Terbaru

Terdakwa Dugaan Korupsi Dana Hibah Koni Rp 64 Milyar, Aidil Fitri Divonis 1 Tahun Penjara

KopiOnline Samarinda – Sidang putusan atas terdakwa Aidil Fitri mantan Ketua KONI Kota Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) Aidil Fitri yang dituduh melakukan korupsi dana hibah KONI Kota Samarinda, tahun anggaran 2014 sebesar Rp 64 miliar, hanya divonis 1 tahun penjara dan hanya  dikenakan uang pengganti kerugian negara senilai Rp 772.330.200 (jika tidak membayar hukuman penjara 6 bulan) serta denda Rp 50 juta atau penjara 3 bulan).

Vonis hakim dinilai terlalu rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), terhadap terdakwa 3 tahun, 6 bulan penjara, denda Rp 50 juta dan membayar pengganti kerugian negara Rp 11,5 miliar, jika tidak membayar dalam 1 bulan diganti hukuman 3 tahun penjara.

Sidang pembacaan putusan perkara dana pengelolaan hibah KONI Samarinda tahun 2014, Jumat (05/05) dipimpin ketua majelis hakim Deki Felix Wagiju, didampingi hakim anggota Parmatoni dan Anggraeni berlangsung yang dipadati semua kolega terdakwa berjalan 1 jam hingga hakim mengetuk palu tanda tutup sidang pukul 11.50 Wita.

Selain terdakwa didampingi tim penasihat hukum Sabam Bakara, Minton Situngkir dan rekan, sedangkan Tim Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung RI, Kejaksaan Tinggi Kaltim, Kejaksaan Negeri Samarinda yang dihadiri Darwis (Kasi Pidsus Kejari Samarinda) didampingi Muhammad Iqbal Jaksa Tipikor Kejati Kaltim

Setelah mendengar senting openi dari hakim anggota Angraini yang diikuti pembacaan amar putusan dari ketua majelis hakim dengan memvonis 1 tahun penjara bagai terdakwa, Aidil Fitri terlihat menitikkan air mata dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, raut wajah bahagia menatap majelis hakim.

Hakim mengetuk palu tanda usai sidang, Aidil Fitri menyalami satu persatu hakim dan jaksa penuntut umum, tak luput dengan mata yang berkaca bahagia memeluk koleganya yang memadati ruang sidang yang nampak di antaranya mantan Walikota Samarinda Waris Husein.

Dengan mata yang berkaca-kaca, terdakwa Aidil Fitri usai sidang mengatakan ucapan rasa syukurnya atas putusan majelis hakim yang telah memenuhi rasa keadilan dan ucapan terima kasih kepada teman-teman wartawan yang selama ini membantunya dalam mengungkap kebenaran.

‎”Terus terang saya bersyukur dengan putusan majelis hakim, saya ucapkan terima kasih kepada majelis dan seluruh yang membantu dan teman wartawan yang selama ini memantaunya, majelis hakim memutus berdasarkan hasil audit BPK, berdasarkan hasil audit BPK kerugian negarnya hanya sekitar 800 jutaan lebih. Uang penggantinya hanya sekitar Rp 700 jutaan,” ujar Aidil Fitri.

Penasihat hukum terdakwa Robert Nababan memberikan sinyal bahwa akan menerima vonis yang dijatuhkan majelis hakim 1 tahun penjara, namun yang kita harapkan vonisnya bebas namun  sudah mendekati rasa keadilan, jawabnya saat ditanya KopiOnline.

“Vonis hakim sudah memenuhi rasa keadilan, yang kita harapkan bebas nanum sudah memenuhi rasa keadilan,” ujar Robert Nababan.

Disisi lain, Kasi Pidsus Kejari Samarinda, Darwis atas nama Kepala Kejaksaan Negeri Samarinda di ruang kerjanya Jumat (05/05) mengatakan setelah melaporkan hasil sidang kepada Kajari ya langsung kita banding, jelas Darwis.

“Ya setelah mekaporkan kepada ibu Kajari maka hari ini kita langsung banding, vonisnya dibawah sekali dari tuntutan kita,” pungkas Darwis. (aedy wahab/ahmad gajali).

Leave a comment