Terbaru

Wakajati DKI Terima Tamu Istimewa

KopiOnline | Jakarta – Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta menerima tamu yang terbilang istimewa. Tetamu itu adalah rombongan para Jaksa dari Thailand dan Malaysia yang berjumlah sembilan orang antara lain Mr. Ithiporn Kaewtip dari Kejaksaan Bangkok dan Mr. Syed Mohd Termizi Bin Syed Musa.

“Kunjungan ini merupakan rangkaian acara pendidikan terpadu antara Jaksa ketiga negara yang tengah diadakan di Badan Diklat Kejaksaan RI,” ungkap Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi DKI, Masyhudi, SH. MH ketika menyambut para tamu, di kantornya, Jumat, 22 September 2017.

Ia menjelaskan, pelatihan tersebut bertujuan untuk saling memahami dan bertukar informasi mengenai sistem hukum diantara negara. Sehingga diharapkan terjadi kesepahaman dalam kerangka penegakan hukum diwilayah regional Asia Tenggara.

Rombongan tamu diterima dengan hangat oleh Wakajati beserta beberapa pejabat utama Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta yakni Asisten Pembinaan dan Asisten Tindak Pidana Khusus. Acara dibuka dengan sambutan dari Wakajati DKI Jakarta yang membahas mengenai eksistensi Kejati DKI dalam penanganan perkara diwilayah hukum Provinsi DKI Jakarta, sebagai provinsi dengan kepadatan penduduk yang tinggi sehingga intensitas perkaranya juga begitu tinggi.

Pada akhir kunjungan, Wakajati DKI Jakarta mengajak para peserta untuk berkeliling Kantor Kejati DKI Jakarta, secara khusus tour tersebut dilakukan pada ruangan pemeriksaan Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati DKI Jakarta. Hal tersebut bertujuan agar para Jaksa dari Thailand dan Malaysia dapat secara langsung melihat proses penanganan suatu perkara pidana korupsi di Kejaksaan Tinggi DKI. Pembahasan mengenai penanganan tindak pidana korupsi menjadi hal yang pokok, dengan mengingat korupsi sebagai kejahatan yang berpola transnasional.

Dalam diskusi tersebut juga terdapat beberapa pembahasan menarik antara lain adanya perbedaan sistem penanganan tindak pidana korupsi di Indonesia dan Malaysia. Meskipun di Malaysia terdapat Lembaga khusus penanganan korupsi layaknya KPK di Indonesia, namun dalam penanganannya terdapat perbedaan yakni sifat penuntutan yang dilakukan di Malaysia tetap dikembalikan kepada Jaksa Agung selaku penuntut umum, tentu hal tersebut berbeda dengan KPK yang memiliki kewenangan penyidikan sekaligus penuntutan.

Disinggung mengenai anggaran penanganan perkara pidana, dalam diskusi juga terungkap bahwa anggaran yang mencukupi bagi para penegak hukum baik di Malaysia dan Thailand ikut mendorong kinerja penegakan hukum di Negara tersebut. Menanggapi hal tersebut, Wakajati mengaku bahwa minimnya anggaran di Kejaksaan tidak serta merta menjadikan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta tidak berkinerja optimal, akan tetapi justru Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta selalu berupaya bersikap profesional dalam setiap penangan perkara.

Leave a comment