Terbaru

Jika Tak Terima Rizieq Shihab Ditahan, Tito akan Berada di Barisan Depan

Kapolri Jenderal (Pol) M. Tito Karnadian. (Foto : detik.com

KopiOnline Jakarta – Kapolri Jenderal (Pol) Titto Karnavian mengatakan sejumlah kasus yang menjerat Imam Besar FPI Rizieq Syihab masih diproses dan tidak ada kasus yang dihentikan. Bila penahanan Habib Rizieq tidak diterima, pihaknya akan berada di barisan paling depan.

“Kasus-kasus yang sedang ditangani biar saja itu berjalan dan sedang diproses dalam penyidikan. Kita tunggu saja sampai di mana nanti, kapan akan ke JPU biarkan berjalan,” kata Tito.

Tito mengakui, jika tak semua kasus bisa ditangani secepat polisi menangani kasus Ahok, itu bukan berarti polisi membedakan kasus.

“Kan di mata hukum sama semuanya, tidak ada perbedaannya. Semua yang dalam proses hukum, perlakuannya sama. Kita tunggu saja perjalanan daripada penyidikannya.” imbuhnya.

Hukum pasti ditegakkan, Semua warga tidak perlu kawatir. Seandainya Habib Rizieq ditahan dan FPI tak terima, Saya yang akan di barisan depan melawan mereka,” tegas Kapolri Tito Karnavian.

Memang diakui, tidak semua harus bersamaan lantaran tingkat kesulitan kasus berbeda.

“Kadangkala kasus itu kompleks, tapi karena tersedia semuanya, mulai dari barang bukti, saksi-saksi, maka mudah untuk dikompilasi, sebaliknya ada kasus yang sepele tapi untuk mengkompilasi elemen yang ada itu sulit maka agak panjang prosesnya. Itu relatif saja dan biasa dalam sebuah proses penyidikan,’ ujarnya.

Akan Dijemput Paksa

Sementara itu, Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab terancam dijemput paksa oleh Polda Metro Jaya. Pasalnya, Rizieq dua kali mangkir dari panggilan penyidik.

Hingga saat ini Rizieq diketahui masih berada di luar negeri karena alasan menjalankan ibadah umrah. Rizieq didudga tersandung kasus percakapan pornografi bersama Firza Husein.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menegaskan, polisi tidak segan menjemput paksa Rizieq.

“Yang terpenting sudah ngirimkan surat ke sana, dia kan di luar negeri, berarti nanti kita tinggal melakukan penjemputan secara paksa kepada yang bersangkutan,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, kemarin.

Argo menjelaskan, penyidik sudah melayangkan surat panggilan kedua untuk memeriksa Rizieq pada 8 Mei 2017. Dalam surat itu penyidik menjadwalkan pemeriksaan Rizieq pada 10 Mei 2017. Sayang, Rizieq tidak datang.

“Kemarin tanggal 8 sudah kita layangkan panggilan kedua untuk diperiksa tanggal 10. Yang bersangkutan tidak hadir, kita tunggu nanti kalau ada segera kita bawa,” jelas Argo.

Pihaknya juga mengetahui kabar Rizieq yang tengah berada di luar negeri untuk keperluan tertentu. Namun, Argo belum bisa memastikan kapan Rizieq kembali ke Indonesia.

“Belum mendapatkan informasi. Tidak ada kriminalisasi, ada laporan kita lidik dan kita sidik, kita kan sesuai profesional saja,” kata Argo. Sumber : pustakanews.com

Leave a comment