Terbaru

Raimel Jesaja : Utamakan Pembenahan Kantor, Pembinaan SDM & Pelayanan

Kajari Jaksel Raimel Jesaja (kemeja putih) berbincang dengan salah satu penyewa kios makanan di halaman kantor Kejari Jaksel Jalan Rancho, Jakarta Selatan.

KopiOnline Jakarta, Setelah 18 bulan bertugas sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Selatan, Raimel Jesaja SH MH, akhirnya mendapat promosi sebagai Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan di Palembang.

Promosi itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Jaksa Agung HM Prasetyo Nomor : Kep-158/A/JA/09/2019 tertanggal 14 September  2018.

“Sebagai seorang jaksa, saya siap ditugaskan dimanapun sesuai dengan perintah pimpinan dan selalu bersyukur,” ujar Raimel Jesaja dalam percakapannya dengan wartawan di kantornya Kejari Jakarta Selatan pekan lalu.

Ia menuturkan, selama setahun setengah bertugas sebagai Kajari di Jakarta Selatan banyak hal yang telah dilakukannya. Mulai dari pembenahan kantor, pembinaan sumber daya manusia (SDM) baik jaksa maupun pegawai tata usaha, penanganan perkara dan pelayanan umum. “Sangat berkesan bertugas di Kejari Jakarta Selatan,” tuturnya.

Raimel menyatakan, selama bertugas di Kejari Jaksel dirinya tidak segan-segan memberikan sanksi terhadap jajarannya yang tidak melaksanakan tugas secara profesional.

Kajari Jaksel Raimel Jesaja (kemeja putih) meninjau koperasi Adhyaksa.

“Apabila yang bersangkutan tidak menunaikan tugasnya secara profesional pasti saya tindak. Kalau tidak beres, saya ganti,” katanya. Lantaran hal itulah, sambung Raimiel, dirinya selalu meminta semua anggotanya, baik di bagian tata usaha maupun jaksa di seluruh bidang, harus bekerja secara optimal.

“Saya mempunyai konsep yang jelas. Pertama saya sosialisasikan ke kawan-kawan di Kejari Jaksel agar bertanggungjawab terhadap semua tugas-tugasnya masing-masing,” tegasnya.

Kemudian, sambungnya, dirinya juga langsung menginvestigasi kinerja jajarannya tersebut di lapangan, apakah karyawan tersebut sekedar iya-iya saja, tapi kenyataannya berbeda.

Kalau kenyataannya berbeda, lanjut Ramiel, barulah dirinya bertindak tegas dengan menegur. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan menggantikannya dengan yang lain. “Tentunya saya akan tanyakan terlebih dahulu alasannya,” ucap Raimel.

SATU PINTU

Sementara itu, terkait pelayanan prima kepada masyarakat yang membutuhkan informasi hukum kepada masyarakat, khususnya buat keluarga para tersangka yang berkunjung ke Kejari Jaksel, Raime langsung menerapkan satu pintu.

“Dimana petugas bidang-bidang, harus melayani masyarakat yang datang ke sini (Kejari Jaksel) untuk secepatnya dilayani. Jangan sampai mereka lama-lama menunggu. Kasihan mereka. Kita lakukan pelayanan prima. Bukan hanya bicara saja tapi harus ada karya nyata,” ujarnya.

Meski dikenal tegas, Ramiel juga terlihat sangat memperhatikan pegawai bawahannya yang belum mempunyai kendaraan pribadi. Dari pantauan di lokasi, terlihat satu bus baru ukuran sedang yang diparkir di halaman kejaksaan.

“Saya seringkali melihat mereka jalan kaki menuju halte menunggu omprengan. Karena itu, saya tergerak untuk membantu menyediakan bus baru untuk mengantar karyawan ke lokasi terdekat dengan kediamannya,” kata Ramiel.

Selain menyediakan 1 bus buat karyawannya, Raimel juga membuka kios koperasi dan 9 warung makanan yang menjual beraneka macam makanan di sekitar halaman parkir.

Selain membantu para pelanggar lalulintas yang lapar menunggu antrian saat mengurus surat kendaraannya yang ditilang, hal tersebut bisa membantu menambah penghasilan bagi masyarakat yang membuka usaha makanan di kios tersebut. Syamsuri.

Leave a comment