Terbaru

Ketum HMI Saddam Al Jihad: HMI Akan Melawan Hoax Dengan Cara Edukatif

KopiOnline Jakarta – Kongres ke-30 Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) yang dibuka langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) berhasil memilih Saddam Al Jihad sebagai Ketua Umum PB HMI untuk periode 2018-2020.

Saddam terpilih secara aklamasi di putaran 2. Pada putaran 1 mendapat dukungan suara sebanyak 96 cabang dari 192 cabang.  Apa yang akan dilakukan Saddam Al Jihad setelah menjabat Ketua Umum PB HMI untuk periode 2018-2020? Berikut wawancara www.kibarkini.com dengan Saddam Al Jihad:

Kibarkini.com: Bagaimana perasaan Anda setelah terpilih menjadi sebagai Ketua Umum PB HMI untuk periode 2018-2020?

Saddam Al Jihad: Rasa haru dan bahagia menyelimuti pribadi saya selaku kader HMI karena telah dipercaya untuk menahkodai organisasi terbesar di Indonesia ini, tentunya ini juga berkat usaha  dan kerja keras banyak pihak sehingga berhasil  mengantarkan saya sebagai Ketua Umum PB HMI. Hal yang paling penting juga,  saya selalu  meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi di muka bumi  harus atas izin allah, maka kita harus mendekatkan diri kepada yang maha kuasa. 

Kibarkini.com: Setelah terpilih sebagai sebagai Ketua Umum PB HMI untuk periode 2018-2020, hal apa saja yang Anda lakukan?

Saddam Al Jihad: Pertama, saya akan mendorong agenda-agenda perubahan organisasi yang berdasarkan pada nilai dasar perjuangan (NDP) HMI, Kedua, membuka ruang-ruang dialog secara aktif dengan berbagai golongan, organisasi mahasiswa ekstra, organisasi masyarakat sipil, pemerintah, DPR, TNI-Polri dll untuk selalu menjaga spirit kehidupan berbangsa dan bernegara dengan cara merawat generasi ilmu dan membina generasi amal. Ketiga, menunaikan visi dan misi saya selaku Ketua Umum PB HMI untuk mewujudkan Indonesia emas di tahun 2045.

Kibarkini.com: Bagaimana peran gerakan mahasiswa dewasa ini, termasuk HMI, bagi Bangsa Indonesia? 

Saddam Al Jihad: Peran organisasi mahasiswa saat ini dihadapkan dengan berbagai isu, misalkan  pragmatisme politik yang semakin mewabah, hedonisme dan primodialisme organisasi. Namun saya masih optimis jika HMI kedepan akan mampu membentengi organisasi ini sesuai dengan independensi etis dan organisatoris.

Organisasi mahasiswa saat ini dihadapkan dengan berbagai isu, misalkan  pragmatisme politik yang semakin mewabah, hedonisme dan primodialisme organisasi.[Saddam Al Jihad]

Kibarkini.com: Apa yang akan Anda lakukan dalam pembaharuan peran gerakan mahasiswa dewasa ini, termasuk HMI, bagi Bangsa Indonesia? 

Saddam Al Jihad:  Gerakan masa saat ini cenderung konvensional, untuk itu kita butuh sebuah model baru gerakan yang lebih efektif dalam melakukan kritik terhadap kekuasaan. Gerakan HMI harus dilakukan secara online misalnya gerakan Koin Solidaritas HMI-Digital: fokusnya menggalang dukungan terhadap tindak diskriminansi terhadap kaum lemah. Kemudian Protes Sosial HMI-Digital : gerakan protes terhadap kebijakan lembaga pemerintahan yang bertentangan dengan undang-undang secara digital. Kemudian Petisi HMI-Digital : sebuah gerakan mendukung atau menolak suatu kebijakan tertentu, yang dilakukan secara online (digital). Gerakan dengan memanfaatkan digital ini selain efektif, juga sangat efisien. Namun tradisi petemuan, rapat yang tertuang dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) harus diutamakan.

Kibarkini.com: Apakah aksi unjuk rasa akan tetap diandalkan HMI dalam menyampaikan aspirasi HMI?

Saddam Al Jihad:  Aksi unjuk rasa akan tetap menjadi pilihan gerakan HMI,  karena euforia massa harus tetap terjaga. 

Kibarkini.com: Apa saja yang akan dilakukan HMI dalam menyikapi perkembangan dunia global dan dinamika pembangunan di Indonesia?

Saddam Al Jihad: HMI akan melakukan kajian-kajian yang bersifat bilateral dan multilateral khususnya untuk negara-negara berkembang. Dan ikut serta dalam isu-isu kemanusiaan (HAM) yang sedang melanda negara-negara muslim seperti palestina dll. 

Kibarkini.com: Apakah Anda yakin bahwa Pancasila adalah satu-satunya dasar negara yang paling pas untuk Indonesia? 

Saddam Al Jihad: Pancasila adalah ideologi negara yang final, dan relevan untuk menjawab situasi bangsa hari ini. Kami akan mempertahankan ideologi pancasila secara utuh  demi kepentingan NKRI ke depan. 

Kibarkini.com: HMI akan bersikap bagaimana terkait merebaknya isu intoleransi dalam menjaga persatuan dan keberagaman Indonesia?

Saddam Al Jihad: Kami tetap konsisten untuk merawat keberagaman kultur, agama dan golongan yang ada. Karena HMI adalah organisasi yang moderat tanpa sekat.

Kibarkini.com: HMI akan melakukan apa saja terkait merebaknya berita-berita hoax yang dapat mengancam persatuan dan keberagaman Indonesia?

Saddam Al Jihad: HMI akan melawan Hoax dengan cara-cara yang edukatif. Contohnya dengan melakukan kampanye anti hoax di media sosial dan melakukan diskusi rutin.

Saddam Al Jihad adalah Lulusan SMA 2 Tanjung Karang Bandar Lampung, S1 Universitas Padjajaran (UNPAD), S2 Universitas Indonesia (UI), sedang S3 Doctor Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Sumber : www.kibarkini.com

Leave a comment