Terbaru

Komjen Iwan Bule Pertaruhkan Jabatan, Hingga Netralitas Jadi Sorotan

KopiOnline Bandung,- Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, resmi melantik Komjen Pol Iriawan sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Senin (18/06/2018). Hal itu dilakukan untuk mengisi kekosongan kursi Gubernur Jawa Barat yang ditinggalkan oleh Ahmad Heryawan karena habis masa jabatannya pada 13 Juni lalu.

Mantan Kapolda Metro Jaya yang akrab disapa Iwan Bule ini akan menjabat selama beberapa bulan hingga gubernur baru dilantik pada September nanti. Pelantikan dan serah terima jabatan ini disaksikan oleh mantan Gubernur Jawa Barat, Ahmar Heryawan.

Tampak hadir Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Jawa Barat, Iwa Kartiwa, yang melaksanakan tugas sebagai Plh selama beberapa hari sampai dilantiknya Komjen Iriawan sebagai Pj Gubernur. Baik Iwan dan Aher juga menerima piagam dan penghargaan dari Mendagri, Tjahjo Kumolo.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Utama Lemhannas yang tak lain adalah Komjen Pol Mochammad Iriawan, yang dilantik sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, tidak mempersoalkan sorotan berbagai pihak terkait netralitasnya saat memimpin. Ia menegaskan jika tidak netral, maka karier dan jabatannya menjadi pertaruhan.

“Sayang bagi saya jika berbuat yang tidak baik. Ini pertaruhan bagi saya dan kalau tidak netral sayang karier saya,” kata Iriawan usai pelantikan di Gedung Merdeka Bandung, Jawa Barat, Senin (18/06/2018).

Iriawan mengatakan tidak ingin merusak karier gemilangnya yang telah dibangun dari bawah. Dia ingin di sisa masa kariernya dapat sukses di segala sektor, termasuk jabatan yang diemban saat ini.

“Di bidang kamtibmas sebagian masyarakat menilai saya sukses dan saya juga ingin sukses di bidang pemerintahan. Apabila saya sudah dipanggil yang Mahakuasa saya ingin ada catatan sejarah yang baik dan sesuai dengan on the track,” kata mantan Kapolda Metro Jaya tersebut.

Iriawan menerima segala kritikan dan sorotan yang diberikan kepadanya usai dilantik sebagai Pj Gubernur Jawa Barat. Menurutnya itu merupakan hal biasa dalam berdemokrasi.

“Namanya demokrasi, berbeda pendapat tapi tujuannya sama juga. Yaitu menjaga negara kita tetap utuh sebagai NKRI, khususnya Jabar,” katanya. Lebih lanjut, kata Iriawan, jabatan sebagai Pj Gubernur Jawa Barat merupakan tugas yang berat karena harus melanjutkan kesuksesan gubernur sebelumnya yaitu Ahmad Heryawan yang telah memimpin selama 10 tahun.

“Sehingga kami akan melanjutkan program beliau. Sesuai dengan arahan pak menteri kami akan melayani masyarakat dan mengawal pembangunan melalui APBD. Selain itu, kami juga akan mengawasi ASN untuk netral di Pilgub Jabar,” katanya.

Iriawan dilantik menjadi pejabat nomor satu di Jawa Barat berdasarkan Keppres 106/P/tahun 2018 yang dikeluarkan pada 8 Juni 2018. Penunjukan Iriawan tersebut menuai polemik. Sejumlah pihak menyebut Iriawan adalah sosok yang tepat dalam mengamankan Jabar, terlebih jelang Pilkada Serentak 2018.

Sementara pihak lainnya menduga ada konflik kepentingan dalam penunjukkan Iriawan, salah satunya dari Partai Demokrat yang menilai langkah itu dapat menimbulkan asumsi bahwa pemerintah mendukung pasangan calon (paslon) gubernur Jabar TB Hasanuddin-Anton Charliyan. lp6/kop

Leave a comment