Terbaru

Kejari, PN dan Kejati Dikepung Demo Ribuan Buruh Komura Samarinda

?

KopiOnline Samarinda, Kejaksaan Negeri Samarinda dan Pengadilan Negeri Samarinda kedua institusi penegak hukum yang terletak di Jalan M Yamin Samarinda serta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur (Kaltim) di guncang aksi demo ribuan massa yang merupakan karyawan TKBM Komura, Senin (14/05/2018).

Aksi sibuan buruh juga diikuti oleh keluarga karyawan TKBM Komura, mereka dalam orasinya baik di depan Kejaksaan Negeri Samarinda, Pengadilan Negeri Samarinda maupun Kejaksaan Tinggi di Samarinda Seberang, mereka menuntut pengembalian aset serta uang yang disita yang dalam tuntutan Kejaksaan dan putusan PN yang di kembalikan haknya kepada Komura.

“Tuntutan Jaksa dalam sidang uang yang disita untuk negara 10 milyar dan setelah putusan bebas hingga saat ini uang dan aset Komura belum juga ada kejelasan, karena itu murni hasil jerih payah buruh, dan bukan hasil korupsi, kami tuntut uang kami yang disita di kembalikan, semenjak kasus itu kami yang hanya buruh kecil tidak pernah dapatkan upah yang layak, bahkan dibawah UMR, kami hanya dibayar 900 ribu rupiah saja perulan,” ujar pedemo dalam orasi mereka.

Aksi demo yang dimulai di Kejari Samarinda Senin (14/5) sekitar pukul 08.30 hingga berakhir di Kejaksaan Tinggi Kaltim sekitar pukul 13.05 Wita tersebut mendapat pengawalan dari puluhan anggota Kepolisian baik dari Polres Samarinda, Polsek Samarinda Ulu dan Polsek Samarinda Seberang.

Teriakan histeris ribuan buruh dengan mendorong pagar besih yang betada di Kejaksaan Negeri Samarinda, mereka meminta kepastian kapan akan dibayar hak mereka. Mereka juga mengancam akan menurunkan massa yang kebih besar apabila tadak ada kejelasan dalam keputusan di kembalikannya hak mereka.

“Kita akan demo dengan massa yang kebih besar dari aksi demo hari ini apabila kedepan tidak di penuhi tuntutan kami, kami akan mogok kerja sampai ke muara berau,” tegas dalam orasinya.

Dalam aksi mereka para perwakilan Komura diantaranya, H Pamilianto, H Abdurahman, Juniansyah dan Sulaiman juga menemui pihak Kejsksaan Negeri Samarinda yang di terima oleh Kasubag BIN Romli Salijo, SH dan Kasi Pidum Zainal serta Jaksa seniar Agus juga jaksa Yudi, SH sedangkan di PN Samarinda perwakilan di terima oleh Wakil Ketua Hongkun Otto,SH, di Kejati Kaltim perwakilan di terima oleh Josua Koni, SH selaku Wakajati Kaltim.

Dalam kesempatan tersebut perwakilan ribuan buruh juga menyerahkan tuntutan mereka.

Sekertaris Komura Samarinda H. Pamilianto selaku Korlap Aksi Demo kepada Pewarta koranpagionline.com mengatakan bahwa dalam tuntutannya anggota TKBM Komura Samarinda meminta:

  1. Kembalikan aset-aset kamura dan uang buruh yang di blokir diluar dari tuntutan jaksa, simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela dan cadangan pengembangan usaha karena itu merupakan uang keringat kami yang tersimpan di dana komura.
  2. Menghentikan Kriminiladi terhadap Koerasi Komura  karena selama berdirinya koperasi  TKBM sejak 1985 sampai sekarang selalu menjalankane sesuai dengan undang undang dan peraturan yang berlaku.
  3. Menormalkan kembali usaha Komura.
  4. Kami minta tidak ada lagi intimidasi dari pihak aparat hukum terhadap kamura.
  5. Kami meminta perlindungan hukum dan pembinaan atas bergeraknya koperasi komura Samarinda oleh negara.
  6. Jangan ganti koperasi kami dengan PT (Perserohan Terbatas) karena koperasi mensejahterakan kami.
  7. Hentikan dan betantas mafia mafia hukum yang sebenarnya dibalik kasus ini yang merupakan pembunuh keadilan.
  8. Jangan gadaikan atau jual beli hukum demi uang kepafa mafia-mafia dan pemilik uang yang merupakan perusak ekonomi bangsa.
  9. Bebaskan Ketua Koperasi Komura Bapak H. Jafar Abdul Gafar karena beliau hanya menjalankan tarif OPP/OPT yang merupakan kesepakatan para pihak bukan pemerasan, jangan menghukum orang yang tidak bersalah.

Di Kejaksaan Negeri Samarinda Kasi Pidum Kejari Samarinda, Zainal, SH mewakili Kajari Samarinda di hadapan ribuan buruh yang bertahan di luar pagar dengan peluh keringat mengatakan bahwa terkait tuntutan pihak kejaksaan masih menunggu putusan dari Mahkamah Agung (MA) karena sampai saat ini pihaknya belum menerima putusan Kasasi.

Hal yang sama juga dijelaskan Hongkun Otto, SH Wakil Ketia PN Samarinda dan Josua Koni, SH mewakili Kajati Kaltim kepada ribuan massa buruh Komura. (ahmad gajali).

).

Leave a comment