Terbaru

Merasa Dikriminalisasi, Rizieq Shihab Minta Bantuan Komnas HAM

KopiOnline Jakarta – Komnas HAM berkewajiban untuk meminta keterangan dari Rizieq, tetapi itu akan dilakukan setelah Rizieq selesai melakukan umrah di Arab Saudi. Demikian disampaikan Ansufri Sambo, soal rencana pertemuan Komnas dan Rizieq.

“Komnas HAM akan mendatangi Habib (panggilan bagi Rizieq) ke Jeddah, Saudi. Waktunya sedang diatur kapan Komnas bisa untuk ke sana. Insya Allah dengan biaya masing-masing. Mereka dengan biaya sendiri dan kita juga yang dampingi dengan biaya sendiri,” kata Ansufri yang pernah menjadi organisator gerakan Tamasya Al Maidah dan kini menjabat sebagai Ketua Presidium Alumni 212 dalam pesan pendek kepada BBC Indonesia.

Ansufri mengatakan bahwa Komnas HAM ingin bertemu Rizieq untuk meminta keterangan tentang ‘kriminalisasi, teror dan intimidasi yang dihadapi Rizieq’.

Pengacara Rizieq Shihab dan GNPF-MUI, Kapitra Ampera, juga mengatakan bahwa dia sudah mendengar bahwa Komnas HAM sudah berencana meminta keterangan Rizieq.

“Tapi tidak di Arab, di satu negara, mungkin di Eropa ya. Tidak di Indonesia dan tidak juga di Arab,” kata Kapitra.

Saat ditanya apakah Rizieq Shihab akan pulang ke Indonesia, dia menjawab cepat, “Oh iya, pasti.”

Ratusan orang dari Hizbut Tahrir Indonesia melakukan protes untuk mendukung Ketua FPI Rizieq Shihab dari ‘kriminalisasi ulama’ pada 5 Februari 2017 lalu.

Namun kapan tepatnya, Kapitra mengatakan, “Habib ini kan lagi umrah ya, lagi beribadah, ya tergantung Habib Rizieq, tak tahu kapan dia mau kembali. Dia sudah ingin pulang, cuma belum selesai saja ritualnya.”

Apakah belum pulangnya Rizieq Shihab adalah sebagai cara untuk menghindari pemeriksaan polisi? “Tidak ada begitu, dia taat hukum kok selama ini. Dia patuh hukum kok.”

FPI: Turunkan Saja Semua TNI dan Polisi, Kami Tidak Takut

Sementara itu, juru bicara Front Pembela Islam, Slamet Maarif menyebut rencana penjemputan paksa Habib Rizieq Shihab oleh anggota Polda Metro Jaya sebagai bagian dari kriminalisasi terhadap ulama.

“Pesan kami, sudahlah berhenti mengkriminalisasi ulama begitu kan. Ada hal yang lebih penting yang harus polisi lakukan juga,” kata Slamet, Jumat (12/05/2017) kemarin.

Dia menilai penanganan perkara Rizieq oleh polisi cenderung tidak profesional. Sebab, kata dia, polisi belum pernah mengungkap pemilik situs baladacintarizieq.com yang menyebarkan konten rekaman percakapan, chat sex, dan foto tak senonoh.

” Jika Polisi berani jembut paksa Habib rizieq, kami seluruh anggota tidak akan tinggal diam, turunkan saja semua Polisi dan TNI. Kami tidak takut, kami tidak akan mundur. Ini sudah jelas-jelas kriminalisasi Ulama,” tegasnya.

Selain itu, FPI juga mengaku belum menerima surat panggilan kedua yang ditujukan kepada Rizieq. “Yang nerima surat panggilan siapa, nggak ada kan. Beliau sama keluarganya ada di luar negeri. Tolong tanya ke polisi siapa yang nerima surat,” kata dia.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan jika panggilan kedua Rizieq, Rabu (10/05/2017), kembali mangkir, maka akan dijemput paksa. Sumber : pustakanews.com

Leave a comment