Terbaru

Wow … Keren, Melukis Tak Perlu Mahal, Tanah & Bunga Bisa Jadi Pewarna

KopiOnline Pontianak,- Melukis tidak selalu identik dengan bahan pewarna yang instan yang biasanya dijual dipusat-pusat perbelanjaan atau toko-toko khusus yang menjual perlengkapan sekolah. Ternyata, lingkungan disekitar kita terdapat sumber pewarna alami yang bisa dijadikan bahan pewarna lukisan yang murah meriah seperti tanah.

Sumber pewarna alami dari unsur tanah inilah yang coba diajarkan Master Pelukis Tanah, Ami Asih Amongsari yang kesehariannya menjadi Pelatih di Kedutaan Indonesia dan German. Pengalaman 40 tahun mengajar di luar negeri sebagai Pelukis Tanah ingin dibagikannya kepada pelukis-pelukis cilik di Kalimantan Barat melalui kegiatan Tour Study Indonesia dan Pontianak menjadi labuhan dalam tournya tersebut.

Untuk membagikan ilmunya itu, Ami Asih Amongsari menjalin kerjasama dengan Lyn’s Foundation yang menyediakan tempat dan mengundang pelukis-pelukis cilik pemenang lomba mewarnai anak-anak berkebutuhan khusus serta sejumlah pelukis kondang Kalimantan Barat di Sekretariat Lyns Fondation, Jumat (25/05/2018).

Pada saat diwawancari media, Ami Asih Amongsari dihadapan anak-anak tidak canggung untuk berbagi ilmu dan menjelaskan bagaimana tanah bisa dijadikan pewarna alami untuk melukis. Menggunakan gelas plastik bekas dan satu buah kuas lukis dengan cekatan, Ami Asih Amongsari mempraktekan keahliannya meramu tanah yang telah diambil sehari sebelumnya untuk dijadikan pewarna lukisan. Sontak saja, kepiawaian Ami Asih Amongsari itu menarik perhatian anak-anak yang melihatnya dengan pandangan keanehan.

Usai meramu tanah dan mendapatkan tiga warna yakni hitam, kuning dan cokelat Ami Asih Amongsari mulai membagikan warna tersebut ke masing-masing anak yang sudah siap dengan kertas dan kuas lukisannya. Tidak sampai disitu saja, Ami Asih Amongsari juga mempraktekan dasar-dasar gerakan melukis yang membuat bingung anak-anak.

Tapi dengan kelembutan dan kesabarannya dalam membibing anak-anak untuk bisa melukis dengan pewarna berasal dari tanah, sedikt demi sedikit kuas masing-masing anak-anak mulai bergerak sesuai dengan irama keinginan lukisan abstrak yang hendak dibuat. Hasilnya sungguh luar biasa, dalam waktu yang tidak sampai setengah jam sejumlah karya lukis anak-anak sudah bisa dilihat yang membuat orang tua dan pengunjung kagum.

“Saya mengajar anak-anak melukis dengan menggunakan media tanah, karena tanah itu bagi saya sangat penting dalam kehidupan supaya kita ingat dimana kita hidup,” ungkapnya, Jumat (25/05/2018).

Selama kurang lebih 40 tahun menggeluti dunia lukis melukis dengan media tanah, Ami Asih Amongsari menemukan sejumlah warna yang terdapat pada tanah yakni warna kemerahan, kehitaman, kekuningan, putih, kehijauan dan pink.

“Sewaktu saya berada di Sumatera dalam perjalanan dari Lampung ke Sabang saya menemukan warna itu dan kali ini saya menggunakan tanah yang ada di sini ( Kota Pontianak ) untuk bahan pewarna lukisan yang saya ajarkan pada anak-anak tadi,” katanya.

Selain media tanah, Ami Asih Amongsari juga memperkenalkan kepada anak-anak menggunakan bunga sebagai bahan pewarna lukisan, dua media tanah dan bunga itu dimaksudkan dalam hal karya lukis tidak selalu tergantung dengan pewarna kimia.

“Kalau kita mau melihat lingkungan disekitar kita, sebenarnya alam telah menyediakan itu semua tinggal bagaimana kita menggali ilmunya dan memanfaatkannya untuk hal-hal yang baik seperti tanah dan bunga untuk pewarna alami lukisan,” jelanya.

Kemampuan meramu tanah dan bunga untuk dijadikan pewarna alami melukis yang dimiliki Ami Asih Amongsari mengundang kekaguman pelukis Kalbar, Christian Painter yang melihat potensi besar yang ada dalam karya nyata yang ditunjukan melalui permainan warna yang berasal dari alam.

“Saya melihat ini sungguh luar biasa, pesan yang ingin disampaikan melalui warna alam itu seperti hidup dengan sendirinya dan tidak perlu dijelaskan bagaimana warna-warna alam yang berasal dari tanah dan bunga itu ingin mengajak kita hidup berdampingan,” ungkapnya.

Dalam hal tingkat kesulitan menggunakan pewarna alami dibandingkan dengan pewarna buatan (kimiawi) dalam menciptakan karya lukisan, menurut Christian Painter masing-masing ada kelebihan dan kekurangan tinggal bagaimana kita mau menekuninya.

“Dari ketekunan itu akan melahirkan karya atau lukisan yang luar biasa dan akan menunjukan karakteristik sang pelukis itu,” katanya.

Penggunaan media tanah dan bunga sebagai bahan utama pewarna lukisan itu, mengawali ketertarikan Lyn’s Foudation untuk mengajak kerjasama dengan Ami Asih Amongsari untuk bisa berbagi ilmu dengan anak-anak pemenang lomba mewarnai anak-anak berkebutuhan khusus yang sukses dgelar Lyn’s Foudation beberapa waktu lau.

“Ia nih tertarik dengan cara melukis Ami Asih Amongsari yang menggunakan media tanah dan bungga sebagai bahan dasar pewarna untuk melukis, makanya saya ajak untuk berbagai ilmu dengan anak-anak, Alhamdulillah bisa terwujud,” katanya.

Menurut Evelyn Yang Founder Lyn’s Foudation ternyata untuk melukis tidak selamanya harus menggunakan pewarna yang mahal, ternyata dilingkungan sekitar kita sudah tersedia dan itu gratis. Everlyn Yang berharap ilmu yang telah dibagikan Ami Asih Amongsari bisa bermanfaat untuk anak-anak hebat di Kalbar. evelyn/rri

Leave a comment