Terbaru

Natalis B. Kaket ; Saya Siap Membimbing Petani Karet di Papua

KopiOnlune Papua,- Produksi karet adalah salah satu  unggulan petani lokal Orang Asli Papua ( OAP ) di wilayah  Selatan Papua yang harus dihidupkan, karena berpotensi memberikan kesejahteraan bagi masyarakat pribumi. Produksi karet yang mengalami stagnasi  perlu digerakkan kembali dengan memberikan bimbingan secara intensif kepada petani karet di wilayah selatan Papua.

“Produksi karet saa ini tengah mengalami stagnasi akibat ketidak profesioanalismenya perusahaan atau perorangan sehingga harga karet di pasaran mengalami pasang surut. Komoditas karet sudah tidak aktif lagi dibandingkan komoditas kelapa sawit yang lebih menjajikan saat ini kepada masyarakat di wilayah selatan Papua karena tidak dibimbing” kata Direktur PT Kaiwen  Jodya Sejahtera Boven Digoel Merauke Papua, Natalis B. Kaket kepada wartawan belum lama ini.

Direktur PT Kaiwen Jodya Sejahtera Boven Digoel Merauke Papua, Natalis B. Kaket . ist

Dijelaskan, Ia telah melakukan bimbingan dengan penyadapan getah karet secara insentif dan saat ini sudah berjalan walaupun selangkah dua langkah.

Menurutnya, potensi karet yang ada di selatan Papua ini terdapat di  wilayah Kabupaten Merauke ( Distrik Jagebob, Kampung Poo, Erambo, Kewell, Bupul, Muting), Kabupaten Boven digoel (Distrik MindipTana, Kombut, Iniyandit, Subur dan Jair) dan sampai wilayah Kabupaten  Mappi Distrik Edera Bade ini merupakan daerah peta karet dari jaman Belanda dan dari dulu sudah ada, sementara saat ini sudah mati atau tidak aktif lagi.

“Saya sangat mengharapkan  petani karet di Merauke mulai menghidupkan lagi dan kembali manyadap karet. Karena petani karet sudah ada sejak jaman Belanda,” tandas Natalis.

Natalis juga menambahkan, telah melakukan dan membimbing petani karet dengan proses pengukuran kematangan pohon, cara menyayat, cara pencampuran dengan latex  untuk mendapatkan sit (lembaran karet) yang baik dengan proses pengasapan  menjadi sebuah sit yang dibutuhkan pabrik. Namun demikian para petani belum mencapai tentang tingkatan itu.

Ditambahkan, sampai saat ini di Mindip Tana sudah ada petani sekitar 20 orang yang difokuskan dengan penghasilan 15 juta per bulannya. Untuk itu Natalis mengajak teman-teman yang berada di wilayah selatan Papua untuk berkomunikasi  dan mulai menghidupkan karet. Apabila  usia pohon 30 tahun maka 20 tahun baru pohon karet yang ada yang masih usia produktif bisa menghasilkan uang.

“Saya siap membimbing teman-teman dari wilayah Selatan Papua. Bila perlu saya akan turun langsung mengajarkan cara penyadapan karet mumpung pohon karet di wilayah Selatan masih banyak,” ucap Natalis.  Kop/TN

Leave a comment