Terbaru

Kejaksaan Agung Kembali Menerapkan CIA Untuk Mencegah Korupsi

Sudung Situmorang. Foto : Kop

KopiOnline Jakarta,– Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menerapkan CIA (Corruption Inpact Assesment) atau menggali akar masalah melalui fakta persidangan untuk mencegah tindak pidana korupsi.

Kali ini yang menjadi obyek CIA adalah kasus penguasaan lahan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Ngurah Rai, Denpasar, Bali, milik Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Kasus sudah diputus pengadilan dan telah mempunyai kekuatan hokum tetap (inkract).

Staf Ahli Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Sudung Situmorang menyatakan dengan pendekatan CIA Kejari  Denpasar telah menemukan akar masalah  pengusaan lahan itu, yakni pensertifikatan  TAHURA. Sertifikat terbit dengan memalsukan surat-surat yang menjadi dasar terbitnya sertifikat dan PBB (Pajak Bumi Bangunan (PBB).

“Kejari Denpasar telah melaksanakan pencegahan korupsi dengan cara CIA,” ujar Sudung kepada wartawan di Kejagung usai berkunjung ke Bali, Selasa (18/09/2018).

Sudung mendapat amanah dari Jaksa Agung HM Prasetyo untuk mensosialisasikan pencegahan korupsi dengan cara CIA melalui Kejari dan Kejati se-Indonesia.

Pihak Kejati Bali, tegas Sudung, telah berkoordinasi dengan Pemprov Bali, Kota dan Pemkab se-Bali terkait dengan akar muasal kasus sehingga kelak tidak terulang kasus yang sama.

“Selain sebagai penuntut umum, Kejaksaan juga mempunyai kewenangan untuk melakukan upaya pencegahan. Karena itu, dalam kasus Tahura, Bali ini, kami mencari akar persoalan yang menyebabkan kasus ini terjadi,” ujarnya.

Diduga kuat kasus penguasaan Tahura di Bali, tidak lepas dari keterlibatan oknum Badan Pertanahan Negara dan oknum pejabat daerah hingga terbit sertifikat dan PBB.

“Kami menghimbau, pihak BPN maupun kepala daerah untuk berhati-hati dalam mengeluarkan sertifikat tanah. Kami tidak ingin kasus ini terulang kembali di wilayah lainnya,” ujar Sudung.

Sebelumnya, Kejari Denpasar menetapkan 4 tersangka  yakni Sumadi adalah orang yang menyuruh melakukan dan turut serta melakukan baik secara sendiri, maupun bersama-sama dengan Wayan Rubah (terdakwa dalam berkas dan penuntutan terpisah), I Gede Putu Wibawajaya (almarhum) dan Drs. Nyoman Artana selaku Kasi Pengaturan dan Penataan Pertanahan Kantor Pertanahan Kabupaten Badung. Syamsuri.

Leave a comment