Terbaru

Presiden Jokowi Lantik Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta

KopiOnline Jakarta – Presiden Joko Widodo sore ini secara resmi melantik Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Pelantikan keduanya digelar di Istana Negara pada Senin, (16/10/2017).

Prosesi pelantikan keduanya sore ini dilaksanakan serupa dengan prosesi pelantikan sejumlah gubernur dan wakil gubernur lainnya. Petikan Surat Keputusan Presiden diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo kepada keduanya di Ruang Kredensial Istana Merdeka.

Setelahnya, Presiden dengan didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo bersama Anies dan Sandiaga melakukan prosesi kirab dengan berjalan kaki menuju tempat pelantikan di Istana Negara. Mereka diiringi oleh pasukan kehormatan Paspampres selama berjalan menuju lokasi.

Setibanya di Istana Negara, calon gubernur dan wakil gubernur diambil sumpah oleh Presiden dan dilantik dengan berdasarkan pada Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 83/P Tahun 2017 tanggal 14 Juli 2017 tentang Pengesahan Pemberhentian Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Sisa Masa Jabatan Tahun 2012-2017 dan Pengesahan Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Masa Jabatan Tahun 2017-2022 keduanya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

“Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban saya sebagai gubernur/wakil gubernur dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa,” demikian Presiden memimpin pengucapan sumpah jabatan.

Setelah dilantik, keduanya akan langsung mengemban amanah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk masa jabatan tahun 2017 sampai dengan 2022 mendatang.

Acara pelantikan tersebut kemudian diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo serta Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk kemudian diikuti oleh tamu undangan yang hadir.

Saatnya Pribumi Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan pidato politiknya usai menggelar serah terima jabatan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Anies mengajak seluruh warga Jakarta untuk bersatu pascaperpecahan yang terjadi dalam Pilgub DKI Jakarta lalu.

“Hari ini, saya dan Bang Sandi dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur. Bukan bagi para pemilih kami saja tapi bagi seluruh warga Jakarta. Kini saatnya bergandengan dalam saudara, dalam satu rumah untuk memajukan kota Jakarta,” kata Anies saat menyampaikan pidatonya, Senin (16/10/2017).

Ia pun mengajak seluruh warga DKI, baik yang memilihnya atau tidak untuk kembali bersatu dan melekatkan kembali ikatan yang sempat tercerai.

“Kasih sayang akan menciptakan persatuan. Ikatan yang sempat tercerai, mari kita ikat kembali. Rajut kembali. Kumpulkan energi untuk membangun kota ini bersama-sama,” tuturnya.

Anies menyebut mulai hari ini, lembaran baru bagi Jakarta sudah dibuka. Niat lurus dan ikhtiar gotong royong dalam makna sesungguhnya telah terjawab. Dan, suara warga DKI Jakarta pun telah menang.

“Yaitu satu rasa yang sama, keadilan bagi semua. Hari ini amanat besar telah diletakkan di pundak kami berdua, yang harus dipertanggungjawabkan di dunia dan akherat,” ujarnya.

Ia menegaskan pembangunan sebuah negara dan kota bukan hanya untuk satu orang atau satu golongan. Anies menjamin bahwa pembangunan di Jakarta tidak berdasarkan kepentingan segelintir individu.

“Pengelolaan ini tidak boleh kepentingan satu perhimpunan, satu golongan, satu korporasi tapi untuk warga Jakarta,” ujarnya.

Anies berpidato dalam pesta rakyat yang digelar di halaman Gedung Balai Kota. Sebuah panggung dibangun di halaman tersebut. Masyarakat yang hendak ingin melihat gubernur baru sudah memenuhi Balai Kota sejak sore. Berbagai hiburan pun digelar untuk menghibur masyarakat yang hadir.

Sebelum pesta rakyat digelar, terlebih dahulu dilaksanakan sertijab antara Plh Gubernur DKI Jakarta Saefullah dan Anies Baswedan serta Sandiaga Uno.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpidato di depan relawan dan warga Jakarta. Anies menyinggung tekadnya untuk memakmurkan masyarakat Jakarta.

“Jakarta adalah tempat yang penuh sejarah. Setiap sudut kota ini menyimpan sejarah yang melalui ribuan tahun. Jakarta adalah kisah pergerakan peradaban manusia. Jakarta pusat berkumpulnya manusia seluruh Nusantara bahkan penjuru dunia. Interaksi adalah sejarahnya,” kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (16/10).

Dahulu, kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan. Saatnya jadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan sampai Jakarta seperti dalam pepatah Madura, itik yang bertelur, ayam yang mengerami. Kita yang bekerja keras mengusir kolonialisme kita harus merasakan kemerdekaan”- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Anies melanjutkan, ibu kota harus adil dan memberikan kesejahteraan. Republik ini menjanjinkan kehidupan mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Ketika republik ini menghadirkan keadilan sosial, maka InsyaAllah kita tunaikan itu. Keadilan sosial bagi warga Jakarta. Jakarta satu dari sedikit kota yang merasakan kolonialisme di depan mata. Di Jakarta kolonialisme di depan mata. Dirasakan sehari-hari. Bila merdeka janji harus terlunaskan,” tegas Anies.

Anies juga menegaskan tekadnya Jakarta layaknya sebuah aplikasi Pancasila. Pancasila harus menjadi kenyataan. Setiap soalnya harus terasa dalam keseharian.

“Indonesia bukan satu agama, namun Indonesia juga bukan negara yang alergi agama apalagi antiagama. Mari hadirkan Jakarta yang manusiawi. Sebagaimana prinsip kemanusiaan. Mari menghadirkan persatuan. Mari merayakan persatuan,” tutup Anies.  red

Leave a comment