Terbaru

Wow…!!! Alexis Buka, Dipersilahkan Datang Menikmati Hiburan

KopiOnline Jakarta – Kuasa hukum Alexis, Lina Novita mempersilahkan masyarakat datang ke hotel Alexis untuk menikmati hiburan malam di tempat tersebut. pasalnya hanya tempat griya pijat dilantai 5, 6 dan 7 yang ditutup sedangkan tempat karaoke, bar, dan hiburan live musik tetap ada.

“Di ILC ingin saya sampaikan, silakan boleh datang ke karooke, bar, live musik, bar. ini masih bisa jalan, karena memang izinnya tetap ada,” kata dalam acara ILC di tvOne, Selasa malam 7 November 2017.

Lina memaparkan akibat dari pemberitaan penutupan Alexis berimbas pada berkurangnya pengunjung.

“Pengunjung sangat berkurang. Sangat disayangkan. Kalau biasanya 100 persen, kini hanya 20 persen saja,” katanya.

Dengan penghentian operasional hotel dan griya pijat, ada sebanyak 150 pekerja yang harus dirumahkan. Lina membantah, seluruh pekerja yang jumlahnya sampai 1.000 yang dirumahkan.

Selain itu, dia juga kembali membantah tentang adanya praktik prostitusi di Alexis. Dia memastikan, manajemen Alexis Grup tidak pernah melanggar aturan, kalau pun ada laporan tersebut, dia menuding hanya dilakukan oknum.

“Di tempat kami, belum pernah ditemukan peredaran narkoba, atau pun laporan pidana prostitusi,” kata Lina.

Siap Terapkan Konsep Wisata Syariah

Manajemen Hotel Alexis berharap Pemprov DKI bersikap adil dalam menerapkan aturan. Manajemen Hotel Alexis juga siap menerapkan konsep wisata syariah yang diusulkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dengan catatan: konsep tersebut masuk ke dalam peraturan yang berlaku bagi semua pengusaha hiburan.

“Kami, sih, ikut aja. Kalau peraturan seperti itu (memenuhi standar kehalalan) kami tinggal menyesuaikan,” kata juru bicara sekaligus staf hukum perusahaan Hotel Alexis Lina Novita kepada Tirto, Jumat (03/11/2017).

Lina menyatakan manajemen Alexis masih berupaya menjalin komunikasi dengan Pemprov DKI terkait perpanjangan izin yang saat ini belum diberikan. Namun ia berharap Pemprov DKI bersikap adil dalam menerapkan aturan. “Ya, sejauh ini kami tanyakan diprosesnya kapan, seperti apa, berkasnya apa yang perlu dilengkapi, penyesuaiannya ke mana, itu saja,” katanya.

“Ada harapan kami (agar) hukum (berlaku) bagi semua,” tambah Lina.

Ia menyadari perusahaan tidak bisa menjalankan bisnis yang bertentangan dengan peraturan pemerintah. “Masak pemprovnya bikin aturan lalu kami tetap berjualan ‘gituh’, enggak bakal jalan usahanya, entar ditutup lagi,” ujarnya.

Hingga hari ini belum ada pembicaraan antara manajemen Alexis dan Pemprov DKI Jakarta terkait pengembangan konsep wisata syariah. Namun sepahaman Lina, hotel berstandar syariah berarti tidak boleh menjual minuman beralkohol, rokok, dan melarang pasangan belum menikah menginap dalam satu kamar. “Yang pasti pengusaha akan menyesuaikan dengan aturan,”

Manajemen Alexis belum bisa mengkalkulasi dampak penerapan konsep syariah terhadap perusahaan. Sebab, kata Lina, manajemen juga belum membahas kemungkinan menjadikan Alexis sebagai hotel berstandar syariah. Kalau pun nantinya konsep itu jadi diterapkan Lina memastikan manajemen akan melakukan inovasi bisnis untuk menjaga persaingan.

“Mungkin kalau dibikin halal tourism [dicari] yang lebih berpeluang [dari sisi bisnis] apa? Dibikin sesuatu yang ke islam-islaman, jualan apa gitu?” ujar Lina.

