Terbaru

Proyek Sanitasi Danau Toba di Tobasa Sumut, Diduga Dikerjakan Asal-asalan

KopiOnline  Balige – Proyek Pembangunan Sanitasi Kawasan KSPN Danau Toba di Balige, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) Sumatera Utara, yang masih dalam tahap pengerjaan di tengarai menjadi perbicangan umum, karena tidak ditemukannya plang nama proyek di lokasi tersebut. Kendati waktu pelaksanaan 150 hari kalender yang terhitung tanggal kontrak 13 Juli 2017/

Ketua Gapeksindo Toba Samosir Sahala Tambunan alias Pijer mempertanyakan plang papan nama proyek yang tidak ada di lokasi pekerjaan. “Dimana plang papan nama proyek ini, mengapa tidak ada.” sebut Sahala Tambunan.

Lain halnya menurut salah satu warga masyarakat Balige, menyebutkan pada tahun 2017 ada papan nama proyek terpampang, namun saat ini tidak terlihat lagi. Belum diperoleh informasi bahwa papan tersebut tumbang atau malah ada unsur kesengajaan ditumbangkan.

Pengecoran lantai II pekerjaan proyek tersebut tidak melakukan molen mesin, dilaksanakan pengadukan pencoran semen lantai II oleh tenaga manusia langsung, sehingga terlihat pengecoran lantai II dengan 3 hari kalender yang berturut-turut . (fhoto/endang/Julius Parto Siahaan).

“Seharusnya papan nama itu harus tetap ada, biar warga masyarakat mengetahui dengan berapa harga anggaran dan asal anggaran dana pekerjaan,” ujar Sahala.

Sekaitan itu, apa juga ada pertambahan anggaran untuk pelaksanaan proyek pekerjaan ini, hingga plang papan namanya ditiadakan. Ucap tambunan yang juga menyayangkan dalam pelaksanaan pengecoran gedung lantai dua, yang tanpa memiliki mesin coran. Dikatakan Tambunan, begitu besarnya pekerjaan ini, masa melakukan pencoran pun alam, maksudnya pelaksaan pencoran adalah dengan tenaga manusia yang mengaduk pengecoran. Apa salahnya mesin molen untuk mengaduk pasir batu semennya.

Untuk itu, Sahala Tambunan menandaskan, sebelumnya pengecoran dilaksanakan pada tembok penahan sungai dan gedung tabung dilaksanakan dengan molen truk pengaduk semen beton. Tapi ini, untuk pelaksanaan pengecoran gedung lantai 2 dilaksanakan oleh pengaduk semen beton coran, dilakukan dari tenaga manusia.

Pantauan Koran Pagi pekerjaan proyek yang terlihat pada Nopember 2017  diplang papan nama bertuliskan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rrakyat/ Direktorat Jenderal Cipta Karya. Penanganan sanitasi kawasan Danau Toba dengan pelaksana PT Purda Chasea Nola Prana dengan konsultan pengawas PT Arenco Binatama. Yang dimana tertulis pada papan tersebut tanggal kontrak 13 Juli 2017, waktu pelaksanaan 150 hari kalender.

Sebagaimana dilaksanakan pekerjaan pada coran tembok Sungai Simate-mate di Balige, Sumut seusai pencoran tembok pada tahun 2017 pernah mengalami roboh, tepatnya depan kantor Puskesmas sekitar 20 meter. Juga sekaitan dalam pembangunan gedung badan tabung yang dilaksanakan pencoran dengan molen truk, pada lantai tabung juga nyaris roboh dari sebahagian lanti. Kemungkinan akibat lantai tersebut nyaris roboh sewaktu pelaksanaan pencoran  sehingga kurang lebih satu minggu pencoran dipending. Namun setelah minggu berikutnya lagi-lagi dilakukan pengecoran lantai tersebut.

Berkaitan pelaksanaan pekerjaan itu, yang berbadan satu dengan tabung limbah, dari sebahagian pada kepala model tabung, terlihat tidak menyeluruh dilaksanakan pengecoran beton, dari sebahagian tepatnya di kepala model tabung dilaksanakan pemasangan berupa bahan baku batu padas. Tanpa coran, akan tetapi ditutupi dengan plesteran semen. Apa sesuai itu dalam pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh pengawas konsultan ?.

Juga terlihat di lantai gedung tabung yang sudah terpasang lantai dengan keramik, dimana badan gedung tabung tampak kurang sesuai dari ukuran meter. Badan tabung yang telah beberapa bulan usai dilaksanakan pengecoranya, kini badan tabung ditempel sulam dengan batu bata, diduga untuk mencapai ukuran dari meteranya. End/parto.

Leave a comment