Terbaru

Forum Pemersatu Warga Kebon Kosong Segel Proyek Citra Tower Kemayoran

KopiOnline Jakarta Forum Pemersatu Warga Kebob Kosong Jakarta Pusat, terpaksa menyegel proyek pembangunan Citra Towers di Jalan Benjamin Sueb Kav A6 Kemayoran. Proyek tersebut di tengarai menyedot air tanah hingga berdampak pada berkurangnya sumber air hingga terjadi kekeringan air bersih.

Warga Kebon Kosong dari RW 005, RW 005, RW 007 sepakat membentuk sebuah wadah, “Forum Pemersatu Warga” Kebon Kosong untuk menampung permasalahan warga yang terdampak pembangunan proyek Apartemen “Citra Towers” Kemayoran. Belakangan warga sekitar mulai kelimpungan mendapatkan air bersih, seiring berjalannya pembangunan apartemen.

Lurah Kebon Kosong dan Camat Kemayoran beberapa kali memfasilitasi mediasi yang dipimpin oleh Camat Kemayoran yang dihadiri oleh pihak – pihak terkait : PT. Multikom, PT. Pembina Sukses Utama, Forum Pemersatu Warga, Babinkamtibmas Kebon Kosong, Babinsa Kebon Kosong yang menghasilkan Surat Kesepakatan Bersama (SKB) dan ditanda tangani oleh para pihak diatas materai dan disaksikan oleh aparat tersebut diatas.

Dalam SKB itu disebutkan bahwa PT Multikom  bersedia dan sanggup melaksanakan pemasangan jaringan air bersih melalui PAM atau AETRA ke warga yang terkena dampak kekeringan, pencairan dana untuk penggantian biaya  yang telah dikeluarkan warga terkait penyediaan air bersih, terhitung dari hari Jum’at tertanggal 6 Januari 2017 bersedia dan sanggup untuk menyediakan air bersih PAM dari AETRA/ OALJA yang jumlahnya disesuaikan dengan  kebutuhan sampai ketersediaan air bersih terealisasi.

Dan warga pun memberikan tekanan, jika sampai batas waktu yang dijanjikan oleh pihak PT. Multikom tidak menunjukkan itikad baik seperti mengirim surat permohonan rekomondasi ke pihak PPKK dan melaksanakan pemasangan air bersih, maka Forum Pemersatu Warga akan mengirimkan Surat Somasi 1 tertanggal 5 maret 2017, Surat somasi 2 tertanggal 9 maret 2017, Surat Somasi 3 tertanggal 21 maret 2017.

Dikarenakan dari pihak PT Multikom tidak ada tanggapan pasca dikirimkannya surat somasi ke 3 maka Forum Pemersatu Warga melakukan aksi damai yang dilaksanakan pada  tanggal 3 April 2017 dengan tuntutan : Segera Penuhi Kewajiban PT. Multikom Terhadap Warga Dan akan menutup segala Aktifitas di proyek Citra Towers Kemayoran sampai pihak Multikom memenuhi tuntutan mereka.

Warga yang selama ini menanti kepastian pun menuntut untuk dikaji ulang tentang pembangunan perkantoran dan fasilitas lainnya Citra Towers Kemayoran tentang IMB dan Amdal. Bahkan, warga beranggapan bahwa pengelola wilayah oleh PPKK tidak sesuai dengan prinsip– prinsip pengelolaan termasuk di dalamnya terjadi pembiaran dan pelanggaran hak asasi manusia.

 “Ini akibat isue ” HPL dan Wilayah Justifikasi HPL maka warga Kelurahan Kebon Kosong tidak dapat menikmati pembangunan melalui Musrenbang DKI hingga sulit memperoleh layanan dari pemerintah pusat, pembangunan wilayah  yang tidak berpihak pada warga atau tidak ramah lingkungan dan sikap dari pengelola/ pembina lingkungan yang tidak berfungsi sebagai semestinya, “ jelas Supardijono selaku Ketua Forum Pemersatu Warga yang didampingi Joko Sarjono selaku Sekertaris.

Aksi warga Kebon Kosong ini melalui negosiator Sujadiono SH, apa yang sudah dalam nota kesepakatan kembali tak ada hasil. “Kami diajak bernegosiasi hanya pada level HRD management PT. Multikon,” ujarnya.

Sujadiono menjelaskan, mereka mengirim orang untuk negosiasi dengan warga bukan pengambil keputusan. “HRD bukan decesion dalam mengambil putusan apa yang sudah ada dalam 5 petisi tuntutan warga,” jelasnya.

Karena menurutnya, negosiasi antara warga dengan Management PT. Multikon dihadiri perwakilan warga, Camat, Lurah dan Kapolsek. “Namun hasilnya membuat para aksi demo akan terus melakukan aksi, karena mereka tidak punya itikad baik,” ungkapnya.

Sementara Joko Sarjono menambahkan, warga kecewa karena pihak Citra Tower tidak bisa memutuskan di tingkat direksi. Tuntutan ini akan tetap berlangsung, dimana hingga saat ini pihak Citra Tower tak memahami kepentingan warga sekitar yang terkena dampak air bersih.

“Kami akan tetap melakukan aksi selama mereka bahkan menutup pembangunan, walaupun ini akan terjadi bentrok,” tegasnya. tim

 

Leave a comment