Terbaru

Antasari Azhar Optimis Polri Mampu Ungkap Kasus SMS Misterius

KopiOnline Jakarta,- Mantan Ketua KPK Antasari Azhar yakin Polri mampu membongkar kasus yang menjeratnya. Harapan Antasari membubung ketika Polri diisi oleh orang-orang baru yang dinilai profesional.

“Saya yakin beliau (Kapolri Jenderal Tito Karnavian) professional. Karena tidak punya kepentingan apa-apa, dan beliau tidak cawe-cawe. Saya yakin selesai, tunggu waktu,” kata Antasari dalam program Primetime News Metro TV, Rabu (01/02/2017).

Sementara itu, saat dikonfirmasi bahwa Polri kesulitan menelusuri sms tersebut karena harus mundur ke beberapa tahun sebelumnya, Antasari mengatakan bahwa akan jadi misteri sejarah besar jika Polri tak mampu mengungkapnya.

Antasari pun menawarkan untuk membantu Polri membongkar kasusnya dengan meminta seorang ahli dari ITB Agung Harsoyo untuk mendatangi provider Telkomsel dan menelusurinya. Asalkan, Agung diberi kewenangan untuk ikut dalam penyelidikan.

“Beliau sanggup membantu penyidik asal diberikan legalitas, surat perintah penyidikan dari polisi. Pada waktu itu dia janji dua minggu sudah bisa bongkar. Gunakanlah ahli ini,tapi tidak ada pergerakan,” katanya.

Proses Kasus SMS Gelap Mandek

Dalam kesempatan lain Antasari Azhar mengaku sudah bertemu penyidik Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Pertemuan itu untuk mempertanyakan tindak lanjut laporannya terkait pesan singkat (SMS) kepada Nasrudin Zulkarnaen sur le viagra.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2007–2009 itu mendatangi Markas Polda Metro Jaya sekitar pukul 10.50 WIB. Kurang dari satu jam berdiskusi dengan penyidik soal laporannya, Antasari pulang dengan rasa kecewa.

“Setelah saya bertemu dengan pejabat berwenang, yang dulu menangani, ternyata (tindak lanjut laporan) masih stuck,” kata Antasari, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (1/2/2017).

Antasari berdiskusi dengan penyidik Sub Direktorat Cyber Crime. Penyidik yang Antasari temui kembali berjanji akan bergerak cepat menyelidiki sosok yang sebenarnya mengirim SMS kepada Nasrudin. Janji yang sama pernah penyidik sampaikan saat Antasari di penjara.

Antasari tidak mengetahui kendala yang dialami penyidik dalam memproses laporannya. “Beliau (penyidik) berjanji akan segera dituntaskan. Mudah-mudahan sesuai dengan janjinya itu,” ujar Antasari, berharap.

SMS yang masuk ke telepon Nasrudin berbunyi, “Maaf permasalahan ini hanya kita saja yang tahu. Kalau sampai terbongkar, Anda tahu konsekuensinya.” Sehari setelah SMS itu masuk, Nasrudin tewas ditembak pada 15 Maret 2009.

SMS tersebut kemudian menjadi salah satu dakwaan jaksa penuntut umum kepada Antasari. Hingga bebas dari hukuman, Antasari tetap membantah sebagai otak pembunuhan Nasrudin dan tudingan sebagai orang yang mengirim SMS itu. met/kop

Leave a comment