun Twitternya, Sabtu (29/09/2018).

Banyak bangunan rusak

Sementara itu, menurut pantauan Antara di lokasi, beberapa gedung dan rumah, serta bangunan lainnya rusak di sekeliling kota akibat gempa yang terjadi. Bahkan, Rumah Sakit Anutapura di Jalan Kangkung, Kamonji, Kota Palu, yang berlantai empat pun roboh.

Masyarakat masih terlihat begitu panik dan mengungsi ke daerah-daerah yang lebih aman, seperti ke dataran yang lebih tinggi. Akibat dari gempa, masyarakat membutuhkan penanganan secepatnya dari instansi terkait.

Terjebak mal yang ambruk

Hingga kini, pemerintah belum bisa mengetahui jumlah korban setelah gempa Donggala. Laporan sementara, ratusan orang diduga masih terjebak di pusat perbelanjaan terbesar di Kota Palu, Mal Tatura di Jalan Emy Saelan.

Hal itu diungkap Kepala LKBN Antara Biro Sulawesi Tengah Rolex Malaha. Seperti dikutip dari situs Antara, Rolex melaporkan bahwa ambruknya mal mengakibatkan ratusan orang terjebak di dalam gedung berlantai empat tersebut. Dan hingga kini, para korban yang terjebak di dalam mal tengah menunggu dievakuasi. kop/ant/dtk/idn.

Sumber : detikcom/ IDN times/antara.

Leave a comment