Terbaru

Icomos Unesco Tak Merekom Kota Tua Sebagai World Herritage PBB

KopiOnline Jakarta,- Kendati banjir kritikan, akhirnya revitalisasi Kota Tua khususnya Kali Besar terwujud pula. Kali yang mengalirkan air langsung ke muara ini sedikit demi sedikit sudah terlihat indah nan cantik. Kekhawatiran sebagaian masyarakat Jakarta itu, bila di musim penghujan akan menghambaat arus air yang akan berakhir ke laaut.
Revitalisasi Kali Besar tersebut merupakan salah satu agenda pemerintah provinsi DKI Jakarta saat ini. Setelah dilakukan pemugaran sejak 2016 silam, akhirnya “wajah baru” Kali Besar ini telah diresmikan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, pekan lalu.
Salah satu yang menarik adalah taman terapung di atas kali ini. Pijakan berwarna abu-abu ini juga ditanami pohon tepat di tengahnya. Benar-benar berbeda dari taman pada umumnya.
Kali Besar berada tepat di belakang kawasan Museum Fatahilah, dan dikelilingi oleh gedung-gedung tua yang penuh histori.
Salah satunya adalah Toko Merah yang sudah dibangun sejak 1870-an, dan salah satu bangunan tertua di kota Jakarta. Selain itu, masih banyak bangunan dengan desain klasik yang keren banget.
Namun demikian, Kali yang didesain menjadi Taman Apung yang diprakarsai dan didisain Budi Liem ini tentu menjadi kekhawatiran tersendiri. Sebab, Kali berubah fungsi menjadi kolam. Padahal Kali Besar merupakan kanal yang menampung dari sejumlah Kali menuju muara laut Konon, gegara revitalisasi Kali Besar ini, Icomos Unesco tidak merekomendasikan Kota Tua sebagai World Herritage PBB. kop

Leave a comment