Terbaru

Terkait Video Mesum, Luna Maya & Cut Tari Tetap Berstatus TSK

KopiOnline Jakarta,- Hakim Florenssani Susanti Kendenan memutuskan menolak permohonan Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) terkait status hukum Cut Tari dan Luna Maya atas kasus video mesum pada tahun 2010 silam.

“Mengadili dalam eksepsi, menolak eksepsi pemohon, satu dalam perkara menyatakan permohonan praperadilan dari pemohon tidak dapat diterima. Membebankan biaya perkara kepada pemohon sebesar nihil, demikian diputuskan pada hari Selasa tanggal 7 Agustus 2018,” ujar Florenssani di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (07/08/2018).

Sebelumnya LP3HI mengajukan permohonan praperadilan untuk status tersangka (TSK) yang disandang oleh Cut Tari dan Luna Maya.

“Permohonan kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk memutus memerintahkan para termohon (Kapolri dan Jaksa Agung) untuk merehabilitasi nama baik Cut Tari Aminah Anasya binti Joeransyah M dan Luna Maya Sugeng,” demikian bunyi salah satu permohonan itu.

Selain itu, LP3HI juga meminta status tersangka dari Cut Tari dan Luna dihapuskan.

“Kemudian, memerintahkan kepada termohon satu untuk memberitahukan penghentian penyidikan terhadap Cut Tari dan Luna Maya kepada penuntut umum yaitu termohon dua,” ungkap Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Achmad Guntur.

Kasus itu bermula dari kemunculan dua video porno yang diperankan Ariel dengan Luna Maya dan Ariel dengan Cut Tari pada 2010 lalu. Ketiga selebritas itu pun tersandung hukum dengan jeratan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Proses hukum saat itu berada di tangan Bareskrim Polri. Ariel yang bernama asli Nazril Ilham ditetapkan sebagai tersangka. Singkat cerita, Ariel dihukum 3,5 tahun penjara dan denda Rp 250 juta.

Hukuman itu jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa yakni 5 tahun penjara dan denda Rp 250 juta. Namun, mantan vokalis band Peterpan itu membantah semua tuduhan jaksa.

Atas vonis tersebut, Ariel mengajukan banding hingga kasasi ke Mahkamah Agung (MA), namun segala upaya hukumnya itu ditolak. Ariel tetap menjalani hukumannya di penjara selama 3,5 tahun hingga akhirnya bebas bersyarat pada Senin, 23 Juli 2012.

Namun, rupanya Luna Maya dan Cut Tari yang awalnya berstatus saksi kemudian ditetapkan pula sebagai tersangka. Luna dan Cut Tari sendiri disangkakan Pasal 282 ayat 1 KUHP dalam kasus video porno.

Delapan tahun berselang, status tersangka kedua aktris itu tetap melekat meski tak terdengar publik. Hingga pada akhirnya Lembaga Pengawas dan Pengawal Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Alasannya, LP3HI menganggap Luna dan Cut Tari merupakan korban ketidakpastian hukum atau istilah populernya ‘tersangka seumur hidup’.

“Luna Maya dan Cut Tari apa pun adalah public figure yang semestinya diberi perlindungan hukum. Jika Luna Maya dan Cut Tari saja tidak mendapat perlindungan hukum, apalagi rakyat biasa, dikhawatirkan akan menjadi korban ketidakpastian penegakan hukum,” ucap Nugroho dalam keterangannya, Jumat (03/08/2018).

Atas hal ini, Polri membantahnya. Menurut Polri, penyidikan kasus Luna Maya-Cut Tari tetap berjalan. Tentang tidak adanya kabar soal perkembangan kasus, Polri mengatakan proses hukum tak semuanya diungkap ke publik.

“Ada etika penyidikan yang harus tidak disampaikan ke publik karena, satu, bisa mengganggu proses penyelidikan dan penyidikan, kedua, ada norma di dalam sosial kemasyarakatan,” imbuh Iqbal.

Setelah praperadilan ditolak, Luna Maya dan Cut Tari berarti masih berstatus tersangka kasus video porno. Kop/kom/dtk

Leave a comment