Terbaru

Hebat…, Produksi Jagung di Kabupaten Gorontalo Meningkat Signifikan

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (tengah) didampingi Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo.

KopiOnline Limboto – Produksi jagung di Provinsi Gorontalo terus meningkat. Hasil produksi jagung yang berlimpah berhasil mengubah kebiasaan impor menjadi ekspor. Untuk pertama kalinya, Indonesia akhirnya bisa mengekspor jagung ke negeri orang. Dan Gorontalo terpilih sebagai satu-satunya daerah di Indonesia yang mampu mengekspor jagung produksi petani.

Capaian produksi jagung di Gorontalo memang sangat membanggakan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung Provinsi Gorontalo mencapai 1,5 juta ton, melampaui target awal yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian yang hanya 1,2 juta ton.

Hal itu terungkap saat kegiatan Panen Raya Jagung di Desa Donggala, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, pada Rabu, 14 Februari 2018 lalu.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat Panen Raya Jagung di Desa Donggala, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman juga melepas 57.650 ton dari total 100 ribu ton jagung hasil produksi petani Gorontalo ke Filipina.

Besarnya jumlah ekspor tersebut tidak lepas dari peningkatan produksi jagung di Gorontalo yang luar biasa.

Di Kabupaten Gorontalo sendiri contohnya, dari 2016 hingga 2017 terjadi peningkatan produksi jagung yang signifikan.

Bupati Gorontalo Prof DR Ir Nelson Pomalingo, usai panen raya jagung bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan, produksi jagung di Kabupaten Gorontalo sebelumnya hanya sebanyak 300 ribu ton.

“Namun, di tahun 2017 meningkat menjadi 476 ribu ton, atau terjadi peningkatan sebanyak 50 persen. Selain itu, terjadi pula peningkatan produksi padi, yang peningkatannya mencapai 7,36 persen. Ini merupakan salah satu keberhasilan peningkatan sektor unggulan daerah yaitu pertanian. Karena itu, Kami atas nama pemerintah Kabupaten Gorontalo, mengucapkan terima kasih atas kunjungan Menteri Pertanian yang selalu memberikan semangat bagi kami,” ujar Bupati Nelson.

Tak hanya melaporkan perkembangkan pertanian, kesempatan tersebut juga dimanfaatkan Nelson untuk melobi anggaran pemerintah pusat untuk Kabupaten Gorontalo. Seperti pengembangan SDM pertanian. Khususnya dalam pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian agar mendapat dukungan langsung dari kementerian terkait.

“SMK Pertanian memang sudah ada, namun perlu dibangun kembali di beberapa tempat lagi. Saya dengar kementerian memberikan bantuan pembangunan SMK Pertanian di Sulawesi Utara. Karena itu kita berharap Kabupaten Gorontalo mendapat bantuan yang sama,” terang Nelson.

Selain itu, masih kata Nelson, pihaknya juga menyampaikan permasalahan irigasi di wilayahnya, dimana saat ini ada dua irigasi di Kabupaten Gorontalo yang butuh perbaikan, yakni Irigasi Tibawa, dan Irigasi Pilohayanga Telaga.

“Kedua irigasi ini mengairi sekitar 2 ribu hektar lahan kita yang sekali panen bisa menghasilkan Rp 60miliar. Nah, kita tidak ingin kehilangan Rp 60miliar ini hanya karena masalah irigasi,” sambungnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo Rahmat Pomalingo menjelaskan, dalam kurun waktu dua tahun produksi jagung terus meningkat.

“Hal tersebut tidak lepas dari kerja sama dengan berbagai pihak yang berhasil dibangun. Berbagai langkah dan upaya juga terus dilakukan. Agar produksi tersebut tetap terjaga, maka seluruh potensi yang ada diberdayakan. Mulai dari petani, penyuluh, hingga dukungan dari TNI khususnya Babinsa,” ungkap Rahmat.

Seraya menambahkan, kita usahakan pada waktu tanam semua petani kompak menanam, sehingga saat panen juga bersamaan. Agar supaya perhitungan produksi jagung itu sendiri bisa diukur, katanya.

Di sisi lain sambungnya, pemerintah juga terus mendorong pemberdayaan lahan yang menganggur (lahan tidur), serta pembukaan lahan pertanian baru.

Pihaknya juga terus memastikan distribusi bantuan bibit, pupuk hingga alat dan mesin pertanian (alsintan) bisa disebarkan secara merata untuk semua petani di Kabupaten Gorontalo. inez

Leave a comment