Terbaru

Tim Advokasi Teropong News Polisikan Akun “Andre Warmasen”

KopiOnline Sorong – Media Teropong News  terpaksa melaporkan pemilik akun Andre Warmasen  di Facebook dan Whatsapp, karena dianggap telah merugikan dan mencemarkan nama media Teropong News.

Akun Andre Warmasen dalam statusnya menyebut berita Teropong News adalah Hoax (tipu) dan disebarkan melalui akun group FB Informasi kejadian kota dan Kabupaten Sorong (IKKS) dan whatsapp (WA).

Sebagai Perusahaan Pers yang legalitasnya jelas, Media Teropong News merasa dirugikan dengan tudingan hoax ( tipu) dan disebarkan di media sosial facebook dan whatsapp.

Tim Advokasi Teropong News, Agustinus Jehamin, SH, Moh Iqbal Muhidin, SH dan Abdul Azis, SH, kemarin siang telah (08/06/2017) melaporkan pemilik Akun Andre Warmasen ke Polres Sorong Kota.

Menurut Agustinus, Teropong News selain sebagai perusahaan pers, juga merupakan perusahaan bisnis yang berhubungan langsung dengan para pelanggan, sehingga status yang dibuat oleh Akun Andre Warmasen sangat merugikan dan mencemarkan nama baik perusahaan media Teropong News.

Ditambahkan Agus, laporan polisi dengan Nomor : 425/VI/2017 terkait dengan dugaan pelanggaran UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang dilakukan oleh Akun Andre Warmasen.

Moh. Iqbal Muhidin, SH juga menegaskan, bahwa Akun Andre Warmasen telah dengan lantang dan gampangnya menggunakan media sosial Facebook dan Whatsapp sebagai alat untuk menjustice berita Teropong News adalah  hoax.

Lanjut Iqbal, Teropong News adalah perusahaan yang berbasis bisnis yang mempunyai pelanggan tersebar hampir di seluruh Papua Barat. Dengan  adanya kejadian ini jelas sangat merugikan Teropong News yang kena imbas dampak negatif, yang mana para pembaca, pelanggan dan mitra akan beranggapan bahwa Teropong News adalah media hoax.

“Kami sudah rapat dengan tim advokasi untuk melakukan langkah hukum dan tadi kami sudah  membuat laporan polisi di Polres Sorong Kota, atas dasar apa berita Teropong News diklaim hoax. Hemat saya untuk menjustice berita sebuah media itu hoax atau tidak harus melalui verifiksai para ahli,” tegas Iqbal.

Lanjut Iqbal, sebenarnya permasalahan  ini sudah pernah dilakukan pertemuan antara pimpinan Teropong News dengan Andre Warmasen terkait dengan keberatan dari Andre Warmasen terkait berita dan pada saat pertemuan di ruangan Kaur Bin Ops ( KBO) Reskrim Polres Sorong Kota pada Rabu siang (07/06) dan sudah  dianggap selesai, karena Pemred Tetopong News sudah memberikan penjelasan dan menawarkan untuk dilakukan klarifikasi atau hak jawab  jika memang masih ada keberatan.

Namun yang sangat disayangkan mengapa sudah diselesaikan tetapi justru disebarkan di media sosial dengan menuding berita Teropong News adalah Hoax (tipu).

”Saya menegaskan disini, bahwa permasalahan ini akan kami lanjutkan dalam proses hukum, bukti-bukti sudah kami siapkan” tegas Iqbal.

Hal senada dinyatakan Abdul Azis, SH. Menurutnya, jika ada pihak yang merasa dirugikan, keberatan maupun tidak puas akibat pemberitaan sebuah media seharusnya diklarifikasi atau menggunakan hak jawab. Karena Perusahaan Pers dalam menyiarkan pemberitaan sesuai UU No. 40 Tahun 1999 .

”Perlu diingat, sesuai UU ITE media sosial tidak boleh dijadikan alat untuk menghakimi, apalagi untuk menyebar kebencian dan menghina, fitnah dan lain-lain yang merugikan orang lain,” jelas Azis.

Pemimpin Redakdi Teropong News, Imam Mucholik menyayangkan kejadian ini. Imam awalnya tidak menghendaki masalah postingan tudingan hoax di medsos itu berlanjut ke ranah hukum.  Namun Crew Teropong News mendesak dan menilai tuduhan hoax dan penyebaran di medsos merupakan pelecehan nama baik media.  Setelah melalui rapat internal akhirnya diputuskan untuk melaporkan pemilik Akun Andre Warmasen.

”Soal  LP kami serahkan kepada Divisi Advokasi Teropong News. Karena hampir semua divisi  dan Wartawan Teropong News yang ngepos di Sorong maupun dari biro–biro, merasa dilecehkan dan mendesak untuk diproses hukum,” kata Imam.

Sementara itu, Mustofa HK selaku Ketua Setnas Forum Pers Independent Indonesia (FPII) saat dikonfirmasi teropongnews  mengatakan pihaknya mendesak kepolisian segera menangkap pemilik akun andre Warmasen yang dengan sadar dan sengaja mengunggah tulisan kebencian terhadap media yang tergabung di FPII.

“Pemilik akun Andre Warmasen telah dengan sengaja menyebarkan kebencian dan pencemaran nama baik media teropongnews dengan sebutan media hoax, jelas kami sangat marah, bahwa  media teropongnews satu dari sekian ratus media yang tergabung di FPII, terlebih Imam Mucholik pimpinan teropongnews adalah ketua setwil FPII Sorong Papua Barat,” ungkap Opan Sapaan akrab ketua Setnas FPII. red

 

Leave a comment