Terbaru

Catut Nama Kejaksaan, Pjs Camat Kapuas Pemeras Kepala Desa Kena OTT

Tim gabungan Kejari Kapuas dan Cabjari Palingkau menunjukkan barang bukti terkait OTT dalam press rilis di Kantor Kejari Kapuas, Kamis (27/09/2018).

KopiOnline Jakarta, Tim Gabungan Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Palingkau dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kapuas, Kalimantan Tengah, melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Camat Kapuas Murung, Kalimantan Tengah.

Informasi yang diterima wartawan dari Agung, salah seorang staf Pusat Penerangan Hukum (Puspenkum) Kejaksaan Agung, menyebutkan, Camat Kapuas berinisial DP ditangkap di salah satu hotel di daerah tersebut karena menerima uang dari salah satu kepala desa.

“Oknum camat DP dibawa ke Kejaksaan Negeri Kapus untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tulis Agung kepada wartawan di Kejaksaan Agung (Kejagung). Kamis (27/09/2018).

Operasi tangkap tangan itu berawal saat Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Palingkau menerima pernyataan dari enam kepala desa yang masing-masing dimintai uang sebesar Rp12 juta oleh Camat Kapuas Murung berinisial DP itu, dengan dalih untuk mengamankan para kepala desa.

Kemudian, Kepala Cabjari (Kacabjari) Palingkau menerbitkan Surat Perintah Tugas untuk melakukan pengumpulan data dan bahan Keterangan yang selanjutnya didapat informasi DP meminta uang sekitar Rp20.000.000 kepada salah satu Kepala Desa bernama Tri Pertiwi

Permintaan uang itu dengan dalih untuk mengamankan pemberitaan dugaan tindak pidana korupsi.

“Pada Rabu tanggal 26 September 2018 pada 13.00 WIB, DP menyuruh Tri Pertiwi menemuinya di Hotel Bayu Kuala Kapuas untuk menyerahkan uang sesuai permintaannya,” katanya.

Hingga Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap DP dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penangkapan Kepala Kejaksaan Negeri Kapuas Nomor : Print-1376/Q.2.12/Fd.1/09/2018 tanggal 26 September 2018 oleh Tim Gabungan Kejari Kapuas dan Cabjari Palingkau yang telah melakukan pemantauan terhadap DP. “Dari tangan DP diamankan sejumlah uang dan dua telepon seluler,” katanya.

Catut Nama Kejaksaan

Sementara itu menurut Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kapuas Syahrul Arif Hakim mengungkapkan,, tersangka yang juga merupakan pelaksana tugas (Plt) Camat Kapuas Murung itu bahkan diduga sudah mencatut nama Kejaksaan Negeri Kapuas untuk menakut-nakuti para kepala desa di wilayahnya hingga akhirnya meminta sejumlah uang.

“Selalu meminta minta uang mengatasnamakan instansi-instansi, jadi dia menghubungi kepala desa di wilayahnya itu dengan cara menakuti bahwa kamu mau diperiksa oleh instansi ini instansi ini,” ungkap Syahrul dalam konferensi persi di Kantor Kejari Kapuas, Kamis (27/09/2018) sore.

Bahkan, menurut dia, nama petugas kejaksaan juga dicatut tersangka, diduga dalam melakukan pemerasan terhadap kepala desa.

“Kalau nama Kacabjari Palingkau tidak tembus, nama Kasipidsus yang dipakai. Kalau tidak tembus lagi, nama Kepala Kejari yang dipakai. Dan kalau tidak tembus lagi nama Pak Kepala Kejati yang dipakai itu semua yang dilakukan tersangka mencatut nama kejaksaan,” bebernya.

Bahkan, menurut dia, instansi tertentu lainnya selain kejaksaan juga bisa digunakannya terhadap kepala desa di wilayahnya.

“Dan ada instansi lain juga. Jadi pada intinya dia menakut-nakuti, memaksa kalau tidak kasih sekian, saya lepas tangan dan ini bukan hanya pada satu kades saja. Nanti kami akan melakukan pemeriksaan semuanya disini,” pungkasnya. syamsuri

Leave a comment