Terbaru

Cinta Urung Didapat Nyawa Imam pun Melayang dan Berakhir Dalam Karung

Korban Imam Maulana (kiri) dan tersangka, Badrun (kanan), Foto : ist/win

KopiOnline Jakarta – Cinta segita itu menyulut cemburu buta dua pria yang sedang dimabok asmara. Cinta pun urung didapat dan hidupnya pun berakhir dalam karung. Inilah nasib nahas yang menimpa Imam Maulana (19) yang ditemukan tak bernyawa dan terbungkus dalam karung di Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Selasa (14/11/2017) pukul 15.30 WIB.

Belum diketahui secara pasti motif pembunuhyan ini, namun Tim  Reserse Jatanras dan Unit Resmob Polres Metro Jakarta Timur, berhasil meringkus, Badrun (43) tersangka pelaku pembunuhan mayat dalam karung. Dalam penyidikan awal, pembunuhan tersebut dilatarbelakangi cinta segitiga. Tersangka terbakar cemburu ketika mengetahui korban menjalin asmara dengan wanita Er yang ternyata masih kakak sepupu korban.

Menurut keterangan Kapolres Metro Jaktim, Andri Wibowo kepada wartawan, Rabu (25/11/2017) pagi, pihaknya membentuk tim yang terdiiri dari Unit Jatanras dan Unit Resmob langsung bergerak setelah mendapat ciri-ciri dan identitas pelaku. Maka hanya dalam tempo 6,5 jam setelah mayat korban pembunuhan ditemukan, tersangka Badrun berhasil dibekuk di Clean House Laundry Citra Grand, Cibubur, Bekasi, Rabu (15/11/2017).

Mayat Imam Maulana (19), lanjut Andri, ditemukan warga terbungkus dalam karung di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Awalnya, warga yang menemukan mayat terbungkus tiga lapis kemasan di peturasan Terminal Bus (Terbus) Kampung Rambutan, melapor ke Pos Polisi Terbus, Kampung Rambutan. Salah seorang saksi mengaku dititipi bungkusan tersebut oleh seorang pria, Senin (13/21/2017) pukul 06.00. Bungkusan kemudian diletakkan di samping pangkalan bus Warga Baru, jurusan Subang – Kampung Rambutan.

Namun hingga warung milik saksi  tutup, bungkusan berlapis plastik, selimut, dan karpet yang masing-masing lapisannya dilakban ini tidak juga diambil. Keesokannya harinya, bungkusan tersebut menebarkan baru busuk dan membuat saksi curiga. Ia kemudian melaporkan titipan bungkusan ini ke Pos Polisi Terminal.

Saat bungkusan dibuka pukul 15.30, tampak mayat Imam Maulana. Tim gabungan Unit Jatanras dan Resmob Polres Metro Jaktim kemudian menindaklanjuti temuan ini. Bermodal keterangan saksi, pengamatan dan analisa yang dibuat tim gabungan, polisi akhirnya menangkap Badrun.

Korban, Imam Maulana sesuai identitas yang ditemukan beralamat di Jalan Grujugan RT 3 RW 8, Kemranjen, Banyumas Jawa Tengah, dan pelaku, Babrun warga Dusun Sigandu RT 01 RW 03 Banjarwaru, Nusawungu, Cilacap, Jawa Tengah. Sementara dua orang pemilik warung masing masing Rohana (52) dan Tarjono (50) asal Brebes, Jawa Tengah, beralamat di Jalan Bungur IV RT 016 RW 06  Kelurahan Rambutan, Ciracas, Jaktim.

Terbakar Cemburu

“Pembunuhan bermotif cinta segitiga. Pelaku cemburu karena korban bermain asmara dengan kakak sepupu korban, ER, yang katanya, pacar pelaku. Pembunuhan diawali cekcok antara korban dan pelaku setelah korban minta uang ke pelaku,” papar Andry.

Andry menjelaskan, hari Minggu (12/11/2017), pukul 24.00, korban pulang dari tempat kerjanya, Clean House Laundry  Citra Grand, Bekasi. Dalam keadaan mabok ia menemui pelaku lalu minta uang.  Keduanya kemudian terlibat cekcok mulut hingga akhirnya pelaku menendang korban hingga jatuh, meninggal. Korban kemudian dibungkus dan dibawa dengan mobil sewaan ke Terminal Kampung Rambutan.

“Detil penyebab kematian masih harus menunggu hasil otopsi dari RS Polri, Kramatjati. Yang saya jelaskan tadi itu pengakuan tersangka. Masih harus dilengkapi hasil otopsi,” tutur Andry. (kop/komp)

Leave a comment