Terbaru

Fahmi Darmansyah Dieksekusi ke Lapas Sukamiskin, Inneke Pasrah

KopiOnline Jakarta – Inneke Koesherawati menangis setelah mendengar vonis 2 tahun 8 bulan penjara terhadap suaminya Fahmi Darmawansyah. Majelis hakim menyatakan Fahmi, Direktur PT Melati Technofo Indonesia (MTI) terbukti menyuap pejabat Badan Keamanan Laut (Bakamla) dalam proyek pengadaan satelit pemantau.

Inneke yang berada di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terlihat meneteskan air mata saat majelis hakim yang diketuai Yohanes Priana. Inneke yang sesekali menunduk, mengusap air matanya dengan tisu.

Jaksa eksekutor KPK mengeksekusi Direktur PT Melati Technofo Indonesia (MTI) Fahmi Darmawansyah ke Lapas Sukamiskin, Jawa Barat. Suami aktris Inneke Koesherawati itu dijatuhi hukuman sesuai dengan putusan hakim.

Majelis hakim menyatakan Fahmi terbukti menyuap pejabat Bakamla untuk memenangkan proyek pengadaan satellite monitoring. Fahmi memberikan uang kepada pejabat Bakamla secara bertahap.

“Menimbang, perbuatan terdakwa keterangan saksi dan terdakwa, fakta hukum, Eko Hadi sebagai PNS. Hardy dan Adam dalam kesaksian mengakui memberikan uang ke Eko secara bertahap atas perintah terdakwa Fahmi,” ujar hakim dalam persidangan.

“Hari ini dilakukan eksekusi terhadap Fahmi Darmawansyah yang telah dijatuhi hukuman pidana penjara 2 tahun 8 bulan dan denda Rp 150 juta subsider 3 bulan berdasarkan putusan Pengadilan Tipikor tanggal 24 Mei 2017,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu lalu.

Fahmi dipindahkan ke Lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Sebelumnya, dalam sidang putusan pada Rabu (24/5), Fahmi tidak mengajukan banding dan menganggap ini sebagai ujian.

“Saya ucapkan alhamdulillah ini adalah ujian dari Allah. Ini adalah berita gembira, apa artinya, karena saya terpilih oleh Allah sebagai orang-orang yang diuji, maka menghadapinya dengan sabar. Sebagai manusia, kita pasti menghadapi ujian, baik senang maupun susah,” ujar Fahmi kepada wartawan seusai sidang di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat, Rabu pekan lalu.

“Lihat tadi suami sudah pasrah menerima apapun yang diputuskan sidang ini,” kata Inneke yang mengaku lega karena putusan majelis hakim lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa pada KPK yakni 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Majelis hakim menyatakan Fahmi terbukti memberikan suap pada kepada 4 pejabat di Bakamla. Suap dari Fahmi untuk para pejabat Bakamla diberikan melalui anak buahnya, Adami Okta dan Hardy Stevanus.

Pejabat Bakamla yang menerima uang yaitu Deputi Bidang Informasi Hukum dan Kerja Sama Bakamla Eko Susilo Hadi sebesar SGD 100 ribu, USD 88.500, dan 10 ribu euro, Direktur Data dan Informasi pada Deputi Bidang Informasi, Hukum, dan Kerja Sama Bakamla Bambang Udoyo sebesar SGD 105 ribu. Uang juga diberikan ke Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla Nofel Hasan sebesar SGD 104.500 dan Kepala Subbagian Tata Usaha Sestama Bakamla Tri Nanda Wicaksono sebesar Rp 120 juta. adm

Leave a comment