Terbaru

Sudirman Said: Pemimpin Politik Bukan Sekadar Populer

Cagub Jateng Sudirman Said

KopiOnline Purwokerto – Calon gubernur (cagub) Jawa Tengah Sudirman Said berbicara tentang ciri-ciri pemimpin dan penguasa. Pemimpin berbeda dibanding penguasa.

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan pemimpin berkaitan dengan perilaku, yang meliputi integritas, kompetensi, rekam jejak (track record), prestasi, serta tanggung jawab.

Sedangkan penguasa, terutama di era demokrasi elektoral sekarang, umumnya hanya diukur berdasar angka-angka popularitas.

“Di dunia politik sulit, ukurannya populer atau tidak, dikenal rakyat atau tidak. Karena itu proses politik harus memfasilitasi orang-orang kompeten menjadi populer, bukan sekadar memberi tempat orang populer,” tandas Sudirman.

Pria berkaca mata itu mengutarakan hal tersebut saat berbicara di stadium general bertema Menyambut Menyambut Kepemimpinan Baru di Jawa Tengah, yang diselenggarakan di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah, Sabtu, 30 Desember 2017.

Dipaparkan, pemimpin di lingkungan profesional mudah dilahirkan karena tolok ukurnya mudah diterapkan. Di arena politik, pemimpin sulit ditemukan.

Karenanya, menurut Sudirman lagi, segenap komponen yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu perlu mengakomodasi tokoh sosial madani serta institusi pendidikan, dan lainnya, agar menjadi populer. Diharap akhirnya turut berkecimpung di lingkungan politik.

“Kita harus mengembalikan harkat demokrasi dan politik dengan mengajak sebanyak mungkin orang baik masuk politik. Bukan semata soal berapa kaya dan berapa tinggi jabatan, tetapi soal hati. Orang yang bisa mengatakan apa artinya cukup,” tandasnya.

Kepercayaan Berat

Sebelumnya, Sudirman Said mengutarakan bahwa kepercayaan yang diberikan Partai Gerindra menjadi calon kepala daerah sebagai kepercayaan yang berat diembannya.

“Ini kepercayaan yang berat. Saya akan berjuang sungguh-sungguh memenangkan hati rakyat Jawa Tengah,” tutur Sudirman pada acara pengumumannya sebagai calon gubernur Jawa Tengah di Rumah Keluarga Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Menurutnya, mengurus kewenangan masyarakat tidak begitu sulit. “Yang membuat sulit adalah sikap berkhianat dan urusan korupsi. Saya bersama Gerindra ingin berjuang menyelesaikan masalah korupsi,” katanya. red/rel

Leave a comment