Terbaru

Diduga Korupsi Rp 568 M Mantan Dirut Pertamina Ditahan Kejagung

KopiOnline Jakarta,– Setelah menjalani pemeriksaan selama hampir 5 jam di Gedung Bundar Kejaksaan Agung (Kejagung), mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Karen Galaila Agustiawan, akhirnya ditahan tim penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Agung (Kejagung), Senin (24/09/2018).

Penahanan selama 20 hari kedepan di Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur, itu terkait dugaan korupsi dan investasi perusahaan PT Pertamina (Persero) di Blok Baster Manta Gummy (BMG) Australia pada 2009 yang merugikan Negara Rp 568 miliar.

“Diperlukan langkah berupa penahanan maksud dan tujuannya telah memenuhi syarat dalam rangka penyelesaian perkara ini tersangka. Karen dilakukan penahana 20 hari rutan Pondok Bambu,” ujar Adi Toegarisman, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), kepada wartawan di Kejaksaan Agung, Senin (24/09/2018).

Dia menjelaskan saat PT Pertamina (Persero) melakukan investasi di perusahaan di Blok Baster Manta Gummy (BMG) Australia pada 2009 mengakibatkan merugikan Negara Rp 568 miliar. “Tidak membawa hasil istilahnya rugi pertamina di BMG,” tutupnya.

Sebelumnya, Saat dimintai tanggapan soal penahanan dirinya, Karen Galaila Agustiawan mengaku telah menjalankan sesuai prosedur yang berlaku.

“Masih proses hukum biar saja ini hukum berjalan sampai ke pengadilan.
Saya sebagai Dirut Pertamina saat itu sudah menjalani tugas saya mengikuti prosedur,” singkatnya sebelum menaiki mobil tahanan di KejaksaanAgung, Jakarta, Senin (24/09/2018).

Pantauan di lokasi, Karen Agustiawan yang keluar dari ruang pemeriksaan dengan rompi pink bertuliskan tahanan Kejaksaan Agung terlihat meneteskan air matanya. Karen Galaila Agustiawan sebelum memasuki mobil tahanan juga terlihat berpelukan dengan para kerabatnya sambil menangis.

Sebelumnya, Kamis (30/08/2018) lalu, Bekas Direktur Keuangan PT Pertamina, Frederik Siahaan dijebloskan kebalik jeruji besi oh penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung. Frederik merupakan tersangka dugaan korupsi ini. Tersangka Frederik ditahan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung RI selama 20 (duapuluh) hari terhitung mulai tanggal 30 Agustus 2018 sampai dengan 18 September 2018.

Penahanan berdasarkan surat perintah penahanan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-20/F.2/Fd.1/08/2018 tanggal 30 Agustus 2018. Rabu (08/08/2018) lalu, mantan Manager Merger dan Investasi (MNA) pada Direktorat Hulu PT Pertamina (Persero) Bayu Kristanto ditahan penydik.

Kasus ini menetapkan empat orang tersangka yakni Mantan Direktur Utama PT Pertamina, Karen Galaia Agustiawan. Sedangkan tiga tersangka lainnya yakni Chief Legal Councel and Compliance, Genades Panjaitan dan mantan Direktur Keuangan, Frederik Siahaan serta mantan Manager Merger & Acquisition (M&A) Direktorat Hulu PT Pertamina berinisial Bayu.

Para tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-UndangNomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kasus itu berawal pada 2009 PT Pertamina (Persero) telah melakukan kegiatan akuisisi (Investasi Non Rutin) berupa pembelian sebagian asset (Interest Participating/ IP) milik ROC Oil Company Ltd di lapangan Basker Manta Gummy (BMG) Australia berdasarkan Agreement for Sale and Purchase-BMG Project tanggal 27 Mei 2009.

Dalam pelaksanaanya ditemui adanya dugaan penyimpangan dalam pengusulan investasi yang tidak sesuai dengan Pedoman Investasi. Dalam pengambilan keputusan investasi tanpa adanya Feasibility Study (kajian kelayakan) berupa kajian secara lengkap (akhir) atau Final Due Dilligence dan tanpa adanya persetujuan dari Dewan Komisaris.

Maka dari itu mengakibatkan peruntukan dan penggunaan dana sejumlah 31,492,851 dolar AS serta biaya-biaya yang timbullainnya (cash call) sejumlah 26,808,244 dolar AS tidak memberikan manfaat ataupun keuntungan kepada PT. Pertamina (Persero). dalam rangka penambahan cadangan dan produksi minyak Nasional yang mengakibatkan adanya kerugian keuangan negara cq. PT. Pertamina (Persero) sebesar 31,492,851 dolar AS dan 26.808.244 dolar Australia atau setara dengan Rp568.066.000.000 sebagaimana perhitungan Akuntan Publik. syamsuri.

Leave a comment