Terbaru

Setnov, 2 Lambaian Tangan 2 Warna Baju 2 RS & 2 Praperadilan (?)

Dua lambaian tangan Setnov dengan busana yang berbeda warna.

KopiOnline Jakarta – Ada yang menarik ketika KPK membidik Ketua DPR, Setya Novanto yang notabene Ketua Umum P:artai Golkar, ditengarai terlibat mega korupsi proyek e-KTP yang merugikan keuangan negara Rp 2,3 trilyun dari total anggaran sebesar Rp 5,9 trilyun. Ada dua lambaian tangan yang berbeda situasi dan kondisi, ada dua pakaian “kebesaran” yang berbeda (kuning dan orange), ada dua pula rumah sakit (RSMPH dan RSCM) dan apa mungkin akan ada dua sidang praperadilan.

Tragis memang, nasib Setnov. Namun ini masih dalam dua babak drama yang dimainkan. Satu babak dimenangkan di meja peradilan praperadilan dan babak kedua masih dalam proses, digelar atau tidaknya praperadilan kedua yang diajukan pengacara Setnov. Sebab, masih dalam pertarungan melawan waktu, KPK mengejar pemberkasan yang dibatasi waktu, sementara Setnov tinggal menunggu disidangkannya praperadilan.

Itulah bagian risiko dalam berpolitik. Seperti pepatah Rusia mengatakan, Sekejam-kejamnya Pembunuhan Masih Lebih Kejam Berpolitik, Tetapi Manusia Tanpa Politik, ya Mati Saja. Rakyat hanya jadi penonton dan sebagian besar suporter fanatisme akar rumput. Lakon Mega Korupsi Mega Proyek e-KTP sudah digelar di panggung sandiwara. Kita saksikan babak demi babak hingga siapa nanti yang akan babak belur.

Seperti diketahui, setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Medika Permata Hijau (RSMPH) Kebayoran Lama Jakarta Selatan dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, akhirnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memindahkan tersangka (TSK) dugaan mega korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto ke rumah tahanan negara Klas I Jakarta Timur cabang KPK. Pemindahan dilakukan setelah KPK memastikan ketua DPR tak perlu melakukan lagi perawatan di RSCM.

“Menurut keterangan dokter sebagaimana disampaikan Dirut RSCM dan tim IDI bahwa yang bersangkutan tidak perlu dilakukan lagi rawat setelah dilakukan assessment selama tiga hari. Oleh karena itu maka pembantarannya tidak dibutuhkan lagi,” kata Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif dalam konferensi pers di RSCM, Jakarta Pusat, Minggu (19/11/2017) malam.

Setya Novanto (Setnov) yang sudah mengenakan rompi oranye seragam tahanan dibawa ke rutan KPK menggunakan mobil tahanan berwarna hitam sekira pukul 23.30 WIB. Setya Novanto saat turun dari mobil tahanan, sebuah kursi roda telah menanti untuk membawanya ke dalam ruang tahanan KPK. Setnov hanya sekali melambaikan tangan kepada awak media saat petugas membawanya ke dalam gedung KPK.

Sebelumnya, pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana memastikan tersangka dugaan korupsi e-KTP Setya Novanto tak perlu melakukan rawat inap. Kepastian itu setelah pihak RSCM dan tim dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melakukan pemeriksaan terhadap Setya Novanto sejak tiba di rumah sakit Jumat (17/11/2017) siang.

“Yang bersangkutan sudah tak ada indikasi lagi dirawat inap” Direktur RSCM Dr dr CH Soejono, SpPD dalam keterangan di RSCM, Jakarta, Minggu (19/11/2017) malam.

Soejono mengatakan, pemeriksaan selama dua hari itu meliputi beberapa serangkaian. Seperti wawancara medis dan pemeriksan jasmani.

“Sejak Jumat lalu pasien SN dikirim dari rumah sakit sebelumnya ke RSCM untuk dilakukan pemeriksaan kemudian dari Sabtu dan Minggu pemeriksaan jasmani untuk dapat menyimpulkan bagaimana kondisi kesehatan, dan memberikan penatalaksanaan sesuai yang dibutuhkan,” kata Soejono.

Setya Novanto ditahan selama 20 hari terhitung 17 November sampai 6 Desember di Rutan Negara Kelas 1 Jakarta Timur Cabang KPK. Dia ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP.  

KPK Berpacu Dalam Waktu

Ketua DPR Setya Novanto kini resmi menjadi tahanan KPK, dan sudah menghuni tahanan KPK. Tak lagi terbaring di RSCM Kencana, Jakarta sejak dipindahkan dari RS Medika Permata Hijau pada Jumat (17/11/2017) lalu. KPK belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap tersangka kasus e-KTP itu setelah mengalami kecelakaan mobil. Pola ini sebenarnya yang dilakukan Setnov saat menjadi tersangka pertama kali dan kemudian menang di praperadilan.

Melalui pengacaranya Fredrich Yunadi, Setnov telah mendaftarkan praperadilan lagi dengan nomor registrasi 133/Pid.Pra/2017/PN JKT.SEL. Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) Kusno telah ditunjuk sebagai hakim tunggal praperadilan. Sidang pertama akan dilaksanakan pada Kamis, (30/11/2017) nanti.

Jika tak ingin keok lagi, dalam waktu kurang dari dua pekan KPK disarankan bergerak cepat, berpacu dalam waktu melawan hari H praperadilan sebelum digelar. Pengamat hukum pidana dari Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar meminta agar KPK segera menyelesaikan pemberkasan Novanto. Kemudian sesegera mungkin melimpahkannya ke pengadilan.

“KPK harus segera melakukan pemberkasan. Karena ke depannya ada praperadilan,” kata Fickar di dalam diskusi bertajuk ‘Dramaturgi Setya Novanto’ di Cikini, Jakarta pusat, Sabtu (18/11/2017).

Gerak cepat itu perlu dilakukan jika KPK tidak ingin kalah lagi dalam proses praperadilan. Sebab Novanto memang sudah kembali mengajukan praperadilan untuk yang kedua kalinya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada 15 November lalu. “Kalau pemberkasan masuk ke pengadilan, otomatis praperadilan akan gugur,” ucapnya.

Soal praperadilan kedua Setnov, Ketua KPK Agus Rahardjo menanggapi santai. KPK, kata dia, kali ini memiliki strategi berbeda, namun dia enggan mengungkap. “Tidak perlu dibuka di sini,” kata Agus di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (16/11/2017).

Keterangan soal pemberkasan kasus Setnov sebelumnya pernah diungkap Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. Sebelum Setnov menghilang pada Rabu (15/11/2017) malam, KPK sedang mempercepat penanganan perkara.

“Saya tanyakan ke Direktur Penuntutan, ‘sudah 70 persen, Pak,’ katanya,” ujar Alexander di Gedung KPK Jakarta, Rabu (15/11/2017) siang.

Dalam kasus Setnov, menurut Alex, pemeriksaan seorang tersangka memang sebaiknya dilakukan di akhir penyidikan. Dengan demikian, pemeriksaan tersangka dapat segera dilanjutkan dengan tindakan penahanan. Setelah itu, penyidik dapat melimpahkan berkas penyidikan dan tersangka ke tahap penuntutan. kop

Leave a comment