Terbaru

Gegara Neno Warisman Gunakan PA, Pilot & Awak Kabin Tak Bisa Terbang

KopiOnline Jakarta,- Artis lawas Neno Warisman yang sekaligus aktivis #2019GantiPresiden terekam video menggunakan public address system (PAS) atau mikrofon, berdampak pada awak pesawat. Sang Pilot dikenakan sanksi tidak bisa terbang, begitu halnya 5 awak kabin mendapat sanksi yang sama.

Penerbangan JT297 Lion Air yang membawa 176 penumpang dan diawaki oleh 2 orang penerbang dan 5 awak kabin lepas landas dari Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II pukul 22.25 WIB dan mendarat dengan baik di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten pada 23.53 WIB.

Setelah pesawat terbang beberapa menit dan tanda dikenakan sabuk pengaman dipadamkan, salah satu penumpang meminta izin kepada awak kabin untuk menggunakan alat (Public Announcement= PA) guna menyampaikan atau mengumumkan sesuatu kepada penumpang lain. 

Setelah pesawat terbang beberapa menit dan tanda dikenakan sabuk pengaman dipadamkan, salah satu penumpang meminta izin kepada awak kabin untuk menggunakan alat (Public Announcement= PA) guna menyampaikan atau mengumumkan sesuatu kepada penumpang lain. 

Permintaan itu dikabulkan dan dizinkan oleh awak kabin yang bertugas di bagian depan. Penumpang tersebut memanfaatkan peralatan PA dimaksud untuk berbicara dan komunikasikan hal-hal yang ingin disampaikan kepada penumpang lainnya. Melalui mikrofon tersebut, Neno Warisman tanpa diminta, meminta maaf ke penumpang dan curhat mengenai penolakan warga Pekanbaru Riau terhadap kedatangan dirinya

Pada saat Neno berbicara waktu yang bersamaan ada penumpang lain yang mengambil gambar dan disebarluaskan setelah mendarat di di Soekarno-Hatta, sebagaimana gambar dan video yang beredar luas di masyarakat.

Persetujuan dan atau pemberian izin kepada seseorang yang bukan awak pesawat dalam menggunakan peralatan yang ada di pesawat dan yang hanya boleh dioperaskan atau digunakan oleh awak pesawat tidak boleh terjadi. 

Persetujuan tersebut merupakan pelanggaran ketentuan pengoperasian pesawat  perusahaan dan peraturan perusahaan, Lion Air sudah mengenakan sanksi kepada awak pesawat baik penerbang (pilot) dan awak kabin yang memberikan izin penggunaan peralatan PA tersebut. Sanksi tersebut yakni Pilot tidak boleh terbang atau ”grounded”. Nasib serupa juga dialami 5 awak kabin.

Atas kejadian tersebut telah dilaporkan ke Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Demikian keterangan tertulis yang disampaikan Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Lion Air.

Bisa Dipidana, Neno Warisman: Terserah!

Sementara itu, Neno Warisman, aktivis #2019GantiPresiden, tak ambil pusing setelah Kementerian Perhubungan mengkritik dirinya karena menggunakan mikrofon pesawat saat menumpangi Lion Air JT 297 dari Pekanbaru Riau ke Jakarta, Sabtu (25/08/2018) akhir pekan lalu.

Ia sempat menggunakan public address system (PAS) atau mikrofon yang biasa digunakan pramugari pesawat untuk memberikan informasi saat menumpangi pesawat Lion Air JT 297.

Menurut Kemenhub, penggunaan PAS diatur dalam Internal Standard Operating Procedure (SOP) Lion Air. Dalam  SOP itu disebutkan, PAS hanya dapat digunakan oleh kru kabin untuk menyampaikan informasi kepada penumpang. Bukan digunakan oleh penumpang untuk menyampaikan informasi lain yang tidak terkait dengan operasional penerbangan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan menyatakan, tidak akan menoleransi segala bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh penumpang maupun personel penerbangan

Namun, saat ditanyakan perihal pelanggaran karena menggunakan fasilitas khusus, Neno tak mempedulikannya. “Terserah, ya,” kata Neno di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Selasa (28/08/2018).

Neno sebelumnya sempat menjelaskan, saat kejadian itu, ada satu penumpang yang meminta izin kepada pilot untuk memberikan mikrofon kepadanya. Mik itu digunakan Neno untuk curhat mengenai penolakan warga Pekanbaru terhadap kedatangannya saat hendak aksi deklarasi #2019GantiPresiden.

