Terbaru

Kejari Jakbar Diuji Usut Dugaan Korupsi Proyek Swakelola Sudin SDA

Kopionline Jakarta- Tim Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat, yang melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi ratusan miliar pada proyek swakelola tahun anggaran (TA) 2017 di Kasudin Tata Air atau Sumber Daya Air (SDA) Pemkodya Jakarta Barat tidak ditemukan kerugian negara.

ADVETORIAL

Padahal menurut beberapa rekanan, kasus dugaan korupsi yang terjadi di Suku Dinas (Sudin) SDA tersebut memang ada di antaranya pengadaan mesin penyedot air. Rekanan pernah mengajukan mesin penyedot air berkekuatan sedot 250 bar. Namun Kepala Sudin menolak karena beralasan mereka sudah punya mesin penyedot air berkekuatan sedot 1000 bar.

Selain itum, kata rekanan, proyek swakwlola yang digadang-gadang paling besar kasus dugaan korupsinya kenapa justru tidak ditemukan kerugian keuangan negaranya, Padahal dalam pengerjaan oleh tiga PT yang memenangkan tender tersebut tidak sesuai dengan ketentuan. Anehnya, mana ada proyek PT milik swasta dikejakan oleh pegawai osorsing yang direkrut oleh pemerintah daerah.

Seharusnya proyek yang dimenangkan oleh pihak swasta itu dakam pengerjaanya harus dikerjakan oleh karyawan PT tersebut bukan dari pegawai tidak tetap hasil rekrutmen Pemda. Sebab, mereka itu sudah digaji oleh Pemda per orang sebesar Rp 3.600 juta per bulan untuk mengerjakan proyek-proyek pemerintah yang diprogramkan baik oleh kelurahan maupun kecamatan dan pemda.

Dan yang paling aneh lagi Kepala Suku Dunas SDA Jakarta Barat, Imron yang harus bertanggungjawab dalam hal ini malah bebas berkeliaran serta beraktifitas seperti biasa tanpa ada rasa bersalah. Sedangkan beberapa orang kepala seksi (Kasi) dan rekanan sudah diperiksa di Kejaksaan yaitu di Unit Tindak Pidana Khusus (Pidsus). Sedang Imron yang seharus jadi orang yang paling bertanggungjawab justru melenggang belum tersentuh hukum.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus), Dinar SH, saat dikonfirmasi Koran Pagi Online terkait dugaan korupsi di Sudin SDA Pemda Kota Jakarta Barat, yang sudah selesai tahap penyelidikanya hingga kini belum bisa ditemui. cha

Leave a comment