Terbaru

Terkait Anggota DPR, Penyidik PMJ Masih Dalami Dugaan Pemukulan di Pondok Indah

KopiOnline Jakarta,- Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya masih mendalami kasus pemukulan yang diduga dilakukan anggota DPR RI, Herman Hery terhadap pasangan suami istri (Pasutri) Ronny Yuniarto Kosasih (32) dan Iris Ayuningtyas Gandha (33) di Jalan Arteri Jalur Bus Way Pondok Indah Jakarta Selatan, Minggu (10/07/2018) lalu.
Kedua korban sudah memenuhi panggilan ke Mapolda Metro Jaya untuk dimintai keterangan dan melengkapi pemberkasan. Ronny diperiksa pada Rabu, (04/07/2018) sebagai pelapor dan korban. Sedang Iris diperiksa selaku saksi korban, Jumat malam (06/07/2018). Kedua korban didampingi kuasa hukumnya, Febby Sagita, SH dan Yanuar Bagus Sasmito, SH.
Dipanggilnya korban ke Polda Metro Jaya yaitu menindak lanjuti proses pemeriksaan pelimpahan dari Polres Jakarta Selatan,” kata Yanuar kepada media ini di Polda Metro, Jumat malam (06/07/2018) seusai pemeriksaan.
Dijelaskan Yanuar, saat pemeriksaan yang pertama mempertegas peristiwa pidana terjadi yaitu pengeroyokan yang dilakukan oleh pelaku bersama-sama dengan supirnya, Pasal 170 KUHP dan yang kedua untuk mempertegas siapa pelakunya.
Iris Ayuningtyas Gandha (33) diperiksa sebagai saksi terkait kasus pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh Herman Hery bersama supirnya dengan cara bertubi-tubi memukul menendang korban. Istri korban histeris melihat suaminya jatuh tergeletak kemudian istri korban keluar dari mobil dan lari berusaha melindungi dengan memeluk korban karena dibahu bagian kiri korban ada pen bekas kecelakaan.
Korban Ronny dalam posisi tergeletak di jalur busway yang di sebelahnya dari arah berlawanan, kemudian istri korban ikut kena sasaran ditendang dengan keras di bagian rahang, pipi sebelah kanan dan dipukul dengan kencang di bagian belakang kepala. Warga yang melihat peristiwa itu kemudian berusaha melerai dan memiisahkan. Istri korban memaksakan suaminya masuk kedalam mobil.
“Itu yang disampaikan oleh klien kami selaku istri korban kepada penyidik dan dituangkan di dalam berita acara. Bahkan, kami sudah melaporkan permasalahan ini ke MKD,” tandas Yanuar.
Untuk mengetahui dan memastikan bahwa pelaku itu Herman Hery, maka ditelusuri mulai dari mobil kepemilikan mobil mewah merk RollRoice Nopol B 88 NTT yang digunakan pelaku pada saat kejadian di TKP ( tempat kejadian perkara). Selain itu menanyakan kepada temen-temen komunitas Automotive. Menurut informasi mobil tersebut digunakan oleh Herman Hery yang merupakan anggota DPR RI.
Langkah berikutnya dicek di google, maka keluarlah gambar foto yang tak lain adalah Herman Hery yang raut wajahnya masih dikenali kedua korban pasangan suami istri (Pasutri) ini. Maka dalam pemeriksaan, Iris Ayuningtyas yang diperiksa sebagai saksi meyakini bahwa pelaku pengeroyokan adalah Herman Hery sesuai gambar foto yang ada di google.
“Pada saat diperiksa, lanjut Yanuar, secara tegas korban mengatakan bahwa yang melakukan penganiayaan adalah Herman Heri bersama supirnya. Saya ke Polda ini untuk nenuntut keadilan dan bukan menga-ada. Kami tidak berurusan dengan politik. Jadi, apa yang dialami, baik kronologi dan bukti pendukung untuk kelengkapan pemberkasan sudah kami sampaikan kepada penyidik, ” tandas Yanuar.
Yanuar juga mempersilakan jika pihak Herman Hery mau melaporkan balik kliennya ke pihak kepolisian. “Kita persilakan aja ya, karena itu haknya mereka. Tapi bila laporan itu bohong maka ada sanksi pidananya,” ujarnya.

Dibantah Herman Hery

Sebelumnya, Petrus Salestinus selaku kuasa hukum Herman membantah tuduhan bahwa kliennya melakukan penganiayaan yang terjadi di busway Jalan Rateri Pondok Indah, Jakarta Selatan pada Minggu (10/06/2018) lalu.
“Kronologi peristiwa kejadian di jalur Busway pada tanggal 10 Juni 2018 adalah tidak benar sepanjang hal itu dikaitkan dengan Herman Hery sebagai pelaku,” kata pengacara Herman Hery bernama Petrus Selestinus dalam keterangan pers, Kamis yang lalu.
Ia menyesalkan pemberitaan yang dirasanya telah menuduh Herman secara sepihak, tanpa mengecek ke Herman Hery langsung. Menurutnya, kabar penganiayaan Ronny telah melanggar hak-hak Herman Hery.
“Karena itu berita yang menyebutkan bahwa Herman Hery sebagai pelaku pemukulan terhadap Saudara Ronny Kosasih Yuliarto (Ronny Yulianto Kosasih -red), jelas merupakan pembunuhan karakter terhadap Herman Hery, politis, dan tendensius terlebih-lebih tanpa konfirmasi dan cek and ricek,” kata Petrus.

“Kita sudah kumpulkan semua bukti pendukung. Setidaknya kan kalau dia mengakui itu adiknya bahwa mobil itu benar ada keterkaitannya dengan dia,” kata Yanuar Bagus Sasmito,SH dan Febby Sagita selaku kuasa hukum Ronny saat ditemui media ini di Polda Metro, Jumat malam (06/07/2018) seusai diperiksa tim penyidik. kop.

Leave a comment