Terbaru

Berlebihan, Razia Narkoba di Diskotik Ibukota, BNNP DKI Libatkan Gegana

Mas Tete Marthadilaga

KopiOnline (Jakarta) ,- Hebat.., BNNP Provinsi DKI Jakarta semakin menunjukkan tajinya dalam memerangi peredaran narkoba, khususnya di tempat hiburan malam. Layaknya hendak menangkap teroris, Diskotik Exo jadi sasaran kekesalan.

Pemerhati tempat hiburan malam, Mas Tete Martadilaga menyatakan dukungannya atas razia-razia yang dilakukan petugas terhadap tempat-tempat hiburan malam. Namun menjadi catatannya, apa yang dilakukan petugas terhadap 4 orang yang kena razia, dengan mengikatnya dan memperlakukan tidak dengan manusiawi saat merazia diskotik Exo di Jalan Mangga Besar, Jakarta pusat sangat disayangkan.

“Razia demi terbebas dari maraknya peredaran narkoba di tempat hiburan malam saya dukung. Saya juga ingin tempat hiburan malam bersih dari narkoba, tetapi empat orang yang belum jelas terlibat perjudian juangan diperlakukan seperti itu, hanya gara-gara kesal,” kata Mas Tete Martha kepada sejumlah rekan wartawan.

Tapi, tambahnya, cara yang dilakukan petugas saat merazia diskotik Exo, sangat berlebihan dan memperlakukan orang yang dirazia tidak manusiawi dengan cara dikaplok dan menggencet dadanya. Nampak sekali bahwa petugas belum profesional dan terkesan membabi buta.

Mas Tete yang mengaku saat razia ikut nemantau ditempat kejadian perkara (TKP) meminta juga agar aparat dalam melakukan razia tidak tebang pilih. “Lebih bagus semua tempat hiburan dibersihkan dari narkoba. Termasuk bila ada oknum petugas yang terlibat dalam peredaran narkoba hrs ditindak tegas,” katanya.

Operasi Razia BNNP DKI Jakarta dengan diikutsertakan anggota dari POM AL, AU, AD, PROPAM, Brimob dan Tim K9 BNN ke sebuah Tempat Hiburan Malam (THM) Exotic, Mangga Besar, Jakarta. Operasi ini dilaksanakan pada Sabtu dini hari, 1 April 2017 pada pukul 01.00 WIB. Operasi ini merupakan bagian  Program P4GN yang dicanangkan oleh BNN yaitu Pemberantasan dan Peredaran Gelap Narkoba.

Jika ada pengusaha hiburan bermain narkoba, lanjut Mas Tete, harus diproses hukum dan tempat hiburannya ditutup dan dicabut izinnya. Tentu tidak asal tutup dan cabut izin. Perlu pembuktian seksama dan perlu dipikirkan pula bahwa tempat hiburan malam itu nenyangkut hajad hidup orang banyak. Bukan hanya karyawan tetapi disitu ada pedagang, tukang ojek, sopir bajaj, sopir taksi, tujang parkir dan lainnya.

“Kalau pengusaha kan mudah saja tempat usahanya ditutup masih bisa buka usaha yang lain. Jadi, Dinas Pariwisata harus proaktif membina pengusaha hiburan malam. Toch, pundi pundi pajak dari sektor pariwisata cukup besar mencapai trilyunan rupiah,” ujar mas tete.

Sementara pengamatan Mas Tete pada razia Jumat (01/04/2017) malam dinihari, saat melakukannya di Top 1, berjalan normal dan baik. Ada 4 oknum anggota yang tugas di Bali dan yang bertugas di sekitar Monas diamankan.

Nah, tim BNNP DKI Jakarta yang melakukan razia  dan test urine di Diskotik Exo Jalan mangga Besar Jakarta Pusat, justru berbeda dari biasanya. Selain menurunkan Tim Gegana juga ada sebuah mobil Baracuda. Layaknya memburu teroris, petugas Gegana membawa linggis dan peralatan lain untuk menjebol pintu besi dan pintu di ruangan staf admin, gudang dan ruangan kerja boss hiburan dijebol.

Terkesan penuh emosi dan hilang kendali, Mas Tete menduga karena petugas mencium kemungkinan di tempat itu ada pabrik ekstasi dan arena perjudian.. Namun kenyataannya nihil dan petugas hanya menemukan 1/4 ekstasi dan sabu dalam plastik kecil yang dibungkus tissu di arena pengunjung. Sedang di gudang yang berisi stock minuman dan bekas mesin keping atau micky mouse di police-line.

Sementara, tambah Mas Tete, pihak Pemprov DKI saat ditanya hilangnya kendali petugas, hanya mengaku kesal karena  asisten manejer kabur ketakutan.
Padahal tak lama kemudian sang manejer kembali ke lokasi kejadian. “Saya makan di warung depan. Tadi saya mengikuti proses razianya kok” ujar sang manejer pada petugas. Namun asistennya memang pergi karena ngeri melihat operasi yang “over dosis”.

Akibatnya, 4 orang yang ditangkap diperlakukan tidak manusiawi dengan tangan diikat pake tali plastik dan bajunya dibuka, serta di pajang beberapa lama di halaman parkir depan pintu masuk dan jadi tontonan masyarakat.

“Padahal ada di antaranya belum tentu bersalah karena takut lalu kabur dan ngumpet.  Pemakai kan termasuk korban. Harusnya  bandar yang diperlakukan seperti itu,” katanya  menyesalkan.

Test urine di lokasi diskotik jalan Mangga Besar wilayah Jakarta pusat itu memang beda dengan yang lain. Bagai nemburu teroris, BNN Prov DKI didukung petugas Gegana dengan sebuah mobil baracuda. Petugas membawa peralatan linggis dan lainnya nembongkar pintu dan menjebolnya baik itu gudang stok minuman maupun ruang kerja owner serta staf admin perusahaan.

“Ini berlebihan. Over akting dan alasan kesal tak bisa jadi alasan petugas, lalu berlaku berlebihan. Sebab, tantangan membasmi narkoba ke depan lebih bervariasi. ” ujar mas tete.

Akhir pernyataanya, Mas Tete menjelaskan bahwa pada Jumat (01/04) dinihari , ia memantau ada 3 lokasi yang di razia. Satu Top 1 Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. “Di Top 1 petugas menciduk 4 oknum anggota. Di P ada 4 orang terindikasi, dan Exo  4 orang diikat,  20- an orang lebih positif mengkomsumsi narkoba setelah di tes urine. vel/bam/mar.

 

Leave a comment