Terbaru

Pelantun Lagu Gereja Tua (Vokalis Panber’s ) Benny Pandjaitan Berpulang

KopiOnline Jakarta – Musisi legendaris Benny Pandjaitan yang juga vokalis Panber’s telah tiada. Tuhan telah memanggilnya dan menyediakan panggung musik abadi. Pelantun lagu Gereja Tua, Cinta dan Permata, menghembuskan nafas terakhir, Selasa (24/10/2017) pukul 09.50 karena sakit stroke.

Sehari sebelum meninggal, Benny Panjaitan dikabarkan telah berpulang dan sempat dimuat di media online. Kabar yang tidak jelas itu sempat mengagetkan keluarga musisi ini. Namun rupaanya Tuhan berkehendak lain, dan akhirnya memanggilnya. Itulah jalan terbaik bagi Benny setelah beberapa tahun menderita sakit struk dan kondisinya semakin memburuk dalam tiga tahun terakhir.

Pemred Koran Pagi saat bersama Benny Panjaitan.

Informasi yang diperoleh koranpagionline.com melalui melalui sahabat dan kerabatnya, menyebutkan bahwa maestro musik itu disemayamkan di rumah duka Jalan Prof. Dr. Hamka No 14, (Jalan Chaplin), Larangan Selatan, Kreo, Tangerang Selatan.

Benny sempat dikabarkan meninggal dunia, Minggu (22/10/2017), namun hal itu disangkal putranya. Begitu halnya pakar urat dan syaraf, Tina Wibawani yang sempat memberikan terapi di rumah praktiknya di Jati Asih Bekasi, sempat tersentak mendengar kabar yang “ngaco” tersebut.

“Kabar dari mana tuh, kok tega orang masih hidup dikabarkan meninggal. Soalnya saya baru saja komunikasi sama bamg Ruslan bahwa bang Benny kondisinya memang memburuk tetapi tidak meninggal seperti dikabarkan media online, “ tandas Tina Wibawanii kepada Koran Pagi, Minggu (22/10/2017) kemarin.

Rejeki, jodoh dan kematian memang Tuhan yang punya kuasa. Sementara rencana menggelar konser musik sekaligus peluncuran buku ‘Perjalanan Panjang Sang Legend’ pada 23 November 2017, di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, urung terlaksana. Rupanya Tuhan telah mempersiapkan sebuah konser abadi di panggung yang lain.

Benny Panjaitan begitu melekat namanya dan tak bisa dilepaskan dari grup musik Panber’s, singkatan Pandjaitan Bersaudara. Kelompok musik ini didirikan pada 1969 di Surabaya, terdiri dari empat kakak beradik kandung putra-putra dari JMM Pandjaitan SH (alm) dengan Bosani SO Sitompul.

Mereka adalah Hans Panjaitan pada lead guitar, Benny Panjaitan sebagai vokalis dan rhythm guitar, Doan Panjaitan pada bas dan keyboard, serta Asido Panjaitan pada drum. Dalam perkembangannya formasi band ini berubah dan bertambah sejak tahun 1990-an dengan kehadiran Maxi Pandelaki sebagai bassist, Hans Noya sebagai lead guitar, dan Hendri Lamiri pada biola.

Sekitar tiga tahun yang lalu kondisi Benny Panjaitan masih sumringah kendati fisiknya tidak begitu sehat. Beliau disampingi Ruslan yang setia mengantar kemana pum Benny hendak bepergian baik itu sekadar jalan-jalan, berobat ke rumah sakit ataupun terapi di rumah Tina Wibawani di kawasan Jati Asih Bekasi. Bahkan, Benny bersama penulis dan Mbak Tina sempat menyanyi bersama. Selamat jalan bang Benny Panjaitan, selamat menunuju panggung abadimu…..( mastete)

 

 

Leave a comment