Terbaru

Usai Sidang Korupsi Bibit Sawit Malinau, Keluarga dan Terdakwa Baku Pukul

KopiOnline Samarinda – Tidak seperti biasa Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar sidang diluar hari sidang biasanya pada hari senin hingga kamis sedangkan pada Jumat biasanya hanya sidang pelanggaran lalu lintas. Namun Jumat (28/04) ini, Ketua Majelis Hakim Parmatoni, SH menggelar sidang dengan agenda tuntutan bagi tiga terdakwa dugaan kasus korupsi pengadaan bibit sawit di Kabupaten Malinau tahun 2011  sebanyak 49.200 pohon hingga merugikan keuangan negara Rp 650 juta.

Pantauan pewarta KopiOnline sidang dengan pembacaan amar putusan yang dipimpin ketua majelis hakim Parmatoni, SH dimulai sekitar 14.45 Wita dengan menghadirkan ketiga orang terdakwa masing-masing, Direktur Utama CV Citra Prima Utama (CPU) Hansen Awang dan wakil Dirut CPU Andre Nauli, dan Patriatno selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek bibit sawit tersebut dan Kasi Pidsus Kajari Malinau Herman Kondo Siriwaha, SH selaku JPU.

Sidang yang dipadati keluarga terdakwa yang semuanya WNI keturunan Tionghoa tersebut berjalan tertib. Namun adanya kejanggalan setelah beberapa menit ketua majelis hakim membacakan amar putusannya tanpa menghadirkan terdakwa untuk duduk di kursi pesakitan untuk mendengarkan amar putusannya.

Beberapa menit ketua majelis hakim mermbacakan amar putusannya tanpa ada terdakwa di kursi pedakitan baru di tegur jaksa Herman baru majelis stop sebentar untuk memanggil terdakwa Hansen Awang (Direktur Utama CV. Citra Prima Utama (CPU) untuk duduk di kursi terdakwa haru dilanjutkan pembacaan vonis.

Dalam putusannya terdakwa Hansen Awang dinyatakan bersalah melanggar padal 3 KUHP dan divonis 1 tahun 6 bulan penjara, lebih ringan dari tuntutan JPU 2 tahun penjara. Denda Rp 50 juta subsider 4 bulan penjara. Juga dibebankan uang pengganti Rp 650 juta. Atau harta bendanya akan disita dan apabila tidak bayar uang pengganti maka menjalani 8 bulan penjara.

Sedangkan terdakwa Andre Naruli wakil Dirut CV CPA dan Patriatno (PPTK) divonis 1 tahun penjara, lebih rendah 1 tahun penjara dari tuntutan JPU 1 tahun 6 bulan. Disamping itu keduanya juga didenda Rp 50 juta subsider 4 bulan penjara tanpa uang pengganti.

Saat berada di luar ruangan sidang tiba-tiba terjadi kegaduan, diantara keluarga dan ke 3 terdakwa saling membicarakan hal vonis yang baru diputus hakim, tiba tiba terjadi baku pukul antara keluarga dan terdakwa saling baku pukul. Beruntung cepat dilerai oleh keluarga yang lain juga pihak keamanan PN Samarinda yang dengan sigap memisahkan satu ke belakang sehingga perkelahian tidak melebar.

Salah seorang keluarga dari Dirut CV CPU Hansen Awang yang terkena pukulan ketika berada di halaman PN dikonfirmasi pewarta, apakah anda keberatan atas pemukulan tersebut dan ada rencana melaporksn ke Polisi? dengan singkat mengatakan “tidak, hanya masalah keluarga salah paham,” ujarnya singkat. (ahmad gajali).

KET FOTO:

Suasana sidang vonis dan suasana keributan.

Leave a comment