Terbaru

IndexPolitica Unggulkan Pasangan Harno – Fitri Menangi Pilwako Palembang

KopiOnline Palembang,- Lembaga Riset Politik IndexPolitica merilis temuan penelitian terhadap persepsi masyarakat kota Palembang untuk Pilkada Walikota dan Wakil Walikota Palembang yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2018 nanti. Metode yang digunakan adalah Multi Stage Random Sampling dengan jumlah responden adalah 600 orang margin of error 4% dan tingkat kepercayaan adalah 95%.

Denny Charter Direktur Eksekutif IndexPolitica menjelaskan bahwa untuk elektabilitas pasangan calon nomor urut 1 Harnojoyo – Fitrianti Agustinda berada diurutan teratas dengan 37.06%, di urutan kedua adalah pasangan calon nomor urut 2 yakni Sarimuda – Abdul Rozak dengan 25.71%, di ikuti oleh pasangan No urut 4 Mularis Djahri – Syaidina Ali dan diurutan terakhir adalah pasangan calon nomor urut 3 M Akbar Alfaro – Hernoe Roespriadji dengan 7.35%. Yang belum menentukan pilihan sebesar 13.86% dan yang tidak akan memilih adalah 3.71%.

Denny Charter Direktur Eksekutif IndexPolitica

Keunggulan Harnojoyo – Fitrianti tidak terlepas dari tingkat kepuasan warga kota Pelembang yang cukup tinggi yakni mencapai 70.1 % dan ada 29.9% yang tidak puas dengan kinerja pemerintah kota sebelumnya. Denny menjelaskan Harnojoyo – Fitrianti sangat diuntungkan dengan hal ini.

Pilkada kali ini sebenarnya adalah rematch dari Pilkada sebelumnya dimana tiga kekuatan kembali bersaing yakni Harnojoyo, Sarimuda, dan Mularis Djahri. Tapi persaingan hanya terjadi untuk pasangan no urut 1 Harnojoyo – Fitrianti dan no urut no.2 Sarimuda – Abdul Rozak. Saat ini pasangan calon Sarimuda – Rozak unggul di 5 kecamatan yakni Kecamatan Gandus, Plaju, Kalidoni, Sematang Borang, dan Kecamatan Sako sisanya 11 kecamatan Harnojoyo – Fitrianti unggul. Pasangan no urut 4 Mularis Djahri – Syaidina Ali membayangi Sarimuda – Rozak dan Harnojoyo – Fitrianti di Kecamatan Ilir Timur 1 dan Kecamatan Kertapati jelas Denny kepada awak media.

Temuan lain dari IndexPolitica adalah mengenai politik uang. Ada 16 % responden yang menyatakan akan mengubah pilihan berdasarkan pemberian uang. Namun secara umum politik uang (money politik) di Kota Palembang tidak berpengaruh signifikan karena sebagina besar responden menyatakan akan mengambil uang pemberian tapi akan tetap memilih pasangan calon pilihan sendiri. Hanya 7% yang akan mengambil uang pemberian dan memilih pasangan calon yang memberikan uang jelas Denny.

Politik uang merusak tatanan Demokrasi untuk itu Denny berharap kepada Panwaslu untuk lebih mengetatkan pemantauan terhadap usaha usaha praktek Politik uang yang dilakukan oleh Timses pasangan calon. maste

Leave a comment