Terbaru

Warga Jabodetabek Diingatkan Datangnya Musim Pancaroba Hingga November

KopiOnline | JAKARTA – Awal Oktober sampai November 2017, kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan atau pancaroba. Selama masa pancaroba itu, cuaca diprakirakan dapat berubah cepat, dari cerah menjadi berawan tebal hingga turun hujan sampai pada hujan es di sejumlah tempat.

“Untuk wilayah Jakarta secara umum masih dalam transisi dari musim kemarau ke musim hujan atau pancaroba, tapi khususnya di bagian selatan Jakarta, seperti Depok, Bogor sebagian memasuki musim hujan,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BMKG Harry Tirto Djatmiko Rabu, 4 Oktober 2017.

Musim pancaroba, lanjutnya, bisa dilihat dari karakter hujannya, pertama kali turun hujan deras yang berlangsung tiba-tiba disertai angin kencang dengan durasi singkat. Selain itu, hujan es bisa terjadi selama masa awal musim penghujan ini.

Hary menjelaskan, hujan es umum terjadi pada masa pancaroba, baik dari musim kemarau ke musim hujan maupun sebaliknya. Jadi, tak perlu kaget jika terjadi hujan es seperti di Kota Depok, Jawa Barat, selama kurang lebih setengah jam pada Minggu, 1 Oktober 2017.

Menurut Hary, hujan es bisa ditandai dengan indikasi cuaca sehari sebelumnya, di mana udara pada malamnya hingga pagi esok terasa panas dan gerah. Kemudian, menjelang siang hari, akan ada tumpukan awan putih yang secara cepat berubah menjadi awan abu-abu atau hitam. Jenis awan itu dikenal dengan nama cumulonimbus (Cb).

“Ciri-ciri lain musim pancaroba, kelembaban udara tinggi, dan membuat gerah. Kemudian di sore hari awan menjadi kehitaman,” kata Harry.

Di wilayah Utara Jakarta, kata Harry, masih memasuki musim pancaroba yang ditandai dengan panas yang terik di siang hari, dan hujan di malam hari.

Di musim pancaroba seperti ini, hujan di malam hari akan terjadi dengan intensitas sedang, lebat dan dimungkinkan sangat lebat. Hujan juga terkadang disertai dengan kilat dan petir.

“Kalau di musim pancaroba, hujan lebat yang harus diwaspadai adalah genangan, karena itu sebaiknya masyarakat mulai membersihkan drainase,” kata dia.

Selain itu, dia juga mengimbau masyarakat di wilayah Jabodetabek agar menghindari lokasi-lokasi rawan, seperti di bawah papan reklame besar, atau pohon-pohon besar. Maklum, sewaktu-waktu papan reklame dan pohon besar bisa saja tumbang terhempas angin.

Musim Pancaroba di Jabodetabek ini, menurut Harry akan terjadi hingga November 2017. “Tahun ini normal, transisi musim terjadi pada September, Oktober, November, setelah itu masuk musim hujan,” kata Harry.

Musim hujan, kata Harry, ditandai dengan turunnya hujan terjadi setiap hari. “Durasinya panjang. Kalau seperti ini yang harus diwaspadai adalah daerah-daerah dataran rendah yang rawan banjir,” ujar Harry.

Sedangkan Ahli kesehatan mengingatkan risiko munculnya berbagai penyakit salah satunya influenza kala musim pancaroba datang. “Perubahan cuaca sangat ekstrem, tekanan udara, angin kencang, penyebaran serbuk sari yang bisa menyebabkan seseorang dengan riwayat asma mengalami serangan asma seperti batuk-batuk, pilek, badan agak hangat,” ujar Spesialis Penyakit Dalam, dr. Laurentius Aswin Pramono, SpPD, M.Epid.

Dia menganjurkan untuk mempersiapkan baju tebal kala cuaca mulai dingin serta siap sedia jas hujan sebagai langkah awal. Lalu, sebaiknya kurangi frekuensi ke luar rumah kala tak ada keperluan, dan pastikan asupan cairan dan makanan bergizi seimbang yang cukup untuk tubuh.

“Siapkan diri, pakai baju tebal, bawa jas hujan. Sebaiknya tidak keluar rumah. Makan dan minum lebih banyak, minum air putih (2L per hari),” kata Aswin.

Selain itu, tak kalah penting melakukan olahraga rutin dan mendapatkan vaksinasi dewasa untuk influenza. “Olahraga teratur dan vaksinasi (vaksinasi influenza dewasa. Perubahan cuaca ekstrem, daya tahan tubuh tak bagus, virus semakin berkembang,” tuturnya.

Situasi politik juga memasuki pancaroba tampaknya. Pilkada serentak Juni 2018 mulai memasuki masa pendaftaran calon, dan Pilpres masih bersengketa soal UU di Mahkamah Konstitusi.

Leave a comment