Terbaru

Rustriningsih Berminat Maju di Pilkada Jateng

KopiOnline | Semarang – Mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih mengaku sudah sering melakukan komunikasi secara informal dengan sejumlah partai politik membahas peluangnya maju Pilgub Jateng 2018. Tapi, dia menegaskan hingga kini belum memastikan bersedia mencalonkan diri atau tidak.

Selain pihak partai, menurut Rustriningsih, para simpatisannya yang tersebar di Provinsi Jateng akhir-akhir ini juga banyak yang memintanya maju kembali di Pilgub Jateng.

“Kalau komunikasi dengan partai secara resmi tidak, tapi kalau personal orang per-orang iya. Sampai sekarang, saya belum memberi jawaban,” kata Rustriningsih di Semarang, pada Rabu (10/4/2017) seperti dikutip Antara.

Mantan politikus PDIP itu menjelaskan banyak hal yang membuat dia enggan memastikan akan mencalonkan diri di Pilgub Jateng 2018. Misalnya, terkait dengan kendaraan politik untuk pencalonannnya sebagai kandidat dari luar partai.

Selain itu, Rustriningsih mengaku masih menunggu perkembangan politik menjelang Pilgub Jateng 2018. “Kalau minat harus disertai perangkat yang memungkinkan bisa (maju kembali di pilgub),” ujar mantan Bupati Kebumen dua periode itu.

Mengenai kemungkinan maju Pilgub Jateng melalui jalur perseorangan, Rustriningsih mengisyaratkan peluangnya kecil. Dia mengkritik persyaratan teknis terkait pengumpulan dukungan bagi calon perseorangan di Pilkada, yang diberlakukan oleh Komisi Pemelihan Umum (KPU), membuat posisi banyak kandidat independen lemah.

Padahal, Rustriningsih mengklaim optimistis mampu memenuhi persyaratan jumlah pendukung, yakni minimal 1,7 juta orang dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Pilgub Jateng 2013, yang tercatat berjumlah 27,6 juta.

Syarat teknis itu, kata dia, menjadi beban berat bagi kandidat pada Pilgub yang maju melalui jalur perseorangan. Apalagi bagi calon independen di pilkada tingkat kabupaten/kota.

“Pada salah satu halaman formulir (pernyataan dukungan warga) itu, yang saya pelajari, harus mengisi lokasi tempat tinggal. Satu wilayah, RT, RW, sedangkan jaringan itu kan berpencar, tidak satu wilayah. Kesulitannya justru soal teknis (pengumpulan dukungan),” dia mencontohkan.

Leave a comment