Terbaru

National Hospital Pecat Petugas Rumah Sakit Peremas Payudara Pasien

KopiOnline Surabaya – Pelecehan seksual kepada pasien rumah sakit yang dilakukan oleh perawat rumah sakit kembali terjadi. Kali ini, video amarah seorang wanita yang menjadi korban pelecehan seksual tengah marak diperbincangkan.

Video berduarasi 0:52 detik ini begitu viral di media sosial facebook. Dari video terlihat kalau seorang pasien wanita berparas cantik dengan rambut panjang ini terus mengeluarkan kata-kata yang menyedutkan perawat pria yang bekerja di rumah sakit di Surabaya.

Perawat tersebut telah melakukan pelecehan seksual dengan cara meremas payudara dan memutar puting pasien. Perawat mengira pasien tidak sadar karena habis menjalankan operasi.

Video yang diunggah oleh akun facebook milik MrBoenk sontak menjadi perhatian para netizen. Ribuan komentar terus memenuhi dinding akun tersebut. Bahkan, video tersebut telah 56.358 dibagikan oleh netizen.

Seperti komentar atas nama akun Nono Sumanso “ini harus diberi pelajaran perawat kayak gitu. Itu memalukan”.

Ada juga Dikta Tan Sui “orang seperti ini pasti bukan hanya kali ini sa,pasti sudah ada korban lain, tapi kali ini dia kena batunya. Orang seperti ini harus diberi sangsi biar jera”.

Bahkan, ada sejumlah akun facebook yang menanyakan status wanita yang ada di video tersebut, seperti menanyakan alamat rumah, status pasien apakah gadis atau janda sampai penyakit yang diderita oleh pasien.

Junaidi Langsung Dipecat

Manajemen National Hospital Surabaya memberi sanksi tegas terhadap perawat yang melakukan pelecehan seksual terhadap pasien perempuan. Perawat yang bekerja sekitar 5 tahun itu pun diberhentikan dengan tidak hormat alias dipecat.

“Saya mewakili manajemen National Hospital menyampaikan penyesalan yang mendalam kepada pasien dan keluarga pasien,” ujar Kepala Keperawatan National Hospital Surabaya Jenny Firsasiana saat jumpa pers di ruang auditorium Ang Kang Hoo, Kamis (25/01/2018), dilansir dari detikcom.

Ia menegaskan, manajemen National Hospital tidak bisa menolelir perbuatan yang dilakukan oknum perawatnya yang diduga meremas payudara pasien wanita bernama Widya.

“Manajemen rumah sakit Hospital National tidak mentolelir segala bentuk tindakan pelanggaran etika profesi terhadap pasien, maupun siapapun di seluruh lingkungan rumah sakit,” ujarnya.

Jenny menambahkan, manajemen rumah sakit akan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku yang melakukan segala bentuk pelanggaran.

“Manajemen telah mengambil tindakan tegas terhadap pelaku dengan memberhentikan secara tidak hormat,” tegasnya.

“Dan akan menyerahkan masalah ini menurut aturan hukum yang berlaku maupun disiplin tenaga kesehatan,” tambahnya.

Jenny menegaskan, National Hospital telah memiliki standar tinggi dalam pemberian pelayanan kepada pasiennya. “Dan menjaga serta melindungi pasien selama dalam perawatan di rumah sakit,” jelasnya.

Sementara itu, suami Widya mengaku istrinya dipegang payudaranya oleh perawat pria. Bahkan pelaku memegang payudara 2 hingga 3 kali.

“Dia (korban) operasi kandungan, dari ruang oprasi keluar di ruang pemulihan. Ranjangnya digeret pelaku itu. Setelah operasi kan bajunya setengah telanjang, diraba payudaranya 2-3 kali, istri saya terasa,” kata Yudi Wibowo Sukinto, suami korban di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (25/01/2018).

“Sebelum raba-raba dia tanya dulu. Orang mana, ibu darimana ngecek kesadaranya apa sudah pulas tidur. Tapi istri saya tidak berdaya,” ungkapnya.

Yudi juga mengungkapkan identitas pelaku didapatkan setelah ia mendapat laporan dari istrinya yang ditindaklanjuti meminta data petugas medis ke manajemen rumah sakit.

“Kemarin kan begini itu saya minta data di managemen dan dikasih siapa itu pelaku calon tersangka. Sehingga manajemen memanggil ternyata diketahui namanya Junaidi perawat dari National Hospital,” ujar dia.

Pelaku Menghilang

Sementara itu diperoleh informasi bahwa pelaku dikabarkan menghilang dari rumahnya di Babatan, Surabaya Barat. Petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya sudah mendatangi dan mencari pelaku ke rumahnya pada Kamis (25/01/2018). Namun hingga berita ini ditulis, mereka belum menemukannya.

“Belum (ditangkap), masih dicari dan dikejar,” sebut seorang anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya yang menolak disebut namanya, Kamis (25/1/2018) petang.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan menerangkan, pihaknya belum melakukan pemeriksaan saksi pelaku.

“Secepatnya akan dilakukan pemeriksaan yang diduga pelaku, sekarang masih dalami keterangan dari korban,” jelas Rudi.

Selain meminta keterangan saksi korban, lanjut Rudi, pihaknya juga melakukan klarifikasi dan meminta keterangan dari manajemen rumah sakit selanjutnya pemeriksaan saksi yang diduga pelaku. Pelaku akan dikenai Pasal 290 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun. Pelaku, melakukan pencabulan orang dalam keadaan korban tak sadarkan diri. tim

Leave a comment