Terbaru

Rumah Kamnas Gelar Diskusi Publik Pengawalan Investasi Sektor Tambang

Maksum-Zubir-ketua-Rumah-Kamnas

KopiOnline Jakarta – Mengawal pertumbuhan ekonomi nasional menjadi penting, khususnya dalam menjaga dan melindungi investasi nasional di semua bidang, termasuk sektor pertambangan dan mineral.

“Pengawalan dan penjagaan investasi, terutama investasi dalam negeri untuk mengelola sumber daya alam yang dinyatakan sebagai objek vital negara (Obvit) merupakan hal mutlak membutuhkan kondisi aman,” kata Ketua Umum Rumah Kamnas Maksum Zuber di Jakarta, Senin (19/2/2018).

Untuk menggaungkan pengawalan di sektor tambang ini, Rumah Kamnas memandang perlu forum diskusi ini, yang mengangkat tema “Advokasi Kebijakan Publik Pengembangan dan Perlindungan Investasi Tambang Nasional Dalam Kerangka Keamanan Nasional (KamNas)”.

Diskusi publik tersebut, menurut Cak Maksum, sapaan akrab Maksum Zuber, akan berlangsung di Warung Daun, Kamis (22/2/2018) mendatang, dengan menghadirkan narasumber dari DPR RI, Kementerian ESDM RI, Kepolisian dan Akademisi.

Diharapkan dengan adanya diskusi publik ini, masyarakat menjadi tercerahkan soal pentingnya investasi di sektor tambang, yang tengah digalakkan Presiden Jokowi,  yang mengupayakan terwujudinya salah satu dari sembilan poin Nawacita.

“Seluruh investasi pertambangan yang sudah mempunyai status objek vital negara harus mendapatkan perlindungan dari berbagai rongrongan yang merugikan,” tambah Cak Maksum.

Mantan Sekjen IPNU ini mengungkapkan, dengn demikian negara mendapatkan manfaat, benefit maupun pertambahan nilai dari  investasi yang sedang dan telah ditanamkan itu, demi kemakmuran seluruh bangsa Indonesia.

Dalam perjalanannya, demikian Cak Maksum, kepentingan investasi nasional seringkali diganggu oleh segelintir orang maupun kelompok tertentu yang sering mengatasnamakan  argumen lingkungan, ataupun kepentingan segelintir masyarakat di sekitar sites investasi mereka.

Investasi terutama yang berkaitan dengan pengelolaan sumberdaya alam, seperti tambang emas, batubara dan mineral tidak bisa berproduksi secara aman, terbebaskan dari berbagai gangguan dan ancaman tersebut banyak yang menjadi bulan-bulanan yang diganggu, oleh demo-demo yang mengatasnamakan warga. Ini jelas berbahaya bagi investasi.

Padahal, tambahnya, “Investasi adalah salah satu pilar negara yang harus mendapat pengawalan  dalam kerangka keamanan nasional.  Investasi yang telah mendapat persetujuan  pemerintah yang telah dibuktikan dengan kepemilikan bukti formal persyaratan  yang diajukan untuk bidang yang relevan, sangat wajib dilindungi oleh  negara.”

Tujuan Advokasi Kebijakan Publik

Lebih jauh diungkapkan Cak Maksum, untuk membangun peran serta masyarakat dan stakeholder dan pemerintah tentang pentingnya komitmen negara mengawal dan menjaga  investasi (terutama investasi domestik), agar dapat berproduksi secara  optimal dan tidak mendapat gangguan.

Secara lebih spesifik lagi, diharapkan dapat dicapai beberapa tujuan strategis sebagai berikut:

Pertama, mengawal dan menjaga investasi strategis yang sudah menjadi Objek Vital Negara dalam kerangka KAMNAS di negara ini untuk mendapatkan dukungan dari semua pihak.

Kedua, membangun dukungan kalangan masyarakat umum secara lebih luas, dengan penyebaran informasi pentingnya menjaga stabilitasi investasi strategis di sektor pertambangan, khususnya mereka yang memenuhi semua persyaratan peraturan perundangan yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk dipenuhi oleh investasi yang bersangkutan dan terutama Investasi yang telah dinyatakan mempunyai semua formalitas perijinan apalagi telah ditetapkan dengan status objek vital (obvit) negara, maka sangat penting untuk dikawal dan dijaga agar dapat berfungsi menghasilkan defisa negara.

Ketiga, mendokumentasikan dan mempublikasikan program-program unggulan perusahan pertambangan dan mineral yang telah dinyataka sebagai Obvit, khususnya  program CSR yang memberikan penguatan dan manfaat bagi masyarakat di sekitar  site produksi.

