Terbaru

Index Politica : Pasangan H Askolani – H Slamet Unggul di Banyuasin

KopiOnline Banyuasin,- IndexPolitica melakukan riset opini public terhadap persepsi masyarakat Banyuasin untuk Pilkada Bupati dan wakil Bupati Kab Banyuasin 2018 – 2023. Survey dilakukan dengan metoda Multistage Random Sampling dari tanggal 28 Mei sd 6 Juni 2018 dengan jumlah sample 1000 orang, margin of error 3.5%  dan tingkat kepercayaan 95%.

Untuk tingkat elektabilitas pasangan nomor urut 5 H Askolani – H Slamet (SOLMET) berada di urutan taratas dengan 34.93% di ikuti oleh pasangan no urut 4 H Syaiful Bakhri – H Agus Salam dengan 22.01%, kemudian H  Husni Thamrin Madani – H Supartijo  dengan 16.39%, selanjutnya oleh Pasangan No. 2 H Arkoni MD – H Hazwar Hamid dengan 12.08%, dan urutan terakhir adalah H Agus Yudiantoro – H Hazwar Bidui dengan 5.62% dimana untuk saat ini ada 22.37% masyarakat yang belum menentukan pilihan dan 2.63% memutuskan tidak akan memilih pada Pilbup 27 Juni nanti.

Menurut Deni pasangan nomor urut 5 H Askolani – H Slamet memiliki trend yang positif sejak setahun terakhir. Dari April tahun lalu sampai dengan sekarang baik H Askolani atau H Slamet selalu berada diatas di setiap survey yang dilakukan oleh beberapa Lembaga survey nasional. Ini menunjukan bahwa kerja politik yang serius akan memberikan hasil yang baik pula, hal seperti ini adalah edukasi politik yang baik dan patut ditiru oleh politisi politisi muda kita.

Deni Lesmana yang merupakan Direktur Riset Lembaga IndexPolitica melanjutkan bahwa temuan dari penelitian yang dilakukan oleh IndexPolitica di Banyuasin angka swing voter (pemilih mengambang) masih cukup tinggi dan mencapai 22.37% sehingga menjadikan Pilkada Banyuasin semakin menarik sampai ke detik akhir. Karena arah dukungan swing voter di detik detik terakhir dapat menjadi penentu kemenangan bagi pasangan kandidat pada Pilkada di Kab Banyuasin saat ini.

Satu hal lagi yang menjadi temuan IndexPolitica adalah pengaruh politik uang (money politic) yang masih cukup tinggi di Kab Banyuasin. Ada 20% responden yang spontan menjawab setuju dengan pemberian uang dalam menentukan pilihan dalam pemilu nanti jelas Deni Lesmana. Dan ada 21 % lagi menyatakan kurang setuju artinya potensi pengaruh politik uang bisa mencapai diatas 30% khusus di Kab Banyuasin. Untuk itu Deni Lesmana menekankan kepada Panwaslu untuk lebih memperketat pengawasan dan mencegah usaha usaha praktek Politik Uang di Kabupaten Banyuasin terutama di wilayah perairan. Politik uang mencederai demokrasi sudah kewajiban bagi kita sebagai warga negara yang baik untuk mencegah terjadinya hal tersebut ujar Deni. maste

Leave a comment