Terbaru

Polda Papua Barat Dingatkan Agar Menghormati Hukum Adat

KopiOnline Soorong,- Berkaitan dengan permasalahan-permasalahan masyarakat adat di wilayah adat III Doberay yang sering langsung dilaporkan ke polisi, maka sebaiknya polisi berkordinasi dengan Dewan Adat di tingkatan Keret/marga, suku dan daerah agar diselesaikan dalam peradilan adat.

Untuk itu, Paul Finsen Mayor selaku Ketua Doberay III angkat bicara. Sebab, menurutnya masyarakat adat Papua masih berpegang teguh dengan hukum adatnya. Hukum adat jauh lebih sempurna dibandingkan apabila diselesaikan di kepolisian.

Di kepolisian, lanjut Mayor, yang  itu biasanya masih menyisakan persoalan dan biasanya salah satu pihak tidak puas dan masih dendam dan dikemudian hari akan melahirkan masalah baru. Ini fakta didalam kehidupan masyarakat adat Papua. Jadi, Kapolda Papua Barat (PB) segera instruksikan jajarannya sampai di tingkat polsek agar menghargai dan menghormati hukum adat Papua.

Kenapa demikian, karena tanah Papua dilindungi oleh UUD 1945 Pasal 18, UU No. 39 Tahun 1999 ttg HAM, UU NO. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi khusus Papua, dan Hukum Adat Papua yang masih hidup dan terus dipegang teguh oleh masyarakat Papua.

Oleh sebab itu, segera Polda Papua Barat mendidik bawahannya agar menghormati hukum adat Papua ketika sedang bertugas di Tanah Adat khususnya, di wilayah Adat Doberay.

“Kalau Otsus Aceh menggunakan syariat Islam, kalau kami Papua pakai syariat adat kami. Ini legitimasi negara untuk kami orang Papua jadi harus hormati kami,” tandasnya. KP/TN

Leave a comment