Keempat, membangun dukungan kongret dari kalangan awak media, tokoh agama dan  masyarakat dalam menjaga keamanan nasional terutama terhadap investasi pertambangan formal yang memberikan manfaat bagi perkembangan daerah, perekonominan rakyat dan peradaban kemanusiaan sebagai asset nasional.

Kelima, mengadvokasikan pandangan bahwa investasi adalah bagian dari upaya membangun negara secara ekonomi dan finansial.  Aset negara ini harus dilindungi dan dihormati apalagi mereka yang telah memenuhi syarat peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Tentang Rumah Kamnas

Rumah Kamnas didirikan oleh Alumni Sekolah Kamnas yang diselenggarakan oleh Puskamnas Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ). Legalitas Rumah Kamnas adalah Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0002738.AH.01.07.TAHUN 2017. Tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan Rumah Kamnas Indonesia dan Akta Pendirian Perkmumpulan Rumah Kamnas Nomor 1. Tanggal 01 September 2016 yang dibuat oleh Notaris Ibu Anne Djoenardi SH, MBA.

Visi Rumah Kamnas :  Visi Rumah Kamnas adalah “Mewujudkan Masyarakat berbudaya Keamanan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.”

Misi Rumah Kamnas : (1) Membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, bermartabat dan berbudaya keamanan. (2) Mendidik, melatih, dan mensosialisasikan kepada masyarakat terkait keamanan. (3) Mengkaji dan merumuskan Strategi Keamanan Internasional, Nasional, Regional, dan Lokal untuk Kepentingan Nasional Bangsa Indonesia.

Tujuan Rumah Kamnas : (1) Tercapainya Sumber Daya Manusia yang berkualitas, bermartabat dan berbudaya keamanan guna menunjang kinerja aparat keamanan yang ideal. (2) Memberikan kontribusi pemikiran tentang Strategi Keamanan Internasional, Regional, Nasional dan Lokal yang ideal untuk Kepentingan Nasional Bangsa Indonesia. (3) Menyelenggarakan Kajian, Penelitian, Pendidikan, Pelatihan, Penerbitan buku dan kerjasama dalam negeri dan luar negeri yang berkelanjutan di bidang Keamanan. (4) Menciptakan kader bangsa yang berbudaya Keamanan di seluruh Indonesia. (5) Dalam hal berkontribusi tentang keamanan tidak bermaksud menjatuhkan citra dan wibawa lembaga keamanan.

Giat Rumah Kamnas tahun 2017 adalah (1) Seminar pertama, tentang RUU Anti Terorisme kerjasama dengan Media Parlemen /DPR RI di Media Center DPR RI. Tanggal 28 Juni 2017. (2) Seminar kedua, tentang RUU Anti Terorisme kerjasama dengan Media Parlemen /DPR RI di Media Center DPR RI. Tanggal 3 Oktober 2017. (3) Pelatihan Kader Keamanan di Jakarta. Tanggal 1 Juni 2017. (4) Halaqoh Ulama, Umaro’dan Tokoh Masyarakat se Jawa Timur di Situbondo Jatim. Tanggal 17 September 2017. (5) Halaqoh Ulama dan Umaro’ dengan thema “ Mencari Strategi Bersama Peningkatan Keamanan Daerah Dalam Rangka Penangkalan Radikalisme dan Terorisme “ sebagai pelaksananya Polda Kepri kerjasaman dengan Rumah kamnas, Concern (think Thank Strategik) dan Puskamnas UBJ. Pada hari, Jumat. Tanggal 3 November 2017 di Batam. (6) Focus Group Discussion / FGD dengan thema “Democratic Policing dan Strategi Pengembangan Kerjasama Keamanan Perbatasan, Perairan dan Penguatan Ekonomi Kepri “  sebagai pelaksananya Polda Kepri kerjasaman dengan Rumah kamnas, Concern (think Thank Strategik) dan Puskamnas UBJ. Pada hari, Kamis. Tanggal 2 November 2017 di Batam. Dan terahir audiensi dengan Universitas Bhayangkar Jakarta Raya (Ubhara Jaya) pada tanggal 21 Desember 2017.

Dibidang Publikasi dan Sosialisasi, Rumah Kamnas menerbitkan Media Cetak Koran Rumah Kamnas dan Media online yakni rumahkamnas.net

Perkap No. 3 Tahun 2015 mengandung falsafah community policing. Seperti yang dicantumkan dalam pasal 4 huruf (a) yang bunyinya ” Falsafah Polmas memandang masyarakat bukan hanya merupakan objek pembinaan melainkan subjek yang aktiv dalam menjaga kamtibmas “. Tujuan dari community policing adalah membentuk masyarakat yang dapat menjadi polisi bagi dirinya sendiri.

Dalam paradigma community policing, masyarakat didorong untuk menyadari bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama dan oleh karena itu masyarakat juga perlu aktiv dalam upaya menjaga keamanan. (inez*)

Leave a comment