Terbaru

OKP Islam di Fakfak Minta Bupati & Polisi Usut Tuntas Kasus Daging Babi

KopiOnline Fakfak,- Puluhan pemuda, mahasiswa yang berasal dari OKP Islam di Fakfak, yakni HMI, IMM, PMII, KAHMI, Banser, Ansor, Pemuda Muhammadiyah, IPNU, IPPNU, Senat mahasiswa STAI Al Mahdi dan PII, serta masyarakat Kampung Perwasak, Rabu pagi tadi (19/09/2018), mendatangi Kantor Bupati dan Mapolres Fakfak, untuk menuntut perbaikan menejemen RSUD Fakfak, serta mengusut tuntas kasus “terselipnya” daging babi, yang dikonsumsi pasien RSUD Fakfak pada akhir Agustus lalu.

Kedatangan pemuda, mahasiswa dan masyarakat ini, diterima oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Fakfak, Charles Kambu, S.Sos. M.Si.

“Kami datang kesini, meminta kepada Bupati Fakfak, untuk melakukan perbaikan atau audit menejemen RSUD Fakfak, agar menjadi lebih baik,” ujar Rahman Patur, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Fakfak.

Rahman Patur menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut, sehingga menyebabkan keresahan bukan hanya bagi kaum muslim saja, tetapi juga membuat resah saudara yang beragama lain.

“Dalam masyarakat kita, jika dalam keluarga terdapat saudara yang beragama lain, mereka membedakan piring dan alat masak, sebagai penghormatan kepada saudaranya yang beragama lain. Jangan sampai kejadian di RSUD tersebut menodai keberagaman masyarakat,” tambah Rahman.

Menurut mahasiswa, pemerintah daerah dan kepolisian dianggap kurang cepat mengatasi masalah ini. Mahasiswa kuatir, jika lamban ditangani, masalah ini akan merembet menjadi masalah SARA dan merobek persatuan masyarakat Fakfak yang selama ini terjalin kuat dalam semboyan satu tungku tiga batu. Apalagi, informasi ini sudah menyebar luas di media sosial dan mendapat tanggapan bermacam-macam.

Mahasiswa juga menuntut agar MUI atau Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Fakfak, yang telah membentuk tim investigasi, dapat bertindak cepat, sehingga masalah tersebut cepat tuntas.

Charles Kambu, S.Sos. M.Si., mewakili Bupati dan Pemerintah Kabupaten Fakfak, menyampaikan permohonan maafnya atas kejadian di RSUD tersebut.

“Apa yang disampaikan tadi benar. Kita memiliki budaya penghormatan bagi saudara yang beragama lain. Saya tahu, piring, sendok dan lainnya, dipisahkan sebagai penghormatan. Untuk itu, dalam masalah ini pemerintah daerah sudah memanggil pihak rumah sakit dan rekanan. Dan kami sudah putuskan hubungan dengan rekanan tersebut. Dan tadi, kami sudah menerima rekomendasi dari MUI juga, yang akan segera kami bahas,” jelas Charles.

Usai melakukan aksi damai di Kantor Bupati Fakfak, massa yang menamakan diri Aliansi Organisasi Islam Kabupaten Fakfak itu, lantas menuju Mapolres Fakfak. Kedatangan mereka diterima Wakapolres Fakfak, Kompol. Ilhamsyah, S.Pd.

Munawir Rengen, Ketua GP Ansor Kabupaten Fakfak, dihadapan Wakapolres meminta agar kasus tersebut diusut tuntas.

“Kami meminta agar kepolisian segera menuntaskan masalah ini,” tegas Munawir.

Atas permintaan tersebut, Wakapolres menyampaikan bahwa, pihaknya telah melakukan langkah sesuai prosedur.

“Tanggung jawab kami tentu menyelesaikan masalah ini, sesuai prosedur. Saya juga meminta, agar masyarakat menjaga situasi yang kondusif dan jangan mudah percaya informasi yang belum tentu benar,” ujar Wakapolres.

Sementara itu, Direktur RSUD Fakfak, dr. Maulana Patiran sendiri, dalam beberapa kesempatan melalui grup whatsapp infofakfak, menegaskan bahwa pihaknya telah memutus hubungan kerja dengan rekanan, dalam hal ini yang dimaksud adalah toko Primadona. Selain itu, Maulana juga sudah melakukan koordinasi dengan MUI, NU, FKUB dan kepolisian.

Sedangkan MUI Kabupaten Fakfak, setelah tim investigasi yang dipimpin Labai, S.H. menyelesaikan tugasnya, telah melakukan pertemuan dengan Bupati Fakfak dan audensi dengan Kapolres Fakfak. Rencananya, Kamis (20/09/2018) besok, MUI akan menggelar konferensi pers di aula Hotel HI, dan juga mengundang pimpinan OKP Islam di Fakfak. Kop/TN/wah

Tek foto : Aliansi organisasi islam Fakfak saat orasi

Leave a comment