Terbaru

Penyerang Mapolda Sumut Dipastikan Jaringan Kelompok JAD

KopiOnline Medan – Insiden penyerangan Mapolda Sumatera Utara yang diduga dilakukan jaringan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD), merenggut nyawa seorang polisi dan seorang anggota jaringan tewas diterjang timah panas. Aksi biadab itu dilakukan Minggu dinihari sekira pukul 03.00 WIB saat umat muslim masih bertakbir.

Penyerangan yang dilakukan dua orang yang menyusup itu langsung menyerang pos penjagaan Mapolda Sumut. Mereka sempat berkelahi dengan dua personel yang berjaga. Seorang personel kepolisian Aiptu M Sigalinging tewas,diserang senjata tajam. Sedang salah satu pelaku, Syawaludin Pakpahan kemudian ditembak mati, sementar5a pelaku lainnya ditembak pada bagian paha oleh petugas kepolisian yang lain, yang juga sedang melakukan penjagaan Mako Polda Sumut.

Kapolda Sumatera Utara, Irjen. Pol. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si, menjelaskan kepada wartawan, Minggu (25/06/2017) bahwa keempat orang tersangka berhasil ditangkap di sejumlah tempat di Kota Medan. Keempat itu, diamankan dari hasil penyidikan dilakukan pihak kepolisian dari Polda Sumut.

Kapolda sendiri beserta jajaran mendatangi rumah seorang terduga teroris yang tewas ditembak bernama Syawaluddin Pakpahan, yang beralamat di Jalan Pelajar Timur, Gang Kecil, Kota Medan, Sumatera Utara.

Disinggung soal identitas dan masing-masing peran keempat yang diamankan itu. Kapolda Sumut yang kini menjabat Gubernur Akademi Kepolisian itu, belum mau menjelaskan secara detil. Tapi, dia pastikan akan menyikat semua kelompok radikal yang di Sumatera Utara.

Dari hasil penggeledahan di rumah dua pelaku di Medan, polisi berhasil menemukan sejumlah dokumen dan senjata tajam. “Dokumennya terkait ISIS. Pelaku juga pernah ke luar negeri ke Suriah,” jelas Rycko.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting mengatakan, insiden terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Dua orang terduga teroris itu masuk dengan melompat pagar. Saat itu, anggota Yanma yang berjaga di pos III penjagaan pintu keluar Mapolda Sumut, Aiptu M. Sigalinging memergoki dua orang pelaku.

“Secara tiba-tiba anggota jaga itu diserang oleh dua orang pelaku,” kata Rina.

Rina menjelaskan, saat itu sempat terjadi perkelahian, yang mengakibatkan Aiptu M. Sigalingging tertusuk pisau. Selain itu, pelaku juga mencoba membakar ruangan pos.

Saat perkelahian, seorang anggota polisi lainnya, Brigadir E. Ginting yang tengah berpatroli sempat masuk ke dalam dan ikut terlibat dalam kontak fisik. Ginting kemudian lari dan berteriak minta bantuan ke pos jaga dua yang dijaga oleh anggota Brimob, Brigadir Novendri Sinaga, Bharatu Lomo Simanjuntak, dan Brigadir Karo Sekali.

“Lalu anggota Brimob itu langsung menyerang, menembak dan satu terduga teroris meninggal di tempat, satu kritis,” tutur Rina.

Sementara itu Kapolri Jenderal Toto Karnavian menduga pelaku teror terhadap Mapolda Sumatera Utara merupakan kelompok jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Kapolri meminta seluruh jajaran kepolisian meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman terorisme.

Pasca aksi penyerangan dua anggota Polda Sumut, polisi telah menangkap lima orang yang diduga terkait penyerangan Polda Sumut. Dari hasil pengembangan jaringan yang dilakukan oleh Densus 88 bersama dengan Polda Sumatera Utara, pelaku penyerangan diduga memiliki hubungan dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah. met/viv/tim

Leave a comment