Neno juga sempat tertahan di dalam mobil dan baru dipulangkan ke Jakarta pada Sabtu jelang tengah malam. Sementara pesawat itu harus menunda keberangkatan beberapa jam khusus untuk menunggu Neno naik ke kabin.

“Ada banyak penumpang rugi, ada yang mau pergi itu sampai ke Sorong, semua tertunda’,” tuturnya. Karena itulah, Neno Warisman menggunakan mik pesawat guna meminta maaf,” jelasnya.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon malah menilai Neno Warisman tidak perlu meminta maaf. Menurut Fadli, yang seharusnya meminta maaf ialah pihak yang telah menahan keberangkatan pesawat.

“Yang harus jadi pertanyaan adalah siapa yang menahan pesawatnya. Ibu Neno mau masuk ke pesawat itu bukan keinginanannya, dipaksa oleh aparat keamanan. Setelah di sandera setelah 7,5 jam,” pungkasnya.

Neno Warisman Usir Polwan

Artis lawas sekaligus aktivis #2019GantiPresiden, Neno Warisman dan Ahmad Dhani,  menemui pemimpin DPR dan Komisi I DPR, Selasa (28/08/2018). Mereka bersama Relawan GantiPresiden2019 (RGP) lainnya hadir untuk meminta bantuan terkait aksi persekusi terhadap Neno Warisman di Pekanbaru, Riau, Sabtu (25/08/2018) akhir pekan lalu.

Neno mengungkapkan kejadian di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, Sabtu (25/8) akhir pekan lalu. Sebelum terjadi kericuhan, Neno sempat diminta oleh petugas kepolisian untuk kembali ke dalam bandara dan pulang ke Jakarta, namun dia menolak

“Saya bilang, bapak, saya mau keluar dan saya sabar menunggu bapak-bapak bertugas menyelesaikan massa yang mungkin ingin menunjukkan sesuatu,” kata Neno Warisman.

Kericuhan baru terjadi pada pukul 16.30 WIB, saat petugas gabungan mulai menutup pagar dan massa mulai bergerak menaiki pagar.

Dalam situasi yang mulai memanas itu, kata Neno, massa sempat melemparkan botol air mineral ke arah mobil yang ditumpanginya. Bahkan ia dihampiri oleh beberapa pihak untuk keluar dari mobil dan kembali pulang ke Jakarta. Namun, Neno beserta rombongan memilih untuk tetap di dalam mobil, kericuhan semakin tidak terkendali.

Mobil yang ditumpangi Neno Warisman mulai dihujani lemparan batu oleh massa pada pukul 21.00 WIB. Aksi tersebut yang membuat Neno memberi instruksi untuk menggerakan mobil. Dalam kejadian itu, ada pihak yang berusaha untuk menarik rombongan Neno keluar dari mobil.

“Saya mendengar ada yang menggebrak kaca, ‘woi keluar dari sini’ jadilah itu episode memaksa penarikan Pak Syamsul sambil bilang ‘saya bakar mobil ini’. Pak Syamsul dipegang oleh orang, setelah itu sopir ditarik. Ada tiga kali lemparan sampai ketiga, sopir ditarik lalu masuk polwan-polwan tinggal saya sendiri,” ujarnya.

Neno Warisman mengatakan, dirinya sempat ditawari roti oleh para Polwan tersebut, namun lagi-lagi ditolak. Neno malah mengusir Polwan tersebut ke luar dari mobil.

“Dia kasih roti, ibu makan ini buat ibu, saya tak mau roti, saya mau keadilan, saya butuh hukum yang baik. Ibu tak usah memaksa saya, ibu-ibu keluar saya mau salat,” katanya

Setelah aksi negosiasi serta kericuhan yang dialami oleh Neno Warisman beserta rombongan, dirinya langsung memilih untuk pulang. Sebelum memutuskan untuk pulang, dirinya sempat berpesan kepada Kepala BIN Daerah Riau yang saat itu turut serta dalam pemulangan Neno Warisman.

“Pak Kabinda kebenaran di dunia ini tak ada yang tahu, tapi ada satu hari nanti kita akan tahu siapa yang benar siapa yang salah,” pungkasnya.

Neno Warisman bersama para Relawan GantiPresiden2019 diterima oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon, Wakil Ketua Komisi I Hanafi Rais, Anggota Komisi I Asril Tanjung, Anggota Komisi III Muhammad Syafi’i dan Anggota Komisi I Budi Youyastri. kop

Berbagai Sumber

 

Leave a comment