Wacana mengembangkan wisata syariah disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno. Sandi mengatakan Pemrov DKI akan bekerjasama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah untuk melatih pelaku usaha hiburan, termasuk staf Hotel Alexis.

“Kami dapat daftar nama dari staf hotel Alexis Grup yang harus dilatih. Masyarakat Ekonomi Syariah sudah bersedia, pemprov nanti jadi pendamping untuk konsultasi dan advokasi,” kata Sandiaga, seperti dikutip Antara.

Sandiaga mengatakan saat ini perhotelan syariah sedang marak di Bangkok, Kuala Lumpur, Seoul, dan Tokyo. Ia memastikan Jakarta beberapa hotel di Jakarta sudah menerapkan konsep syariah.

“Saat ini hotel syariah sedang didata di Jakarta, tapi beberapa yang sudah saya kunjungi langsung di Sofyan, Tebet maupun di Menteng. Dan ada beberapa hotel di wilayah Jakarta Timur,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Menjadikan Jakarta kota berbasis ekonomi syariah merupakan salah satu janji Sandiaga saat kampanye. Ia menyebut Jakarta akan menjadi pusat perekonomian syariah jika dirinya terpilih. “Saya melihat ekonomi berbasis syariah di Jakarta itu masih sangat kurang penetrasinya. Dan saya melihat ini peluang,” kata Sandi seusai mengisi pelatihan kewirausahaan di Rabbani Shop, Pulogadung, Jakarta Timur, 23 Januari lalu.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengumumkan tidak memperpanjang izin usaha Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis di Jalan Martadinata, Kelurahan Pademangan, Jakarta Utara, sejak 27 Oktober 2017.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyatakan keputusan pemerintah provinsi DKI Jakarta itu sudah bulat. Ia akan menindak tegas apabila memang masih ditemukan adanya aktivitas yang dilakukan di tempat wisata Jakarta Utara tersebut.

Pekerjakan 104 Perempuan Asing

Dalam kesempatan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan Hotel Alexis memperkerjakan 104 pekerja asing. Para pekerja itu memiliki izin namun masa berlakukan berakhir bersamaan dengan ditutupnya hotel dan griya pijat Alexis.

“Hari ini hari terakhir izin kerja mereka,” ujar Anies di Balai Kota Jakarta, Selasa malam, 31 November 2017.

Dalam keterangan orang nomer satu di Jakarta ini merinci jumlah pekerja tersebut, di antaranya 36 orang berasal dari Tiongkok, 57 orang dari Thailand, 5 orang dari Uzbekistan, dan 2 orang dari Kazakhstan. Sedangkan empat tidak diketahui asalnya dari mana.

“Kini mereka menjadi ilegal, Karena tidak lagi memiliki izin, dan urusannya dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi ” ujar Anies.

Anies Menambahkan pemerintah tengah memantau tempat usaha serupa di ibu kota. Ia berjanji memeriksa satu per satu secara senyap. Namun Anies enggan menunjukkan bukti secara langsung kepada wartawan.

“Kasus ini tidak sama seperti pelanggaran bangunan, pelanggaran jalan, bisa kami foto. Kalau ini itu enggak patut,” ujar Anies.

Di informasikan sehari setelah penutupan Hotel Alexis, pihak manegemen melalui kuasa hukumnya menggelar jumpa press kepada wartawan, dalam acara tersebut wartawan di ajak ke lantai tujuh yang di sebut oleh mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau ahok adalah surga dunia. Namun seperti diketahui banyak pewarta yang kecewa kondisi tempat hiburan tersebut sudah beroperasi, Boleh dikata para awak media hanya disuruh melihat “Surga Dunia” tanpa penghuni. Karena pekerjanya sudah dirumahkan dan para “Bidadari”nya disembunyikan.

Seperti diketahui, penutupan Hotel Alexis dilakukan dengan kebijakan tidak memperpanjang Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) yang diajukan PT Grand Ancol Hotel ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM dan TPST), dan surat penolakan itu telah disampaikan kepada perusahaan tersebut. adm/kop

 

Leave a comment