Terbaru

Kadis PE DKI ; Pohon Imitasi itu Barang Pengadaan Tahun Lalu

KopiOnline Jakarta – Pemasangan pohon imitasi yang sempat menghebohkan dan menjadi polemik itu akhirnya tuntas setelah Kepala Dinas Perindustrian dan Energi (PE) DKI Jakarta Yuli Hartono, menceritakan soal awal mula pohon imitasi. Ia kaget saat pemasangan pohon imitasi malah diprotes sejumlah pihak.

“Saya kaget juga tanggal 30 (Mei) lihat di medsos kok rame. Ada kita pasang pohon tapi nggak diterima oleh masyarakat. Langsung panggil pak Iswandi (Kasudin PE Jakpus) itu kok banyak yang komplain? ‘Iya Pak itu ada pemasangan pohon kita’. Terus masalahnya apa? Ditaruh di mana? ‘Di tempat tahun lalu, Pak’. Kok bisa ada komplain? ‘Saya nggak ngerti’. Ya sudah untuk sementara disetop dulu lah,” kata Yuli di kantornya, Jalan Taman Jatibaru I, Jakarta Pusat, Senin (04/06/2018).

Ia menyatakan pohon imitasi yang dipasang itu adalah barang dari pengadaan tahun lalu karena tahun ini tak ada pengadaan pohon imitasi. Yuli pun memerintahkan pemasangan pohon imitasi disetop.

Saya tanya barang dari mana? ‘Dari gudang, Pak’. Pengadaan kapan? ‘Tahun lalu, Pak, kita nggak ada tahun ini’. Ya sudah setop dulu kasihan Pak Gubernur dibully di medsos. Pagi sudah mulai ramai itu, diingatkan sama teman-teman SKPD kok ramai begitu,” ujarnya.

Setelah memerintahkan penghentian pemasangan pohon imitasi, ia pun berkoordinasi dengan dinas lainnya. Yuli lantas mengeluarkan rilis untuk menjelaskan soal pemasangan pohon imitasi tersebut.

Selain itu, Yuli juga menegaskan tak ada anggaran yang dikeluarkan untuk biaya pemasangan dan pembongkaran pohon imitasi itu. Hal itu karena pohon imitasi tersebut dipasang dan dibongkar oleh petugas PJLP (Petugas Jasa Lainnya Orang Perorang) yang dikelola oleh Dinas PE.

“Mau siang, malam, sore, pagi itu nggak ada masalah kita semua swa-kelola dengan gaji mereka. Jadi dalam rilis pertama itu kami bilang ke Pak Gubernur kami nggak mengeluarkan dana sepeser pun,” ucap Yuli.

Yuli pun sempat bercerita dia ditanyai oleh Anies mengapa pemasangan pohon imitasi itu ramai dibahas. Ia pun tak tahu kenapa saat ini keberadaan pohon imitasi itu diributkan, padahal dipasang di titik yang sama dengan tahun 2017.

“‘Kamu pasang di mana?’ Di titik yang sama, Pak. Karena pohon itu pakai baut bawahnya. ‘Lah kalau seperti itu kenapa sekarang diributin? Tahun 2017 nggak diributin?’ Saya nggak tahu,” tutur Yuli.

Sebelumnya, sebanyak 48 pohon imitasi dipasang di trotoar yang ada di jalan Medan Merdeka Barat hingga jalan Thamrin. Namun akibat dinilai menghalangi pejalan kaki, pohon itu akhirnya dicabut. dtk/kop

Leave a comment