Terbaru

Tim Jaguar, Polres & Brimob Dikerahkan Jaga Ulama di Kota Depok

KopiOnline Dep;ok – Aparat kepolisian Kota Depok terus melakukan langkah-langkah antisipasi dengan menjaga pengamanan ulama setempat yang mendapat ancaman dibunuh oleh orang yang tidak dikenal.

“Pasca ditemukan surat ancaman kepolisian segera bertindak cepat untuk melakukan langkah lidik guna mengungkap pelaku pengancaman tersebut,” kata Kapolres Depok, Kombes Polisi Didik Sugiarto di Depok, Minggu.

Selain itu, Polres Kota Depok dan Polsek Sukmajaya serta Pancorman Mas melakukan kunjungan dan silaturohmi ke para tokoh agama dan ulama yang namanya tercantum dalam surat ancaman. “Kami juga melakukan pengamanan para ulama,” katanya.

Ia mengatakan Polri bersama-sama dengan TNI dan stake holder lainnya termasuk rekan-rekan awak media melakukan langkah-langkah untuk membuat tenang para tokoh agama yang diancam dibunuh dengan melakukan kegiatan kepolisian berupa kunjungan, silaturohmi, patroli dan penjagaan, dan juga membuat masyarakat tenang.

Sehingga para tokoh agama dan masyarakat, katanya dapat melakukan aktivitas dengan tenang dan aman, di samping itu Polri berupaya dengan serius untuk mengungkap pelaku pengancaman tersebut.

Sebelumnya beredar surat ancaman pembunuhan kepada sejumlah ulama di sekitar Grand Depok City (GDC) dan Sukmajaya Kota Depok pada Sabtu (03/03/2018). Surat ancaman tersebut berisi nama-nama ulama Depok yang akan menjadi target pembunuhan.

Surat tersebut ditemukan di kawasan Kalimulya Depok dan perumahan GDC. Tercatat ada 14 nama ulama yang mendapat ancaman dibunuh tersebut.

Paket itu memiliki tujuan penerima Ustaz Shobur Gardenia. Karena hari sudah malam, Asep membawa paket itu ke Pos Penjagaan.

Kemudian karena mencurigakan, Asep membuka paket dan melihat surat berisi ancaman akan menculik sepuluh ustaz. Empat nama di antaranya merupakan penduduk perumahan GDC.

Dari informasi yang dihimpun, 14 ulama itu adalah KH Qurtubi Nafis, KH Abu Bakar Madris, Ustaz Iwan Gardenia, Ustaz Shobur Gardenia dan Ustaz Solihin Gardenia. Kemudian Abi Zain bin Qasim Gardenia, KH Riyono GG Kocen, Ustaz M Syarif Gidayatulloh, KH Ahmad Jaelani dan Ustaz Marzan.

Polresta Depok langsung menerjunkan personelnya mulai patroli Polsek, Polres, tim Jaguar maupun Brimob untuk mengamankan kediaman para ustad dan kiai yang mendapat ancaman pembunuhan.

“Dilakukan pengamanan dan penjagaan terhadap para ulama tersebut. Sampai saat ini situasi kondusif,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Umum Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana, Minggu (04/03/2018).

Putu mengimbau kepada warga untuk tetap tenang. Dia menegaskan, tim pengamanan dan tim tindak sudah dikerahkan.

Begini Aksi Brutal Wanita Stres itu

Kasus penganiayaan terhadap ulama yang dilakukan orang yang terganggu jiwanya alias stres lagi-lagi terjadi. Kali ini, peristiwa penikaman itu berlangsung di daerah Sawangan, Depok, Jawa Barat, Minggu (11/03/2018).

Adalah Vivi (28), seorang wanita muda warga Bumi Sawangan Indah. Ia nyaris diamuk massa setelah menusuk ustaz Abdul Rochman, yang saat itu sedang salat Subuh berjamaah di Masjid Darul Muttaqin, RT 05 RW 06 Sawangan Lama, Kecamatan Sawangan, Depok.

Menurut keterangan yang dihimpun, sebelum kejadian, salah seorang saksi sempat melihat pelaku sedang duduk di beranda masjid. Beruntung, korban selamat karena hanya mengalami luka di bagian kuping. Korban sempat menjalani perawatan medis di RSUD Sawangan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Depok, Komisaris Putu Kholis Aryana membenarkan kejadian penusukan tersebut. Namun Putu mengaku belum bisa berkomentar banyak karena kasusnya masih didalami.

“Motifnya apa itu yang belum kita tahu, katanya si pelaku ini begitu (gila). Ya, korbannya ada yang bilang imam masjid. Saat ini kasusnya masih kami dalami, yang bersangkutan sudah diamankan.”

Akibat ulahnya itu, Vivi (pelaku) nyaris jadi sasaran kemarahan warga. Beruntung ia dapat diamankan oleh salah seorang ulama setempat. Vivi dibekuk dalam kondisi masih mengenakan mukena berlumuran darah korban. ant/viv/kop

Leave a comment