Terbaru

Periksa Ketua DPRD Raja Ampat, Penyidik Bakal Surati BK

Kapolres Raja Ampat, AKBP Edy Setyanto

KopiOnline Waisai – Penyidik Polres Raja Ampat akan segera melayangkan surat kepada Badan Kehormatan (BK) DPRD Raja Ampat. Sebagai bentuk tindak lanjut untuk memeriksa Ketua DPRD Raja Ampat, Hendrik Wairara atas kasus dugaan penganiayaan kepada supir alias korban bernama, Berthus Wem Manufandu di sekitar WTC Raja Ampat, Kamis (15/02/2018) lalu.

“Sekarang, posisi terlapor alias pelaku sedang menduduki jabatan sebagai Ketua DPRD Raja Ampat. Untuk bisa diperiksa, penyidik harus ijin dulu kepada BKD Raja Ampat sesuai UU MD3. Oleh sebab itu, waktu dekat penyidik akan me-layangkan surat ijin tersebut”, ujar Kapolres AKBP Edy Setyanto saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, kemarin sore.

Terkait kasus ini, Kapolres tegaskan, pihaknya tidak akan memandang jabatan seseorang itu. Jika memang terbukti telah melakukan tindak pidana kekerasan maka proses hukum tetap berjalan. Apalagi masyarakat sudah membuat Laporan Polisi (LP) di Polres Raja Ampat. Mau tidak mau harus ditindaklanjuti, sehingga tidak ada pemikiran negatif terhadap kepolisian.

“Siapapun dia, kami tidak memandang jabatan, kalau memang melakukan tindak pidana tetap di proses hukum. Namun, disisi lain kami juga harus tetap melihat lidik aduannya masyarakat yang melapor tersebut. Kalau yang dilaporkan itu kasus penganiayaan alias kasus kekerasan, proses hukum tetap berjalan tanpa kita melihat jabatan seseorang itu”, tegas Edy Setyanto.

Dipertegas soal tindaklanjut dari kasus ini, Edy mengaku penyidik Kepolisian Raja Ampat telah melayangkan surat kepada saksi yang melihat kejadian tersebut. “Hari ini (kemarin, red) kami sudah layangkan surat kepada beberapa saksi yang melihat kejadian di WTC. Nanti, tiga hari kedepan mereka akan dipanggil kembali untuk dimintai keterangan secara resmi”, cetusnya.

Sebagaimana diketahui, mengenai kronologis kejadian pemukulan sesuai laporan dari korban Berthus Wem Manufandu. Pada hari Kamis, 15 February 2018 tepat pukul 14.00 WIT atau jam 2 siang, usai mengantar tamu istri ketua DPRD korban duduk di WTC sambil mengkomsumsi minuman alkohol. Selang 30 menit, pelaku dan istrinya datang menghampiri tempat korban.

Pada saat itu juga, secara spontan ketua DPRD Raja Ampat langsung melakukan pemukulan 4 kali dibagian muka dan tendang perut korban 1 kali. Setelah itu, ketua DPRD dan istri langsung pulang meninggalkan korban. Lalu, berselang waktu kemudian, korban kembali mendatangi kediaman ketua dengan tujuan agar selesaikan persoalan namun ketua kembali memukul.

“Korban resmi buat LP Sabtu (17/2/18) malam, dan ia mengaku supir ketua DPRD. Isi laporan-nya, korban mengaku dipukul oleh ketua DPRD di sekitar WTC juga dirumah kediaman. Terkait kronologi kenapa dipukul, kita juga belum tahu karena saksi belum diperiksa. Tapi kalau hasil pemeriksaan nanti, terlapor terbukti melakukan penganiayaan maka dijerat Pasal 351 Ayat (1)”, tutupnya. (maste)

Leave a comment