Terbaru

Pertemuan Prabowo – SBY Pastikan Cawapres, Sandiaga atau AHY?

KopiOnline Jakarta – Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto akhirnya menyambangi kediaman Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di kawasan Kuningan Jakarta selatan, Kamis (09/08/2018), setelah rencana pertemuan semalam gagal seiring mencuatnya isu “Jenderal Kardus”.

Prabowo tiba pada pukul 09.54 WIB. Prabowo tak turun dari mobilnya. Dia hanya menurunkan kaca sembari melempar sedikit senyum. Mobil Prabowo terus melaju masuk ke halaman kediaman SBY. Pagar pun ditutup sesaat setelah Prabowo masuk. Pertemuan pun digelar tertutup.

Capres yang juga Ketum Partai Gerindra ini tampak ditemani Sekjen Gerindra Ahmad Muzani. Ada juga Waketum Gerindra Sugiono. Waketum Gerindra Fadli Zon dan anggota Wanbin Gerindra Fuad Bawazier menyusul.

Prabowo santer diisukan berduet dengan Sandiaga Uno. Sandi pun disebut segera mengumumkan pengunduran diri sebagai Wagub DKI Jakarta hari ini. Namun dengan adanya pertemuan dua pimpinan partai ini, banyak yang berspekulasi bahwa Prabowo akan bersanding dengan AHY.

Manifestasi Ketidakpuasan

Waketum Partai Demokrat Syarief Hasan membela Wasekjen Andi Arief yang berbicara keras tentang Prabowo Subianto dengan menggunakan istilah jenderal kardus. Syarief menyebut pernyataan Andi Arief sebagai luapan kekecewaan terkait koalisi Pilpres 2019.

“Yang penting apa yang disampaikan Andi Arief itu merupakan manifestasi ketidakpuasan,” kata Syarief setelah mengikuti rapat di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Jl Mega Kuningan Timur VII, Jaksel, Kamis (09/08/2018).

Lontaran istilah jenderal kardus ditujukan Andi Arief terkait penentuan Cawapres Prabowo Subianto. Andi Arief menuding ada mahar untuk masuknya nama Sandiaga Uno sebagai bakal Cawapres.

Syarief lantas berbicara mengenai posisi Demokrat yang tidak pernah meminta posisi Cawapres kepada Gerindra. Demokrat, ditegaskan Syarief, menyerahkan kepada Prabowo untuk menentukan Cawapres.

“Tetapi tentu setelah diputuskan harus disampaikan ke Partai Demokrat,” katanya.

“Saya pikir yang disampaikan Pak Andi itu pandangan pribadi yang sangat tidak puas dengan kondisi yang ada,” sambung Syarief.

Namun Syarief menolak menyebut alasan kekecewaan Andi Arief. Syarief juga tak mau berbicara tentang tudingan duit yang disiapkan Sandiaga ke PKS dan PAN masing-masing Rp 500 miliar. “Ya, tanyalah ke Pak Andi,” kata dia.

Sementara itu, Andi Arief, yang ikut rapat di rumah SBY, mengatakan Demokrat tidak pernah melakukan perselingkuhan politik.

“Pada hari ini kami mendengar justru sebaliknya. Ada politik transaksional yang berada di dalam ketidaktahuan kami yang sangat mengejutkan. Padahal, untuk menang, bukan berdasarkan politik transaksional. Tapi dilihat siapa calon yang harus menang. Itu yang membuat saya menyebutkan jenderal kardus. Jenderal kardus itu jenderal yang nggak mau mikir artinya. Uang adalah segalanya,” ujarnya. dtk/kib/kop

 

Leave a comment