Terbaru

Sidang Dagelan, Ramadhan Pohan Divonis Ringan & Tidak Ditahan

KopiOnline Medan – Sidang kasus penipuan yang menyeret politisi Paaartai Demokrat, Ramadhan Pohan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, menjadi sorotan berbagai elemen masyarakat, khususnya di Sumatera Utara. Pasalnya, vonis yang dijatuhkan majelis hakim dinilai tidak berkeadilan.

Saksi korban penipuan Laurenz Henry Sianipar kecewa berat pasca mendengar vonis yang dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri Medan, Jumat (27/10/2017) yang lalu. Sebab, Majelis Hakim PN. Medan yang diketuai Erintuah Damanik tidak memerintahkan penahanan terdakwa Ramadhan Pohan.

“Gimana ngak kecewa bang, dia Ramadhan Pohan dijatuhi hukuman hanya satu tahun dan tiga bulan kurungan penjara. Inipun tidak ada perintah penahanan,” tandas Laurent kesal.

Sementara itu, Dewan Pengawas DPP LSM Koalisi Bersama Rakyat (KIBAR), Jansen Leo Siagian menilai vonis hukuman penjara terhadap mantan calon wali Kota Medan sekaligus politikus Partai Demokrat, Ramadhan Pohan yang hanya dihukum 15 bulan penjara. Dan terungkap bahwa dia dinyatakan terbukti bersalah melakukan penipuan sebesar Rp 15,3 miliar saat proses Pilkada Medan pada 2015 lalu.

“Vonis ini terlalu ringan, Patut diduga ada rekayasa, Ini namanya penegakan hukum yang tidak punya rasa keadilan. Jangan-jangan ini sidang dagelan,” tegas Jansen Leo Siagian kepada Koran Pagi Online, Jumat siang (03/11/2017).

Sepatutnya aparat penegak hukum harus sadar untuk menghadirkan rasa keadilan, Sebab dalam kasus ini korban tidak menerima kembali uang yang diambil oleh terdakwa, ibarat kehilangan Sapi harus pula menjual Kambing dan Sapi pun tak dapat, Lalu untuk mendapatkan Sapinya supaya bisa diganti, maka si korban harus mengajukan gugatan perdata untuk melakukan sita jaminan atas harta benda milik terpidana, kata Leo mantan Eksponen Angkatan 66.

“Kalau demikian, tentu harus memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Miris, Hanya untuk mencari keadilan di Negara yang kita cintai ini sangatlah mahal. Karena ditangani oleh oknum-oknum penegak hukum yang bobrok moralnya yang tidak punya rasa keadilan, lantas bagaimana si penipu bisa kapok,” cetus Leo. red

 

Leave a comment